
Pagi hari ini Isyah sudah bersiap-siap ia sudah memakai seragam Sekolah berwarna putih abu-abu, kini ia sedang duduk sambil memasukan beberapa buku Sekolahnya kedalam tas miliknya. Lalu ia melihat Amit sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan baju lalu ia menghampiri Amit.
Isyah menarik tangan Amit duduk di sofa dan ia memakaikan kaus kaki dan sepatu Amit, ia selalu memperlakukan Amit seperti seorang raja karena ia sangat menyayangi Amit. "Sa, ini uang jajan untukmu dan kita pergi berdua saja karena, Abang naik motor."ucap Amit yang memberikan uang jajan Isyah dan Isyah menerimanya. "Iya, Bang."jawab Isyah dengan sangat lembut dan Amit tanpa sadar tersenyum.
"Kenapa semakin hari, semakin aku luluh padanya akankah dia mampu membuatku jatuh cinta?"batin Amit.
Amit dan Isyah berjalan keluar menuju meja makan sebab Isyah sudah menyiapkan sarapan kesukaan Amit yaitu roti tawar isi selai kacang, kini mereka semua sedang sarapan bersama-sama dengan sangat baik dan diam. Aril terus-menerus menatap wajah Isyah sebab Aril menyesal sudah pernah menyakiti hati Isyah dan wanita tersebut sudah putih.
Aril mengingat kembali kejadian beberapa bulan lalu saat dirinya menolak Isyah dengan asalan kulit gelap Isyah.
Flashback on ...
Isyah bersama dengan Aril sedang duduk di kamar Aril sebab Isyah yang masuk kedalam kamar Aril, sebab ia ingin membatalkan rencana pernikahan Aril dan Erla karena Isyah merasa sudah sangat di rugikan disini.
"Abang, gak bisa. Sa."ucap Aril sambil menghampiri Isyah dan ia merangkul Isyah dengan sangat mesra. "Lepasin ... "ucap Isyah sambil menjauh dari Aril dan mereka duduk di jarak yang jauh. "Sa, Abang itu sukanya sama cewek putih bukan hitam kayak kamu itu."ucap Aril sambil tersenyum simpul membuat Isyah terluka akan kata-kata itu.
"Bang, hitam bisa menjadi putih akan tapi penyesalan tidak akan pernah bisa datang pada awal, kita lihat saja nantinya jika Isa sudah putih Isa yakin. Abang menyesal."ucap Isyah yang bergegas pergi dari kamar Aril dan Aril tertawa-tawa.
Flashback off ...
"Pa, kami pergi dulu."ucap Amit yang sudah menyelesaikan sarapannya. "Iya, kita berjumpa di Kantor."ucap Pak Ben dan Aril menatap kearah Isyah yang mencium tangan Pak Ben. "Assalamualaikum."ucap Isyah yang melambaikan tangannya kearah Pak Ben. "Wa'alaikumsalam."jawab Pak Ben.
Isyah dan Amit bergegas pergi menuju luar sebelum naik ke atas motor Isyah langsung mencium tangan Amit, sebab ia tidak mau melakukan itu di sekolahnya karena ia takut akan ketahuan oleh semua orang jika dirinya sudah menikah. Amit tak pernah lupa untuk mencium kening Isyah semenjak mereka menikah sebab Isyah selalu saja mengingatkan dirinya sampai ia selalu hafal akan ucapan Isyah.
__ADS_1
"Abang jangan lupa untuk mencium kening Isa setiap Abang pergi dan pulang, karena suami wajib untuk mencium kening istrinya saat mau pergi bekerja maka dia akan terlindungi dari musibah."
Isyah naik ke atas motor Amit lalu ia memegang tangan Isyah dan melingkarkan di pinggangnya, sontak saja membuat Isyah langsung tersenyum dan wajahnya sudah memerah sebab ia sangat malu. "Pegangan, nanti kamu jatuh."ucap Amit dan Isyah langsung memeluk erat tubuh Amit barulah Amit melajukan motornya menuju Sekolah Isyah.
"Apa, dia sudah mulai menyukai ku?"pikir Isyah dalam hatinya.
Setelah sampai di Sekolah Isyah, Amit menghentikan motornya di depan gerbang lalu Isyah turun dari motor Amit. "Sampai jumpa nanti malam."ucap Amit dan Isyah melambaikan tangannya dan Amit membalasnya sampai Isyah masuk kedalam, Amit mulai berlalu pergi sebab Isyah sudah tidak terlihat lagi.
Isyah masuk kedalam kelasnya dan ia duduk di bangku sambil melirik kearah sampainya, biasanya ada Wiwit dan saat ini Wiwit tidak masuk sebab Wiwit sakit di rumah sakit.
"Wit, rindu kamu semoga kamu cepat pulang dari rumah sakit dan bisa segera sekolah lagi."ucap Isyah yang tidak mengetahui apa-apa tentang penyakit Wiwit apa, sebab sahabatnya tersebut tidak mau menceritakan tentang penyakitnya kepada Isyah.
*
*
"Eh, siapa dia mau apa dia duduk di samping ku?"pikir Nyia dalam hatinya.
Laki-laki tersebut membuka kaca matanya dan Nyia langsung membuka mulutnya lebar-lebar. "Om."Ken tersenyum saat Nyia menyebutkan Om.
"Hai, aku ingin meminta nomor ponsel mu."Ken memberikan ponselnya kepada Nyai, dan Nyai tidak mau sampai ada yang menghampiri mereka sehingga ia langsung memberikan nomor ponselnya kepada Ken.
"Sudah, cepatlah pergi dari sini sebab banyak orang yang akan salah paman."ucap Nyai dan Ken tersenyum dan bergegas pergi sebab apa yang ia inginkan sudah ia dapatkan.
__ADS_1
"Om, itu nekat banget sampai dia tahu sekolah ku entah apa yang akan terjadi kedepannya, sepertinya dia itu seorang mafia sebab aku pernah melihatnya memakai baju yang mengisyaratkan bahwa dia seorang mafia."ucap Nyai dalam hatinya.
Ken sangat bahagia sebab ia mendapatkan nomor ponselnya Nyia saat ini ia tenga memandang, wajah Nyai dari WhatsApp Nyai yang menunjuk foto Nyai sedang duduk manis di kelasnya. "Nyia, Nyia, kamu itu kencur yang sudah meracuni pikiran ku dan tubuhku ini ... "ucap Ken sambil mengusap-usap foto Nyai dari ponselnya.
*
*
Saat jam makan siang tiba Isyah duduk di kantin seorang diri dan ia meminum segelas teh dingin, ia masih memikirkan tentang Wiwit yang tidak mau memberitahu dirinya dimana Wiwit di rawat. "Dimana kamu, Wit. Aku rindu kamu andai saja kamu itu bicara dimana kamu berada saat ini."ucap Isyah sambil menatap kearah teh dingin miliknya.
Brak.
Isyah terkejut saat Jihan memukul meja dihadapannya semua orang yang ada di kantin melirik kearahnya. "Ada apa?"tanya Isyah sambil bangun dan menatap kearah Jihan.
"Kasih tahu sama, kakak kamu itu yang sudah tua dan tidak laku-laku. Jangan jadi pelakor!"teriak Jihan membuat Isyah terkejut sebab Kakaknya di sebut pelakor. "Maksudnya apa?"tanya Isyah yang tidak mengerti apa ucap Jihan.
"Bilang sama dia, jangan dekati papi aku lagi!"teriak Jihan membuat Isyah membulatkan matanya lebar-lebar. "Itu tidak mungkin, sebab kak Fia tidak mungkin menggoda papi mu."ucap Isyah yang mencoba untuk membela Fia sebab ia juga tahu sigap Kakaknya tersebut, seperti apa dah bagaimana pula sifat Fia sehari-hari saat mereka tinggal bersama dulu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.