
Satu bulan kemudian ...
Sudah satu bulan sejak, Amit dan Isyah berbulan madu dan kini mereka sudah di rumah dan beraktivitas seperti biasanya, pagi ini Isyah merasa sangat pusing dan ia tidak masuk sekolah hari ini. "Sa, apa kita ke rumah sakit saja?"tanya Amit dengan sangat cemas akan keadaan Isyah yang sudah seminggu ini selalu demam dan pusing.
"Enggak, usah. Isa baik-baik saja kok."ucap Isyah dengan sangat lemas sambil menatap wajah Amit yang ada di hadapannya. "Apa kamu hamil?"tanya Amit dan Isyah membulatkan matanya sebab ia sudah telat datang bulan.
"Isa udah telat, Bang."jawab Isyah dan Amit membuka matanya lebar-lebar. "Telat mau kemana?"sahut Amit membuat Isyah menepuk keningnya.
"Bukan pergi, maksudnya telat datang bulan."ucap Isyah dan Amit langsung memeluk Isyah dan mencium seluruh wajah Isyah. "Kamu tunggu di sini, Abang beli alat tes kehamilan dulu."ucap Amit yang bergegas pergi dari kamar Isyah.
30 menit kemudian ...
Amit masuk kedalam kamar Isyah sambil membawa sebuah alat tes kehamilan dan ia langsung menghampiri Isyah."Sa, cepat kamu tes dan hasilnya kita beritahu semuanya mereka sudah menunggu di bawa."ucap Amit dan Isyah langsung bangun sebab ia sangat terkejut. "Mereka?"
"Iya, semua keluarga kita sudah menunggu."jawab Amit membuat Isyah langsung menghembuskan nafasnya dalam-dalam. "Jika hasilnya negatif?"tanya Isyah dengan sangat lemas. "Maka kita harus membuat lagi."jawab Amit sambil mencium wajah Isyah. "Abang keluar dan kami akan menunggu kedatangan mu, sayangku ..."ucap Amit yang berlalu pergi dari kamar.
Isyah mulai berjalan masuk kedalam kamar mandi dan ia langsung menampung urine miliknya kedalam wadah kecil, dan ia mulai memasukkan alat tes kehamilan kedalam urine miliknya dan beberapa detik kemudian muncul hasilnya.
*
*
Semua orang yang menunggu kedatangan Isyah kecuali Nyia yang menatap tajam kearah Aril, sebab mereka kemarin memiliki peristiwa yang membuat Nyia tidak bisa memanfaatkan Aril sampai kapanpun. "Nyia, bisa bicara sebentar?"ucap Aril yang melirik kearah keluarga yang sedang berbicara, Nyia tidak menjawab sehingga ia langsung bangun dan berjalan menuju luar.
Isyah datang sambil membawa alat tes kehamilan miliknya dan ia di sambut hangat oleh keluarganya. "Anak, Mak. Sini duduk di sini dan apa hasilnya?"tanya Bu Jima sambil mengelus-elus kepala Isyah. "Iya, Papa tidak sabar dengan jawabannya,"sambung Pak Ben dengan sangat antusias sebab ia ingin memiliki cucu.
__ADS_1
"Positif."jawab Isyah dan Amit langsung berlompatan dan ia langsung menghampiri Isyah dan ia mencium wajah Isyah. "Sa, kota bakalan jadi orang tua."ucap Amit dengan sangat gembira begitu juga dengan semua orang.
"Besan, kita akan menjadi Kakek."ucap Pak Ben dan Pak Salam bersamaan. "Isa, jaga kesehatan dan apa saya yang Isa minta akan Mak turuti."ucap Bu Jima yang memeluk anaknya.
Isyah sama sekali tidak memperlihatkan kebahagiaan dirinya ia hanya diam dan tersenyum pura-pura, agar semua orang tidak tahu jika dirinya sama sekali tidak bahagia karena ia masih sekolah pikirnya.
*
*
Nyia duduk di bangku bersama dengan Aril dan terlihat jelas jika Nyia sangat kesal padanya. "Maaf, jika aku membuat mu bersedih dan ini semua karena aku mencintaimu ..."ucap Aril membuat Nyia emosi.
Plak,,,,,
"Jangan pernah ucapkan itu lagi, sebab aku tidak ingin mendengarkan ucapan mu lagi karena aku sudah mencintai Ken, Ken, Ken!"teriak Nyia sambil bergegas pergi menuju rumahnya sebab ia tidak bisa menerima perasaan Aril.
Flashback on ...
"Siapa dia, kenapa dia selalu saja mengusik kehidupan kita bahkan hubungan kita."tunjuk Ken kearah Aril yang tegah duduk di depan mobilnya. "Sepertinya kita sudah kenal, sebab kau itu hanyalah bawahan Amit saja."jawab Aril membuat Ken semakin kesal.
"Jaga ucapan mu itu, Nyia sekarang kamu pilih bersama dia atau sama aku?"tanya Ken dan Nyia hanya diam saja ia tidak bisa menjawab.
"Bagus, sekarang kita putus jangan pernah datangi aku lagi sampai kapanpun itu!"teriak Ken yang bergegas pergi dan Nyia mengejar Ken.
"Sayang, tunggu aku tidak mau putus!"teriak Nyia sambil terus mengejar Ken sehingga ia terjatuh. "Aaahhhkkk, Sayang tunggu!"teriak Nyia sambil menangis tersedu-sedu menatap kepergian Ken.
__ADS_1
"Nyia, sudahlah jangan seperti ini."ucap Aril yang mendekati Nyia dan hendak membantu Nyia bangun. "Pergi!"teriak Nyia dan Aril langsung bergegas pergi sebab ia sudah puas saat Nyia dan Ken sudah putus.
Flashback off ...
Keluarga Pak Ben berkumpul bersama dan kini mereka sedang makan siang bersama-sama, hanya saja disana tidak ada Nyia dan Aril sebab mereka sama-sama menenangkan dirinya masing-masing.
"OTW, jadi Aunty."ucap Fia dan semua orang tertawa-tawa bahagia mendengar kabar kehamilan Isyah.
"Kami sangat bahagia kamu hamil."ucap Pak Ben yang mewakili suara semua orang yang ada di sana, Isyah hanya tersenyum sebab kepalanya sangat pusing dan ia juga tidak merasa bahagia akan kehamilannya saat ini.
"Semoga, semuanya baik-baik saja setelah Isyah melahirkan."ucap Amit sambil memegang tangan Isyah dan mereka tersenyum bahagia.
Tamat.
Hai teman-teman semuanya, terimakasih banyak sudah mau mampir ke Novel recehan saya ini.
Jangan lupa untuk hampir ke Novel Author yang lain.
Novel Ongoing: Judul 👉 Pengantin Kecil Ku.
Novel Tamat.
Judul 👉 Menikahi Calon Mertua.
Novel Tamat.
__ADS_1
Menikahi Calon mertua season 2. Cinta Twins D (Dilan/Dilara)