Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 48


__ADS_3

Isyah sudah mulai membaik lalu mereka sudah langsung pulang sebab Isyah tidak mau berlama-lama di rumah sakit, setelah Amit mengambil obat untuk Isyah ia membantu Isyah berjalan. "Sa, Abang gendong aja."ucap Amit yang merasa sangat kasian melihat Isyah berjalan dengan perlahan. "Enggak usah, Bang."jawab Isyah dengan senyuman manisnya dan didalam hatinya ia bersorak-sorak girang, sebab Kutub Utara yang sangat dingin sudah mencari beberapa hari terakhir ini.


Sesampainya mereka di rumah ...


Isyah dan Amit masuk kedalam dan terlihat rumah sangat sunyi karena semua orang sudah tidur, sebab saat ini sudah pukul tiga pagi dinihari dan mereka berdua langsung masuk kedalam kamar. "Sa, Abang pijatin ya."ucap Amit yang membantu Isyah tidur di tempat tidur mereka. "Abang, istirahat saja sebab besok pagi Abang bekerja bukan?"jawab Isyah dengan sangat lembut dan Amit langsung tersenyum.


"Jika papa tahu kamu sakit, apa papa akan memperbolehkan Abang bekerja?"ucap Amit dan Isyah mengingat kembali jika dirinya sakit sedikit saja maka, Pak Ben tidak akan mengizinkan Amit bekerja dan ia akan meliburkan Amit selama Isyah sakit.


"Iya."jawab Isyah dan Amit langsung bergegas mengambil minyak urut lalu ia hendak membuka baju Isyah. "Tidak, apa aku harus membuka bajunya."pikir Amit dalam hatinya.


"Bang, kayanya Isa pakai sarung aja biar. Abang mudah untuk memijat tubuh Isa."ucap Isyah yang mengambil sarung di sampingnya, lalu ia mulai memakai sarung dan melepaskan bajunya dan juga bra nya. Amit hanya terdiam saat melihat tubuh Isa jelas ada didepan matanya. "Sudahlah, tidak usah cemas pasti bang Amit tidak akan menyentuh ku sebab aku tidak ada didalam hatinya. Meskipun aku tidak menggunakan baju saat ini."pikir Isyah dalam hatinya.


Amit mulai memijat tubuh Isyah dengan perlahan sambil menatap kearah lain sebab ia merasa tidak bisa menahan hasratnya, tanpa sadar ia tertidur pulas di samping tubuh Isyah sebab ia terlalu lama memijat tubuh Isyah. Tanpa sadar ia memeluk Isyah dan sarung yang di kenakan oleh Isyah terlepas dan ia hanya menggunakan celana saja.


Amit merasa tengah *******-***** benda kenyal dan ia berfikir itu adalah sebuah balon, dan ia melanjutkan tidurnya kembali dengan sangat nyenyak sambil memeluk Isyah.


*

__ADS_1


*


Pagi hari tiba Fia mendapatkan kabar jika Isyah sakit dan ia sudah bersiap-siap untuk menjenguk Isyah, bersamaan dengan Nyai yang akan berangkat Sekolah kini mereka sudah berjalan masuk kedalam rumah Pak Ben. Lalu mereka bertemu dengan Pak Ben di ruang tamu dan mereka berdua mencium tangan Pak Ben.


"Assalamualaikum, Pak."ucap Nyai dan Fia bersamaan. "Wa'alaikumsalam, kalian masuk saja kedalam kamar Isa dia pasti sudah bangun karena tadi malam mereka baru pulang dari rumah sakit."ucap Pak Ben dan Fia langsung bergegas pergi menuju kamar Isyah bersama dengan Nyia. Saat Fia mengetuk-ngetuk pintu kamar Isyah dan tidak ada jawaban sehingga ia membuka pintu kamar Isyah dan ternyata tidak di kunci.


Fia melihat jika Isyah tidak menggunakan baju dan sedang berpelukan dengan Amit sontak saja membuatnya langsung menutup kembali pintu. "Kenapa?"tanya Nyia yang belum sempat melihat kedalam kamar Isyah. "Mereka sudah, ah. Mata ini kenapa juga harus melihat pemandangan itu, untung saja Nyai belum melihat mereka berdua. Lagian juga kenapa mereka tidak mengunci pintu kamar."pikir Fia dalam hatinya.


"Sebaiknya, kita pergi saja sebab tidak ada mereka didalam."ucap Fia yang menarik tangan Nyia keluar. "Mana mungkin tidak ada, kan pak Ben sudah bilang jika mereka ada didalam kamar?"ucap Nyai sambil mengikuti langkah Fia keluar. "Sudah, jangan banyak bicara kita pergi saja ... "ucap Fia yang berjalan menuju motor matic milik Bapaknya dan ia langsung naik begitu juga dengan Nyai. "Dasar mak lampir, Nyai cuma bertanya saja."ucap Nyai sambil menjulurkan lidahnya dari belakang sehingga Fia tidak tahu.


*


*


Amit langsung bergegas mengambil selimut dan ia langsung menutupi seluruh tubuh Isyah, ia mengambil ponselnya dan ia melihat ada pesan masuk dari Papanya yang menyuruhnya untuk tetap di rumah sampai Isyah sembuh. "Ye,"Amit menutup mulutnya lalu ia melihat jika Isyah tidak terbangun karena suaranya.


Amit merasa sangat bahagia tidak seperti biasanya jika ia harus libur kerja karena merawat Isyah sakit, perlahan ia masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajahnya lalu ia berjalan keluar. Ia berjalan menuju dapur dan ia membuatkan sarapan pagi untuk Isyah dan ia membuatkan roti tawar isi selai strawberry. Ia juga membuatkan susu untuk Isyah setelah selesai ia hendak membawanya dan ia berpapasan dengan Erla.

__ADS_1


"Pagi, Abang ipar sekaligus Om ipar."ucap Erla dan Amit hanya tersenyum lalu ia berlalu pergi sebab ia tidak menyukai Erla, Amit masuk kedalam kamar dan ia meletakan makanannya di meja. "Mau di bangunin kasihan, jika tidak juga kasihan sebab dia belum minum obat."ucap Amit yang ragu-ragu ingin membangunkan Isyah.


Perlahan ia mendekati Isyah dan ia membangunkan Isyah dengan menggoyang tubuh Isyah. "Sa, bangun makan dan minum obat."ucap Amit dan Isyah membuka matanya dengan perlahan. "Uuummm, sudah pagi."ucap Isyah dengan suara keras khas orang baru bangun tidur lalu ia mengingat jika dirinya tidak memakai baju. "Bang, Isa mau pakai baju dulu ... "ucap Isyah dan Amit langsung mengambilkan baju Isyah berserta juga bra sebab ia tahu jika Isyah tidak memakainya, di karenakan diri sudah melihat dan memegang gunung kembar milik Isyah walaupun tanpa sadar.


*


*


Saat Nyia hendak berjalan masuk kedalam sekolahnya akan tetapi tangannya di tari oleh seseorang dari belakang, dan membawanya masuk kedalam mobil sontak membuat dirinya takut. "Lepaskan, siapa kamu?"ucap Nyia yang menutup kedua matanya menggunakan tangannya. "Ini aku, kenapa kamu tidak membalas pesan ku dan menjawab telepon ku?"ucap Ken dan Nyai langsung membuka matanya lalu ia bernafas lega sebab bukan orang asing yang membawanya.


"Sebab ponsel, Nyia. Di sita sama kak Fia soalnya nilai sekolah Nyai kemarin jelek."ucap Nyai dan Ken mengusap kasar wajahnya. "Emangnya ada apa, kok, Om selalu menghubungi Nyia terus?"tanya Nyia sambil menatap wajah Ken.


"Karena, karena ... Mau berkenalan dengan kakak mu."jawab Ken dengan asal lalu Nyia tersenyum. "Oh, kalau begitu dekat saja dengan kak Fia dia masih jomblo."jawab Nyia dan Ken menepuk keningnya sebab ia sudah salah mencari alasan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2