
Ya Allah, sembukan penyakit papa aku akan melakukan apa saja agar papa bisa sembuh. Batin Amit.
"Baiklah, saya kemari juga ingin mengambil obat untuk papa saya."ucap Amit dengan sangat lembut.
"Baik, saya siapkan sebentar."Dokter Iyan mengambil beberapa vitamin sebab Pak Ben tidak sakit.
"Ini obatnya, saya harap anak-anaknya bisa membuat beliau bahagia setiap harinya dan apa yang diinginkan akan kalian penuhi semuanya,"ujar Dokter Iyan.
"Baik, Dok. Saya permisi dulu."ucap Amit ya.g mengambil obat dari tangan Dokter Iyan lalu ia bergegas pergi dari ruangan Dokter.
Amit berjalan menuju perlahan sebab ia sangat sedih dan terkejut dengan apa yang ia dengar tadi.
"Aku harus bagaimana, apa aku turuti saja kemauan papa dengan aku menikahi Isa dan kami segera memberikan cucu untuk papa, tapi. Isa sudah hamil bukan dengan Aril lalu untuk apa aku yang memikirkan semua ini, Sebaiknya aku temui Aril."ucap Amit yang bergegas masuk kedalam ruangan Papanya.
Ceklek!
Amit mendekati Isyah yang sedang memberikan Papanya makan lalu ia memberikan obat pada Isyah.
"Berikan obat ini pada, Papa. Abang mau keluar sebentar ada urusan yang sangat penting."ucap Amit yang bergegas pergi.
"Biarkan saja dia pergi, bukankah ada kamu disini yang menemani Papa."ucap Pak Ben dengan sangat lembut.
"Iya, Papa cepat habiskan makanan lalu Papa minum obat ini."ucap Isyah dan Pak Ben tersenyum.
...
Amit melajukan mobilnya menuju rumahnya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai, dan segera menghajar adiknya sebab sudah membuat kekacauan yang terjadi pada saat ini.
Setelah sampai ia langsung bergegas masuk kedalam dan ia langsung berjalan menuju kamar Adiknya.
Tok, tok.
"Keluar!"teriak Amit sambil terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Aril.
Aril yang sedang istirahat langsung cepat-cepat bangun dan langsung membuka pintu kamarnya.
Ceklek!
Bung!
Bung!
Amit memukul wajah Aril hingga dua kali sontak membuat Aril sangat terkejut.
__ADS_1
"Ada apa ini?"tanya Aril sambil memegang bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Amit.
"Kau bertanya, sekarang papa masuk rumah sakit ini semua karena ulah mu!"bentak Amit membuat Aril sangat terkejut, pasalnya ia tidak tahu kalau Papanya masuk rumah sakit.
"Apa papa masuk rumah saki?"
"Kau sudah menghamili Isa, dan papa meminta aku untuk menikahi Isa dan sekarang aku minta kau yang harus bertanggung jawab!"teriak Amit membuat Aril terkejut pasalnya ia tidak merasa sudah menghamili Isyah.
"Aku tidak menghamili Isa, bahkan aku belum pernah menyentuh dia,"ungkap Aril membuat Amit sangat kesal.
Bung!
"Ini pukulan sebab kau tidak mau mengaku!"
Bung!
"Ini pukulan sebab kau penyebab permasalahan ku terjadi!"
Aril terjatuh di lantai dan Amit langsung bergegas pergi.
"Sial, wanita gila itu sudah menuduhku. Bagaimana ini Amit sangat mempercayai wanita gila itu ketimbang aku adiknya sendiri."ucap Aril dengan sangat lemas sambil mengatur nafasnya.
..
Sial, aku harus menikahi wanita itu untuk kesembuhan papa sebab aku tidak ingin melihat papa sedih, apa lagi saat ini papa sedang sakit membuat aku sangat sedih ... Batin Amit.
Setelah sampai ia memarkirkan mobilnya di parkiran Rumah sakit, setelah itu ia berjalan menuju ruang rawat Papanya dan ia langsung masuk saja.
Ceklek!
Amit masuk kedalam dan ia melihat Papanya sudah tidur dan Isyah masih terjaga, perlahan ia mendekati Isyah di sofa dan ia menatap wajah Isyah.
Eh, kok kutub Utara ini melihat aku seperti itu. Membuat aku takut apa jangan-jangan jiwa psikopat dia akan keluar. Batin Isyah.
"Ikut aku ..."bisik Amit di telinga Isyah membuat Isyah merinding.
Amit berjalan dan Isyah mengikuti langkahnya sampai di luar, Amit duduk dan Isyah juga duduk dengan rasa takut yang mendalam.
Ya Allah lindungilah hamba, dari Kutub Utara ini Kulkas dua pintu dan bunglon dan Psikopat ini. Batin Isyah.
"Abang mau sampaikan sakit papa."ucap Amit pelan membuat Isyah membulatkan matanya, sebab ia sudah salah sangka pada Amit tadi.
Haduh, Isa kamu ini apa apaan bang Amit hanya ingin menyampaikan penyakit papa saja. batin Isyah.
__ADS_1
"Iya,"ujar Isyah.
"Kata Dokter papa sakit parah dan penyakitnya langkah, dan entah bisa di sembuhkan atau tidak dan kita sebagai anak kita harus ..."Amit menghentikan ucapannya sebab ia masih ragu akan keputusannya.
Apa keputusan ini tepat, Amit ini semua untuk Papa dan semuanya kamu lakukan karena kamu sayang papa. Batin Amit.
"Kita harus?"tanya Isyah dengan sangat serius.
"Kita sebagai anak harus membahagiakan papa, dan semua keinginan yang belum terpenuhi kita harus segera memenuhinya,"ungkap Amit Amit membuat Isyah meneteskan air matanya.
"Bang, ini semua salah Isa kalau saja Isa tidak bodoh maka semuanya tidak akan terjadi ... Hiks, hiks, hiks ..."Isyah menangis sambil menatap wajah Amit.
"Bodoh?"ucap Amit yang sangat penasaran akan ucapan Isyah barusan.
Isyah berhenti menangis lalu ia mengembuskan nafasnya dalam-dalam dan ia menatap wajah Amit.
"Sebenarnya Isa dan bang Aril, kami tidak melakukan apa-apa tapi. Karena Isa masih polos Isa kira kami ber***man itu bisa menghilangkan keperawanan. Untung saja Isa ceritakan pada kak Fia dan dia menjelaskan semuanya,"ungkap Isyah membuat Amit menepuk keningnya.
"Isa, kamu ini sudah menyebabkan kesalah pahaman pada semua orang bahkan untuk apa, kamu membeli alat tes kehamilan?"tanya Amit sambil mengusap kasar wajahnya.
"Untuk apa Isa membelinya, kalau saat ini Isa sedang datang bulan bahkan Abang juga yang membeli jamu beberapa hari lalu?"jelas Isyah membuat Amit menepuk keningnya.
Ya ampun, kenapa aku tidak bisa berfikir jernih sampai-sampai aku berfikir sampai sejauh ini sepertinya aku harus mengambil keputusan ini demi Papa. Batin Amit.
"Syukurlah, kalau begitu kita harus menuruti keinginan papa untuk segera menikah."ucap Amit membuat Isyah membuka mulutnya lebar-lebar.
"Bang, umur Isa masih sangat mudah bahkan Isa belum lulus sekolah bagaimana semua ini dan ..."Amit menutup mulut Isyah menggunakan tangannya sebab ia sangat pusing mendengar ucapan Isyah.
"Diam dan dengarkan Abang bicara."ucap Amit yang menatap wajah Isyah dan ia masih menutup mulut Isyah.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Kalau kalian ada saran dan kritikan komen saja ya.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.