
Setelah berjalan-jalan dengan Aril, Nyia pulang dan ia melihat jika Aril dan Erla bertengkar di balkon ia melihat pemandangan itu dari jendela kamarnya. "Sepertinya benar, aku harus menjauhi dia sebab aku tidak mau sampai anakku tersakiti karena aku, sebab, Erla itu adalah keponakanku."ucap Nyia sambil membuka kalung dari Aril dan ia langsung menyimpannya.
Saat ia tengah mengerjakan tugas sekolahnya, ponselnya berdering dan ternyata Ken yang menelfonnya dan ia langsung menjawabnya.
📱Om, Ken.
"Halo, Nyia ... "sapa Ken sambil melambaikan tangan kepada Nyia, dan Nyia tersenyum lalu ia menatap wajah Ken.
"Ada apa, Om?"tanya Nyia dan Ken tertawa kecil sebab dirinya selalu saja di panggil, Om oleh Nyia.
"Panggil, aku dengan sebutan sayang?"ucap Ken dan Nyia tersenyum lalu ia menatap kearah lain.
"Sayang."ucap Nyia sontak membuat Ken bersorak-sorak girang didalam hatinya saja.
"Sayang?"ucap Ken dengan sangat tidak percaya akan apa yang ia dengar barusan.
"Iya, Sayang."jawab Nyia sambil tersipu malu.
"Katakan sekali lagi."pinta Ken dan Nyia mengikutinya.
"Sayang."ucap Nyia sekali lagi membuat Ken berlompat girang.
"Apa kita bisa berpacaran?"tanya Ken sebab mereka beberapa bulan ini sangat dekat dan mereka selalu, video call setiap harinya tidak pernah terlewatkan dan Nyia menganggukkan kepalanya.
"Iya."jawab Nyia membuat Ken tidak percaya akan jawaban dari Nyia.
"Benarkah, kalau begitu aku tutup dulu telfonnya!"ucap Ken dengan sangat gembira akhirnya perasaan dirinya di terima oleh Nyia.
Ken berlompat girang di tempat tidurnya sambil terus-menerus mengucapkan nama Nyia. "Nyia, I Love You!"teriak Ken dengan sangat kuat.
.
.
__ADS_1
Nyia akan merahasiakan hubungan antara dirinya dan juga Ken, sebab dirinya masih berusia dua belas tahun sebab itu ia akan pandai-pandai merahasiakan hal itu dari keluarganya terutama, Amit sebab Amit tidak mengizinkan Ken dan Nyia berdekatan apa lagi sampai berpacaran.
"Aku, akan merahasiakan semuanya sebab aku juga menyukainya karena dia, om, om, manis dan tampan."ucap Nyia sambil terus-menerus menatap wajah Ken dari ponselnya.
*
*
Amit dan Isyah sudah sampai di villa dimana mereka akan tinggal kini mereka masuk kedalam kamar, Isyah berganti baju ia menggunakan baju pendek sebab ia merasa sangat panas. Lalu ia menidurkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menunggu Amit keluar dari kamar mandi.
Saat Amit keluar dari kamar mandi ia langsung menghampiri Isyah yang tengah bobok cantik, ia menciumi seluruh wajah Isyah membuat Isyah bahagia sekali dan ia memejamkan matanya. "Bisakah kita mulai?"tanya Amit yang berada atas tubuh Isyah dan Isyah menganggukkan kepalanya membuat Amit tersenyum.
(Sensor)
*
*
Fia sedang memeriksa berkas-berkas miliknya lalu ia melihat jika dirinya lupa untuk, membayar gaji karyawannya satu hari lalu dan ia langsung mengumpulkan dua karyawannya di ruangan kerjanya.
"Ini, ambil gaji kalian. Jika bulan depan saya lupa ingatkan, saya tidak sengaja menahan gaji kalian selama satu hari ini. Saya benar-benar minta maaf."ucap Fia sambil membagikan amplop coklat yang berisikan gaji karyawannya.
"Gapapa, Ibu tenang saja kami semuanya faham."jawab Mereka berdua dan Fia tersenyum. "Terimakasih, kalian boleh pergi dan mengerjakan kembali pekerjaan kalian masing-masing."ucap Fia sambil tersenyum lalu karyanya langsung meninggalkan Fia.
*
*
Erla sangat kesal pada Aril pasalnya sudah beberapa bulan Aril jarang sekali membawanya pergi, dan kali ini ia melihat Aril pulang bersama dengan Nyia ibunya itu membuatnya sangat kesal. "Sudahlah, Erl. Bukankah dia itu ibumu."ucap Aril dan Erla langsung menghampiri Aril.
"Jadi kenapa, kamu pergi sama dia sampai sore kayak gini?"tanya Erla dengan sangat emosi pasalnya suaminya tersebut tidak pernah memperhatikannya. "Er, Abang bilang cukup, cukup!"bentak Aril membuat Erla langsung menangis sebab ia sangat sedih saat Aril membentaknya.
"Er, bukan maksud Abang kayak gitu."ucap Aril yang memeluk Erla dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Er, Abang tidak bermaksud membentak mu, akan tetapi Abang sengaja untuk mendekati Nyia sebab dia masuk kedalam hati Abang ini dan kamu sudah tidak ada lagi disini dan memang tidak pernah ada."ucap Aril dalam hatinya.
Setelah Aril berhasil menidurkan Erla ia langsung bergegas pergi dari kamar menuju ruang tamu, sebab ia ingin menelfon Nyia sebab ia ingin bertanya apakah besok mereka jadi pergi ke puncak. "Kemana dia, kenapa tidak di membalas pesan ku? Dan dia juga tidak menjawab telepon ku?"pikir Aril dan ia langsung berjalan menuju luar untuk melihat rumah Pak Salam.
Cukup lama ia berdiri sambil mengintai rumah Pak Salam sampai ia lelah, ia masuk kedalam dan ia tidur di sofa ruang tamu sebab ia malas jika harus tidur berdua dengan Erla. Ya, mereka sudah beberapa bulan tidak tidur satu ranjang lagi sebab Aril beralasan bahwa ia takut akan keadaan Erla yang sedang mengandung.
Pak Ben sangat marah kepada Aril akan apa yang di adukan oleh Nyia kepadanya, Pak Ben menatap wajah Aril yang sedang tidur lalu ia mendekati Aril dan duduk di samping Aril.
"Untung saja, Nyia tidak tergoda pada Aril, sebenarnya apa sih mau mu, Aril. Kenapa selalu saja membuat onar sampai kamu menyukai tantenya, Erla dan sifat siapa yang kamu turun."pikir Pak Ben dalam hatinya.
*
*
Ken sedang berada di Mall di tokoh perhiasan dan ia mengambil salah satu cincin emas khas Aceh, ia mengambil satu dan langsung membayarnya dan ia langsung menyimpannya sebab besok ia akan bertemu dengan Nyia dan langsung memberikan cincin emas tersebut.
"Memang ini tidak mahal, bahkan harganya saja cuma dua juta rupiah saja. Akan tetapi cinta untuk ku besar dan terlalu mahal untuk nya."ucap Ken dalam hatinya.
*
*
Isyah tertidur didalam pelukan Amit sebab mereka habis menyempurnakan pernikahan mereka, Amit sangat bahagia sebab Isyah masih segel tidak seperti apa yang di ucapkan oleh Aril beberapa bulan lalu.
"Ceraikan saja dia, dia itu sudah kotor dan tidak virgin lagi. Secepatnya cari saja menggantinya."
Amit mencium kening Isyah dan ia tersenyum saat mengingat-ingat kembali kejadian tadi, saat dirinya dapat menerobos jalan sempit milik Isyah dengan lima kali hentakan.
"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia sebab dirimu masih Virgin dan cinta mu tulus untuk ku. Kamu selalu sabar menghadapi sikap dinginku selama ini."ucap Amit dalam hatinya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.