
Amit tersadar dan hari sudah pagi, ia melihat Isyah sedang di periksa oleh Dokter Iyan lalu Dokter tersebut tersenyum.
"Isyah, sudah boleh pulang. Akan tetapi tidak boleh beraktivitas dulu sebab keadaan kamu belum sepenuhnya pulih,"jelas Dokter Iyan dan Isyah tersenyum.
"Terimakasih, Dok. Saya akan istirahat agar saya cepat pulih ..."ucap Isyah yang tersenyum ketika Dokter Iyan melepaskan jarum infus miliknya.
"Harus, itu. Kalau begitu saya permisi dulu ini sebelum pulang ambil resep obat untuk mu ya."ucap Dokter Iyan yang berlalu pergi.
Amit bangun lalu ia menghampiri Isyah, lalu ia mengambil resep obat yang di berikan oleh Dokter tadi.
"Tunggu disini, Abang akan mengambilkan resep obat untuk mu terlebih dahulu."ucap Amit yang berlalu pergi.
Amit berjalan menuju apotik rumah tersebut setelah sampai ia langsung menebus obat untuk Isyah, setelah siap ia berjalan sambil mengingat-ingat kembali mimpinya semalam dan terus mengusik pikirannya.
"Difa sayang, kamu ada disini?"ucap Amit yang sangat bahagia melihat Difa di hadapannya.
"Amit, lupakan aku ... Ada wanita yang akan menggantikan posisi aku di hatimu itu, dia wanita yang baru memasuki kehidupan mu, wanita itu juga mirip dengan ku dan dia juga memakai hijab,"ucap Difa yang bergegas pergi.
"Difa, tunggu! aku tidak mau mencintai wanita lain selain diri mu!"teriak Amit sambil mengejar Difa.
Amit sudah sampai di ruang rawat Isyah lalu ia duduk sambil termenung dan Isyah tengah bersiap-siap untuk pulang, ia menghampiri Amit dan duduk di samping Amit sambil menatap wajah Amit.
"Ayo, kita pulang."ucap Isyah dengan sangat lembut, Amit menoleh dan ia tersenyum kepada Isyah.
"Ayo, tapi. Abang gendong sampai didalam mobil takutnya kamu kelelahan ..."ucap Amit sambil bangun lalu ia menggendong tubuh Isyah.
Setelah itu ia berjalan menuju parkiran dimana mobilnya di parkiran sepanjang jalan mereka, terus saja menjadi perhatian banyak orang sebab mereka terlihat sangat mesra dan seperti pasangan serasi.
Setelah sempai didalam mobil Amit menurunkan tubuh Isyah dengan perlahan, lalu ia menutup pintu mobil setelah itu ia berjalan dan membukakan pintu mobil untuknya.
Kalau keadaan kayak gini baru dia mau menggunakan mobil ini, untuk saja dia naik motor kalau tidak. Mungkin aku sudah mati di jalan sebab aku terlalu lemas ... Batin Isyah.
Amit mulai melajukan mobilnya menuju rumahnya dengan perlahan ia melirik jam tangannya, yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan ia masih ada waktu satu jam lagi pergi ke Kantor.
"Sa, Abang nanti pergi ke Kantor. Kamu di rumah saja jangan pergi-pergi kalau perlu kamu suruh Fia untuk nemani kamu, Abang gak mau kalau sampai kamu kenapa-kenapa. Siang Abang akan pulang sebentar setelah itu akan kembali lagi ke Kantor."ucap Amit dengan sangat panjang membuat Isyah tak bisa mengerti.
Aku lagi pusing mana biasa aku dengerin omongan dia, jawab iya aja deh, batin Isyah.
__ADS_1
"Iya, bang ..."jawab Isyah dengan sangat lembut.
Sebenarnya dia itu mengerti tidak sih, apa jangan-jangan dia hanya iya saja padahal dia sendiri tidak mengerti sama sekali ... Batin Amit.
Setelah sempai di rumah Amit langsung bergegas menggendong tubuh Isyah masuk kedalam, setelah mereka didalam mereka tidak melihat siapa-siapa sehingga Amit langsung membawa Isyah masuk kedalam kamar Isyah.
Bang Amit ini lebay, aku bisa jalan sendiri tanpa harus dia menggendong ku seperti anak kecil, batin Isyah.
Amit meletakan tubuh Isyah dengan perlahan di tempat tidur milik Isyah, lalu ia menaruh obat Isyah di meja kecil setelah itu ia langsung keluar.
"Ini ponsel aku, sebaiknya aku permisi aja sama Bu guru takut aku dapat nilai jelek."ucap Isyah.
Isyah hendak menanyakan ponselnya akan tetapi ia tidak bisa menyalakan ponselnya.
Bagaimana ini aku akan mengirimkan pesan kepada Bu guru, habislah aku kalau tidak minta izin. Batin Isyah.
Isyah merasa sangat khawatir akan nilainya yang akan menjadi jelek sebab ia hari ini akan libur, saat ia tengah menangis tersedu-sedu Amit datang dan langsung menghampirinya.
"Hay, ada apa?"ucap Amit sambil menghapus air mata Isyah yang terus-menerus berjatuhan.
"Gini ceritanya, Bang ..."Isyah menceritakan semuanya pada Amit dan Amit langsung bernafas panjang.
Alhamdulillah, bang Amit baik banget hari ini. Apa dia baik-baik saja ya. Batin Isyah.
Amit berjalan menuju rumah Pak Salam sebab ia akan memberitahukan kepada semua, keluarga Pak Salam kalau Isyah sedang sakit dan berada di rumah sendirian selama ia bekerja.
"Assalamualaikum ..."ucap Amit sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Pak Salam.
Tak berselang lama akhirnya pintu rumah Pak Salam terbuka dan Fia yang membukanya.
"Wa'alaikumsalam, ada apa ya, Bang Amit?"tanya Fia sambil menatap wajah Amit yang terlihat begitu serius.
"Aku hanya ingin menyampaikan bahwa Isa sakit, dia sendiri selama saya bekerja apa bisa kamu menemani dia selama saya bekerja?"tanya Amit sontak membuat Fia terkejut.
"Bisa, pasti bisa sebab dia adik kandung saya ..."ucap Fia yang bergegas masuk kedalam, sebab ia akan bersiap-siap untuk menemui Isyah.
Tidak ada sopan, dia pergi begitu saja tanpa memberikan aku dulu ... Batin Amit.
__ADS_1
Amit berjalan menuju motor yang ia parkirkan di depan rumahnya lalu ia langsung naik dan melajukan motornya, dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di Kantor ia ingin segera bekerja dan bisa cepat pulang.
....
Fia sudah bersiap untuk menemui Isyah ia berjalan menuju rumah Pak Ben setelah sampai ia langsung masuk, ia berjalan menuju kamar Isyah setelah sampai ia langsung membuka pintu kamar Isyah terlihat Adiknya sedang tidur.
Fia menghampiri Adiknya dan ia duduk di samping tubuh Isyah dengan tatapan lirih.
Sayang, pasti dia terlalu lelah dengan semuanya makanya dia sakit seperti ini. Batin Fia.
Isyah membuka matanya dan ia tersenyum melihat Kakak tersayangnya ada di sampingnya.
"Kak, rindu sekali ..."ucap Isyah dengan sangat manja.
"Udah makan?"tanya Fia.
"Udah."jawab Isyah dengan senyuman manisnya.
"Bagus, apa kamu baik-baik saja?"tanya Fia sekali lagi sebab ia sangat cemas akan keadaan adiknya.
"Coba lihat, aku baik-baik bukan. Tidak usah khawatir lagi dan apa bapak sehat?"tanya Isyah membuat Fia tersenyum.
"Sehat dia sangat bahagia bisa menjalankan bisnisnya dengan sangat lancar, bahkan dia juga akan membawa kita semua berjalan-jalan di pantai, Minggu ini."ucap Fia sambil mengingat-ingat kembali wajah Bapaknya yang sangat bahagia.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.😘