Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 13


__ADS_3

Saat Isyah tengah asik menguping pembicaraan Amit dengan seseorang dari dalam, pintu kamar Amit terbuka dan Isyah terjatuh didalam pelukan Amit.


Mampus, aku ketahuan oleh Bang Amit, bisa habis riwayat ku nantinya, batin Isyah.


Amit melepaskan pelukannya dan Isyah terjatuh di lantai.


"Kau, mencoba untuk menguping pembicaraan ku?"tanya Amit dengan sangat lembut membuat Isyah membuka mulutnya lebar-lebar.


Ya ampun, kutub Utara ini sudah meleleh ini kali pertamanya dia sangat lembut dan baik hati, batin Isyah.


"Ti-dak, kok Kak, eh. Bang maksudnya."ucap Isyah terbata-bata sebab ia sangat gugup melihat tatapan Amit.


"Oh,"jawab Amit.


Lagi-lagi Isyah membuka mulutnya lebar-lebar lalu ia mengusap kasar wajahnya.


"Ini benar, Bang Amit, atau jangan-jangan ..."Isyah memegang tangan dan dahi Amit dengan sangat aneh.


Dia pasti sangat bingung dengan sikap aku yang berupa seperti ini, biarkan saja sebab aku akan mengerjainya. Batin Amit.


"Ini benar-benar aku, jangan khawatir. Oh, iya, kau sudah membaca pesan dari ku?"tanya Amit dan Isyah langsung membuka ponselnya benar, Amit mengirimkan pesan untuknya.


Apa-apaan ini, apa ada yang di sembunyikan olehnya dariku kenapa aku jadi takut kalau nanti malam dia membunuhku bagaimana, aku belum merasakan kenikmatan dunia seperti apa. Semalam aku hanya merasakan sedikit saja bersama Bang Aril. Batin Isyah.


"Hay, kau melamun?"tanya Amit sambil melambaikan tangannya kearah wajah Isyah.


"Ha, iya, Bang."jawab Isyah sambil menatap wajah Amit.


"Bersiaplah nanti malam, sebab aku tidak ingin terlambat untuk,"ucap Amit yang menutup pintu kamarnya.


"Dia, benar-benar sangat aneh."ucap Isyah dan Amit membuka kembali pintu kamarnya.


"Apa kata mu?"ucap Amit membuat Isyah terkejut dan refleks ia langsung berlari menuju kamarnya.


Amit tersenyum dan ia menutup kembali pintu kamarnya.


Isyah hendak masuk kedalam kamarnya namun, ia menghentikan langkahnya dan ia berjalan menuju kamar Aril.


"Bang Aril!"teriak Isyah dan Aril langsung membuka pintu kamarnya.


"Ada apa?"tanya Aril dengan sangat cuek, Isyah tidak mengatakan apapun ia langsung masuk kedalam dan duduk di sofa.


"Aku mau Abang tanggung jawab, aku mau Abang nikahin aku setelah aku lulus SMA,"ungkap Isyah.


Aril sangat terkejut mendengar ucapan Isyah sebab ia tidak merasa sudah menyentuh Isyah.

__ADS_1


"Apa yang Abang buat?"tanya Aril sambil mengerutkan keningnya.


"Pokoknya Abang harus tanggung jawab, satu lagi kita udah dua kali ngelakuinnya,"ucap Isyah sambil berjalan menuju pintu.


"Tapi, Sa ..."ucap Aril yang menatap kepergian Isyah.


Setelah kepergian Isyah, Aril duduk di sofa sambil bertanya-tanya bingung.


"Aku hanya mencium bibirnya saja, bahkan aku belum menembus jalan sempitnya lalu dia meminta aku bertanggung jawab, aneh. Aku tidak akan memperdulikan ucapan dia,"ucap Aril sambil bernafas panjang.


...


Isyah berjalan masuk kedalam kamarnya dengan perasaan lega sebab ia sudah meminta Aril, untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah di lakukan Aril padanya.


Lega rasanya, kalau begitu aku dan Bang Aril akan menikah satu tahun lagi, dan aku juga tidak mau di jodohkan dengan kutub Utara itu, batin Isyah.


Setelah malam hari tiba, Isyah bersiap-siap untuk pergi bersama dengan Amit ia menggunakan bajau gamis dan jilbab pashmina.


Ia memakai kaus kaki lalu ia memakai sepatu hak tinggi miliknya, terlihat seperti wanita dewasa, dan ia berganti baju sebab ia tidak ingin terlihat seperti wanita dewasa.


Isyah menggunakan baju yang terlihat seperti umurnya dan ia memakai sepatu pansus yang terlihat simpel, lalu ia keluar dan bergegas pergi menuju ruang tamu untuk menunggu Amit disana.


Sesampainya di ruang tamu ternyata Pak Ben ada disana dan ia langsung menghampiri Papa angkatnya, ia tersenyum dan duduk di samping Pak Ben lalu ia mencium tangan Pak Ben.


"Cantik, sekali anak gadis Papa ini."ucap Pak Ben yang menatap kagum kepada Isyah yang terlihat berada dari sebelumnya.


"Hehehe, biasa aja kok, Pa."ucap Isyah sambil tersenyum malu-malu.


"Tidak apa-apa kok, kamu mau pergi bersama dengan Amit membuat Papa sangat bahagia,"ujar Pak Ben sambil tersenyum manis kepada Isyah.


Amit menghampiri mereka yang sedang bercerita ia mencium tangan Pak Ben, lalu ia menatap kearah Isyah yang terlihat berbeda malam ini.


Kenapa dia sangat berbeda, sayangnya kulitnya hitam kalau tidak pasti dia cantik sekali, batin Amit.


"Kenapa hanya diam saja? Apa kau tidak mau pergi?"tanya Amit dengan sangat lembut membuat Pak Ben tersenyum.


"Pergilah sayang, jangan pulang larut malam ya."pesan Pak Ben kepada kedua anaknya.


"Iya, Pa.."jawab Isyah yang mencium tangan Pak Ben dan Amit juga mencium tangan Pak Ben.


Mereka berjalan dengan perlahan menuju luar sesampainya di luar, Isyah dan Amit langsung bergegas naik ke atas motor sport milik Amit.


Amit melajukan motornya dengan kecepatan sedang sebab ia akan mengelabui Isyah dengan sikap manisnya, ia menghentikan motornya di Cafe yang sangat romantis di cafe tersebut terdapat banyak bunga.


Isyah dan Amit turun dari motor dan mereka berjalan perlahan menuju dalam dan Isyah sangatlah, menikmati setiap keindahan jalanan yang berhiaskan bunga mawar.

__ADS_1


"Indah ... "ucap Isyah sambil berjalan mengikuti langkah Amit.


Mereka duduk di bangku VIP yang sangat romantis di mata Isyah.


Isyah dan Amit duduk berhadapan.


"Bang, kok kita kesini?"tanya Isyah dengan sangat lembut.


"Ini semuanya adalah rencana, papa kita hanya menjalankan saja sebab aku tidak ingin papa marah-marah, "ungkap Amit.


"Em."jawab Isyah pelan.


Mudah sekali menipu anak bau kencur ini, beberapa jam lagi akan ada tontonan yang menarik sekali, batin Amit.


Amit mengirimkan pesan kepada anak buahnya.


💌


(Ken, kau pastikan anak-anak mengerjakan tugas mereka dengan baik, ingat. Jangan sampai Isyah lecet sedikit saja, sebab aku akan membunuhmu dan semua anak-anak Mafia hitam.)


Amit memberikan nama untuk nama gen mereka Mafia hitam, jumlah orang yang ada di gen mereka mencapai tiga puluh orang dan ketuanya adalah Amit.


"Makan yang banyak, jangan malu-malu."ucap Amit.


"Iya, Bang ..."jawab Isyah malu-malu.


Isyah mulai memakan makanan yang sudah ada di meja yang sudah di pesan oleh Amit, sebelum mereka sampai disana setelah selesai makan Amit berpamitan pergi ke toilet.


Isyah menunggu Amit selama dua puluh menit namun, Amit tak kunjung kembali sehingga ia berniat akan menunggu di motor saja pikirnya.


Aku tunggu Bang Amit di depan aja deh, mana tahu dia langsung keluar dan kami segera pulang. Batin Isyah.


.


.


.


Bersambung.


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2