Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 54


__ADS_3

Pada Sore hari ini seperti apa yang sudah di janjikan oleh Nyia ia akan datang menemui Aril, di Perusahaan Pak Ben dan kini ia sudah sampai dan ia masuk kedalam ia tidak mau bertanya-tanya sebab ia sudah tahu dimana ruangan Aril, tanpa mengetuk pintu Nyia langsung masuk kedalam dan terlihat Aril sedang bersama karyawan nya. "Maaf."ucap Nyia yang hendak menutup pintu ruangan Aril akan tetapi Aril langsung mencegahnya. "Masuk."


Aril mengisyaratkan agar karyawannya pergi dan Karyawan tersebut pergi lalu Nyia masuk kedalam, ia tersenyum lalu ia duduk di samping Aril dan ia menatap keseluruhan ruangan. "Nyia, Aku meminta mu untuk datang sebab aku ingin memberikan mu ini dan aku ingin membawamu jalan-jalan, sebab aku dulu ingin sekali memiliki adik wanita."ucap Aril yang memberikan sebuah kalung emas berukiran ia inisial A.


"Kok, kalungnya A, kan nama Nyia dari N?"ucap Nyia sambil menatap kalung emas tersebut. "Bukankah nama mu ada A, juga?"jawab Aril dengan sangat cepat dan Nyia langsung tersenyum lalu ia langsung memakai kalung tersebut. "Untung aja masih bocil, jadi dia tidak tahu sama sekali jika aku membohongi dia."ucap Aril dalam hatinya.


"Oh, jadi Bang Aril ini pengen punya adik cewek kayak Nyia?"tanya Nyia sambil menatap wajah Aril, yang terus-menerus tersenyum lebar padanya sejak ia datang tadi.


"Iya, yuk sekarang kita jalan-jalan."ucap Aril yang bergegas bangun lalu Nyia juga ikut bangun, mereka berjalan keluar dari ruangan Aril dan mata karyawan menatap kearah mereka. Sebab Nyia masih menggunakan seragam Sekolah SMP miliknya.


"Lihat, sepertinya dia simpanan."bisik salah satu Karyawan disana dan Aril tidak memperdulikan ucapan mereka, ia dan Nyia langsung masuk kedalam mobilnya dan ia mulai melajukan mobilnya menuju salah satu Mall.


Selama di perjalanan Aril terus-menerus menggoda Nyia dan ia berkedokkan sebagai Abang, sebab Nyia masih polos dan tidak mengetahui apa-apa yang di ucapkan oleh Aril padanya, setelah sampai mereka langsung masuk kedalam sambil bergandengan tangan. "Sebaiknya, kita nonton dulu setelah itu kita makan baru kita lanjutkan lagi jalan-jalannya."ucap Aril dan Nyia menyetujuinya dan mereka masuk kedalam Bioskop.


Aril memiliki film komedi romantis sebab ia ingin meluluhkan hati Nyia dulu, barulah ia bergegas untuk menjalankan tugasnya untuk mendapatkan tubuh Nyia.


*


*


Fia sudah menjemput Nyia akan tetapi adiknya yang tidak ada sehingga ia langsung melacak ponsel Nyia, Fia melihat jika Nyia ada di sebuah Mall di daerah mereka dan Fia tahu betul jika Adiknya tidak memiliki uang. "Bersama siapa dia, apa dia pergi bersama dengan temannya atau pacar?"ucap Fia ia tidak bisa tinggal diam sebab Nyia masih terlalu kecil untuk berpacaran.

__ADS_1


Fia langsung mengemudikan motornya menuju Mall tersebut dengan mengendarai motor Matic miliknya, setelah sampai ia langsung bergegas masuk sambil terus melihat dimana keberadaan Nyia.


Fia melihat jika Nyia masi ada didalam Bioskop sehingga ia menunggu Nyia sambil makan, di Mall tersebut ia terus-menerus melihat keberadaan Nyia sebab ia tidak mau terlewatkan dimana Adiknya berada.


"Bang, setelah ini kita makan bukan?"tanya Nyia yang melihat film yang mereka tonton akan segera berakhir. "Iya, ayo film sudah usai."ucap Aril dan mereka berdua keluar saat mereka berdua berjalan menuju restoran yang ada di Mall, tas sekolah Nyia di tari dari belakang oleh seseorang sontak membuat menjerit. "Aaahhhkkk!" Aril langsung menoleh dan ia langsung membulatkan matanya sebab ia melihat Fia.


"Bagus, ada hubungan apa kalian?"tanya Fia sambil melepaskan tas sekolah Nyia lalu mereka saling bertatapan. "Katakan?"ucap Fia sekali lagi dan Nyia menatap wajah Aril. "Tidak ada, kami hanya ingin berjalan-jalan saja bukankah Nyia adikku juga."jawab Aril dan Fia tidak bisa percaya begitu saja olehnya.


"Sekarang kita pulang."ucap Fia yang menarik tangan Nyia akan tetapi Aril menahannya. "Kita makan dulu, karena Nyia sudah lapar dari tadi."ucap Aril dan Fia langsung menatap tajam kearah Nyia. "Benar, aku lapar, Kak."sambung Nyia dan Fia menyetujuinya kini mereka makan bersama-sama dan Aril terus-menerus menatap wajah Nyia, membuat Fia curiga akan tetapi ia tidak memperdulikan sebab ia tidak peduli.


*


*


Isyah duduk di ruang tamu sambil menonton film kesukaannya lalu Amit pulang dan Isyah tidak menyadari, Amit berjalan perlahan lalu ia duduk di samping Isyah dan mencium kening Isyah sontak membuat Isyah terkejut."Eh, Abang sudah pulang."ucap Isyah yang langsung mencium tangan Amit lalu ia duduk di bawa seperti biasa, ia membuka sepatu Amit dan melepaskan kaus kaki Amit.


Pak Ben tersenyum melihat anaknya sudah mulai mencintai wanita pilihannya, lalu ia langsung bergegas masuk kedalam kamarnya.


Amit dan Isyah masuk kedalam kamar dan Amit langsung bergegas mandi dan Isyah langsung menyiapkan baju Amit, setelah selesai ia bergegas keluar untuk menyimpulkan makan malam bersama keluarganya. "Kok perasaan aku gak enak, apa ada yang terjadi atau hanya perasaanku saja."pikir Isyah dalam hatinya.


*

__ADS_1


*


Aril pulang sendiri sebab Fia dan Nyia mengendarai motor Matic dan setelah sampai mereka langsung masuk kedalam rumah masing-masing, Aril berjalan masuk kedalam rumahnya dan ia melihat Isyah sedang menyusun makanan ia langsung menghampiri Isyah. Dengan perlahan ia memeluk Isyah dari belakang dan Isyah mengira jika Amit yang memeluknya.


"Bang, kok cepat sekali mandinya."ucap Isyah yang tersenyum lalu ia membalikan badannya, ia langsung menjauh saat melihat Aril yang memeluknya barusan. "Bang, jangan kurang ajar sama Isa."ucap Isyah dengan sangat kelas.


"Sa, Abang tuh kangen sama kamu."ucap Aril yang mengedipkan sebelah matanya membuat Isyah takut. "Bang Amit."ucap Isyah dan Aril langsung cepat-cepat pergi dari sana menuju kamarnya. Isyah tertawa melihat Aril berlari dengan sangat cepat sebab ia hanya berbohong saja.


"Sepertinya aku harus hati-hati, karena dia bisa saja membuatku berada didalam masalah. Dan aku tidak akan seceroboh tadi aku akan waspada."batin Isyah.


*


*


.Fia melihat Nyia melepaskan hijab lalu ia melirik kearah kalung yang melingkar di leher Nyia. "Aril."ucap Dia sontak saja membuat Nyia langsung membuka mulutnya lebar-lebar. "Maksudnya?"tanya Nyia yang tidak tahu maksud Fia.


"Itu kalung kamu, apa Aril yang memberikannya?"tanya Fia dan Nyia menganggukkan kepalanya lalu Fia menepuk keningnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2