
Fia masih di rumah dan ia tengah bersiap-siap untuk berangkat ke Swalayan namun, ia melihat pesan dari adiknya dan ia langsung membacanya.
"Kasihan ... Aku akan mencari tahu tentang mereka dari Erla nantinya, "ucap Fia sambil membalas pesan dari Isyah.
💌
(Siap, nanti Kakak tanya sama Erla ada hubungan apa dia sama Aril.)
Isyah membaca pesan dari Fia dan ia langsung tersenyum.
Semoga aja aku dan Bang Aril menikah, sebab tidak ada laki-laki yang mau menikahi ku nantinya, batin Isyah.
Pak Ben menunggu Isyah di meja makan bersama dengan Amit hingga Pak Ben meminta, Amit untuk memanggil Isyah untuk sarapan bersama dan Amit langsung bergegas pergi memanggilkan Isyah.
Sebenarnya malas sekali aku memanggilnya,kalau bukan karena papa tidak sudi aku, batin Amit.
Tok, tok.
Amit mengetuk-ngetuk pintu kamar Isyah tak berselang lama akhirnya pintu terbuka.
"Ada apa, Bang?"tanya Isyah sambil membuka pintu kamarnya.
"Sarapan, "ucap Amit dengan sangat singkat dan langsung bergegas pergi.
"Dasar kutub Utara, tidak ada senyuman manisnya sedikit saja. Jangankan senyuman manggil aja gak jelas, sarapan. Cuma gitu doang yang lama gitu, ayo sarapan Isa. "ucap Isyah dengan sangat kesal sebab Amit tidak berkata dengan jelas.
Isyah berjalan menuju ruang makan dan ia langsung duduk di bangkunya ia melirik kearah bangku Aril, yang masih kosong dan Isyah bisa menebaknya kalau Aril masih bersama dengan Erla.
Sakit hati ini Bang, kalau Abang sama cewek lain gak sakit seperti ini dan Abang maka memilih wanita yang berstatus sebagai keponakan aku, sakit sekali hati ini, batin Isyah.
"Sa, jangan diam aja di makan dong makanannya, "ujar Pak Ben sambil menatap kearah Isyah.
"Iya, Pa."ucap Isyah pelan dan langsung memakan makanannya.
Apa yang dia pikirkan apa tentang semalam dan apa dia masih trauma ya. Aku jadi merasa bersalah, eh, Amit kau tidak boleh luluh dengan anak bau kencur itu, batin Amit.
Setelah menyelesaikan makanannya Isyah bergegas pergi menuju kamarnya sebab hatinya sangat sakit, sedangkan Amit masih duduk di bangkunya sambil memakan buah-buahan segar.
__ADS_1
"Mit, kamu perhatikan tidak kalau Isa terlihat seperti seorang yang ketakutan dan trauma?"tanya Pak Ben kepada Amit sontak membuat Amit tersedak-sedak.
Uhuk, uhuk.
Pak Ben memberikan segelas air putih kepada Amit dan Amit langsung meminum air putih tersebut.
"Pelan-pelan, kamu seperti anak-anak saja,"ujar Pak Ben.
Apa benar yang di katakan oleh papa, Isa masih sedih dan trauma akan menjadi semalam, batin Amit.
"Jadi, Amit harus berbuat apa?"tanya Amit dengan sangat pelan.
"Entahlah, Papa juga tidak tahu sebab hari ini adalah hari dimana pak Salam membuka Swalayan itu, dan Isa tidak mau pergi kesana tidak mungkin tidak ada apa-apa bukan?"ucap Pak Ben dengan sangat serius membuat Amit semakin takut.
Sepertinya ini benar-benar maslahah semalam, sebaiknya aku bawa Isyah jalan-jalan saja mungkin bisa sedikit mengurangi ketakutannya, batin Amit.
"Amit akan membawanya jalan-jalan, agar ia menjadi lebih tenang dan lebih baik lagi."ucap Amit sambil meminum segelas jus.
"Papa sangat setuju, bila perlu belikan apa saja yang dia mau."pesan Pak Ben dan Amit tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu ia bergegas pergi.
Ini kemajuan yang sangat penting akan membuat mereka semakin dekat, aku jadi bahagia sekali bisa melihat Amit berubah menjadi seorang yang manis seperti itu. Batin Pak Ben sambil menatap kepergian Amit.
💌
(Bersiaplah, jangan banyak bicara jangan banyak bertanya. Ini semua kemauan papa dan aku akan menjaga mu dengan baik.)
Isyah membaca pesan dari Amit dan ia langsung bersiap-siap untuk pergi bersama dengan Amit, sebenarnya ia malas sekali pergi namun ia merasa sangat sedih memikirkan tentang Aril dan Erla.
Setelah bersiap-siap Isyah memakai tas kecil miliknya lalu ia bergegas keluar untuk menunggu Amit, saat ia keluar rumah ia melihat Amit sudah berada di atas motor tak tunggu lama lagi ia langsung menghampiri Amit.
"Udah lama nunggu, Bang?"tanya Isyah sambil menatap wajah Amit lalu ia melirik kearah sebrang jalan.
Kemana mereka apa mereka ada didalam, batin Isyah.
"Cepat naik,"ucap Amit dengan sangat lembut membuat Isyah langsung naik dan ia berpegang pada jaket Amit.
Selama di perjalanan mereka sama-sama diam seribu bahasa tidak ada yang berbicara, sehingga mereka sampai di taman bunga yang indah membuat Isyah tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Cantik sekali bunganya, Bang fotoin aku ya."ucap Isyah dengan sangat bahagia sambil memberikan ponselnya kepada Amit.
"Pakai ponsel aku aja, soalnya ponsel Android kamu ini jelek."ucap Amit yang mengembalikan ponsel Android milik Isyah.
Pak Ben sudah membelikan Isyah ponsel yang termahal akan tetapi Isyah tidak mau menerimanya, sebab ia tidak mau terlalu banyak merepotkan Pak Ben.
Kalau mau niat baik jangan nyakitin hati aku juga kali, bilang aja napa pakai ponselnya dan tidak usah menghina ponsel Android ku ini, batin Isyah.
Amit memotret Isyah yang berpose bak seorang model muslimah yang cantik dan manis.
Manis sayangnya hitam, batin Amit.
Setelah di rasa Isyah cukup ia berjalan-jalan mengelilingi taman bunga tersebut bersama dengan Amit, mereka berjalan perlahan sebab mereka sangat menikmati keindahan taman bunga yang cukup banyak sekali bunga warna-warni.
"Bang, kok itu ada makan seperti bunga. Apa boleh aku memakannya?"tanya Isyah sambil menatap kue berbentuk seperti bunga mawar.
"Sa, itu namanya kue apa namanya ya, lupa lagi yang terpenting bisa di makan hanya saja bentuknya seperti bunga,"jelas Amit sambil memberikan selembar uang berwarna merah kepada Isyah.
"Terimakasih, "Isyah menerima uang dari Amit dan ia segera membeli dua kue berbentuk seperti bunga mawar yang berwarna merah muda.
Isyah memakan kue tersebut dengan perlahan dan ia sangat menikmatinya sebab kue tersebut, sangat enak membuatnya begitu bahagia dan ia melupakan tentang Aril dan Erla.
Setelah puas berjalan-jalan di taman sampai sore hari akhirnya Amit dan Isyah bergegas pergi dari taman, mereka tidak langsung pulang melainkan mereka berhenti di Restoran yang sangat terkenal di Kota A.
Setelah sampai mereka langsung masuk kedalam dan mereka duduk di bangku biasa, kali ini Isyah yang meminta duduk di bangku bisa ia tidak ingin duduk di bangku VIP.
Kali ini Isyah yang memesan makanan sebab Amit akan membuat Isyah bahagia sebab ia merasa sangat bersalah bersalah kepada Isyah.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘