
Isyah sedang memakai baju lalu ia menyisir rambutnya yang masih sedikit basah dan, Amit dangan dan memeluk Isyah ia juga mencium tengkuk leher Isyah. "Terimakasih, untuk semuanya."ucap Amit dan Isyah tersenyum lalu ia menatap wajah Amit.
"Terimakasih, sudah tidak menjadi kutub Utara lagi."ucap Isyah sambil tersenyum manis kepada Amit. "Kutub Utara?"
"Ah, iya. Dulu sewaktu Abang masih dingin dan cuek Isa menyebutkan nama Abang sebagai, Kutub Utara."jawab Isyah sambil memegang tangan Amit, sontak membuat Amit tertawa kecil lalu ia mencubit hidung mancung Isyah.
"Kamu, ada-ada saja ... "ucap Amit dan ia langsung memeluk Isyah dengan sangat lembut. Entahlah sejak malam pertama dengan Isyah ia menjadi bucin dan luluh pada Isyah. "Sa, Abang ada sesuatu."ucap Amit yang mengambil kotak kecil dari dalam tasnya dan ia menghampiri Isyah. "Itu, apa?"tanya Isyah.
Amit membuka kotak kecil tersebut dan ia mengeluarkan kalung emas berbalut berlian berwarna merah muda, lalu ia memakaikannya ke leher Isyah membuat Isyah membulatkan mata sebab ia tahu jika kalung tersebut sangat mahal.
"Abang, sudah lama sekali membeli kalung itu memang Abang membeli itu untuk Istri Abang."ucap Amit dan Isyah memegang kalung yang ada di lehernya sambil tersenyum manis. "Terimakasih, Bang."Isyah langsung memeluk Amit dengan sangat lembut dan Amit tersenyum bahagia.
*
*
Alangkah dinginnya malam hari ini hujan turun membasahi Kota A dari sore hari sampai malam hari ini, membuat Nyia sangat sebal pasalnya Ken sudah berjanji akan datang di cafe tempat mereka berjanji. Akan tetapi Nyia tidak di perbolehkan untuk pergi karena sedang hujan deras oleh Pak Salam.
"Ya, sudahlah. Besok saja bertemu dengan pacar baruku ... Hehehe."ucap Nyia dalam hatinya sambil menatap hujan dari jendela kamarnya.
"Nyia ... "panggil Fia yang membawakan dua mangkuk bakso dan ia meletakannya di meja dan Nyia langsung menghampiri Fia. "Kok, hujan-hujan ada Bakso?"tanya Nyia sambil mengambil satu mangkuk bakso. "Ada, soalnya ada yang ngirim."jawab Fia sambil menatap wajah Nyia yang tengah menyantap Bakso kesukaannya.
"Katanya, dari Ken."ucap Fia dengan sangat lembut membuat Nyia langsung tersedak-sedak, Fia langsung memberikan air putih kepada Nyia dan Nyia langsung meminumnya. "Bukankah laki-laki itu, seperti tidak asing di telinga ku ini. Sepertinya aku pernah mendengarnya."ucap Fia dan Nyia bernafas lega sebab ia kira tadi Fia sudah mengetahui semuanya. "Uuummm, mungkin saja dia suka sama Kakak mungkin."sahut Nyia sambil terus memakan Bakso dari pacarnya.
"Mungkin, akan tetapi Kakak juga tidak mengenalnya bukan?"jawab Fia sambil memakan baksonya. "Kok, dia ngirimin bakso dua, ya?"pikir Nyia sambil menghabiskan baksonya. Nyia langsung mengirimkan pesan kepada Ken dari WhatsApp.
__ADS_1
📥
(Terimakasih, sayang. Baksonya.)
Ken sedang berada didalam kamarnya sebab ia baru saja menutup bengkel bersama anak-anak, dan kini ia tengah istirahat lalu ia mendapatkan pesan dari Nyia. "Terimakasih, sayang. Baksonya, manisnya dia ..."ucap Ken sambil membalas pesan dari Nyia.
📥
(Sama-sama, katakan pada Fia jika itu dari ku untuknya, untuk menutupi hubungan kita.🤣🤣)
Nyia tertawa-tawa didalam hatinya sebab Fia ada di sampingnya dan ia berbalas pesan dengan Ken, sampai malam hari dan mereka berdua saling tertidur pulas sambil memegang ponsel mereka masing-masing.
*
*
📥
(Nyia, apa kita besok jadi pergi?)
Nyia tidak membalas pesan dari Aril sebab dirinya sudah tertidur pulas dan Aril merasa bersedih, karena baru hari ini sikap Nyia berubah padanya entah mengapa ia juga tidak tahu. "Ada apa dengannya, kenapa dia tiba-tiba berubah seperti ini. Mungkin saja dia saat ini sedang lelah atau apapun itu makanya dia tidak membalas pesan dan telfonku."ucap Aril sambil menatap wajah Nyia dari ponselnya.
Keesokan harinya ...
Pada pagi ini Aril berasalan untuk membahas sesuatu pada Pak Salam agar ia bisa melihat Nyia, dan kini ia bersama dengan Pak Salam di ruang tamu sebab Pak Salam akan pergi sebentar lagi. Mereka berdua bercerita bersama dan kini Nyia keluar dari kamarnya lalu ia dan Aril saling menatap. "Bagaimana ini, apa yang harus aku ucapkan padanya."ucap Nyia dalam hatinya
__ADS_1
Aril memberikan kode kepada Nyia agar menemuinya di rumahnya tepatnya di gudang, dan Nyia menganggukkan kepalanya lalu Aril mulai pergi dari rumah Pak Salam bersama dengan Pak Salam yang akan pergi ke Swalayan.
Aril berjalan menuju gedung dan ia sudah melihat Nyia ada disana dan ia langsung menghampiri Nyia. "Katakan ada apa?"ucap Nyia dengan sangat cuek membuat Aril langsung memeluk Nyia. "Lepaskan, jika ada yang melihat kita maka mereka akan salah faham."ucap Nyia yang melepaskan pelukannya dari Aril.
"Katakan, kenapa dirimu berubah?"tanya Aril sambil menatap wajah Nyia. "Tidak ada, hanya saja kalian bertengkar karena aku dan kita tidak seharusnya menjadi kakak dan adik tanpa sepengetahuan semua orang,"jawab Nyia membuat Aril terdiam. "Ternyata dia melihat kami bertengkar."batin Aril.
"Sebaiknya kita menjauh saja, sebab Erla tidak tahu akan hubungan kita jadi ini semuanya salah membuat dia sakit, sebaiknya jika Bang Aril mau kita seperti biasa maka beritahu semua orang."ucap Nyia yang bergegas pergi meninggalkan Aril.
"Itu ucapan Fia, sebaiknya aku ikuti saja maunya dia. Dan kami bisa seperti dulu lagi tanpa ada yang tahu keinginan ku."ucap Aril dalam hatinya.
*
*
Pada pagi ini Isyah dan Amit berjalan-jalan di pantai sebab sudah dua hari mereka di sana dan tidak berjalan-jalan, karena mereka sibuk bulan madu untuk menghasilkan junior Amit dan Isyah.
"Sa, setelah kita pulang. Abang mau kita tetap seperti ini sampai kapanpun itu."ucap Amit sambil menggandeng tangan Isyah. "Iya, Bang. Cinta Isyah ini tulus untuk, Abang."jawab Isyah sambil tersenyum manis dan mereka berjalan-jalan mengelilingi pantai.
Isyah dan Amit bermain Air dengan sangat gembira mereka tidak memperdulikan tatapan orang, mereka bermain Air dan pasir bersama mereka sudah mengalahkan anak-anak kecil disana karena mereka membuat istana pasir.
"Paman, ajarkan kami untuk membuat istana pasir itu."pinta salah satu anak kecil disana dan Amit langsung menghampiri anak tersebut. "Baiklah, bibi itu juga akan membantu mu."ucap Amit sambil menunjuk kearah Isyah dan anak tersebut tersenyum.
.
.
__ADS_1
Bersambung.