Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 58


__ADS_3

Nyia bersiap-siap untuk berangkat menuju taman sebab ia sudah membuat janji pada, Ken. Agar mereka merayakan hari jadian mereka yang ke satu harinya dan kini ia tengah bersiap-siap. "Nyia, papa memanggil mu."panggil Fia dan Nyia langsung menghembus nafasnya. "Bagaimana ini, aku sudah membuat janji pada sayangku atau cayangku, atau zayangku. Hehehe."gumam Nyia dalam hatinya.


"Nyia, buruan soalnya papa Ben menunggu kamu tuh, entah ada masalah apa soalnya serius sekali."ucap Fia yang menghampiri Nyia dan Nyia langsung berjalan dengan terpaksa mengikuti langkah Fia.


Setelah mereka sampai di rumah Pak Ben, Nyia dan Fia duduk berhadapan dengan semua orang yang ada disana, Erla, Aril, Pak Ben.


"Apa dia benar-benar akan berbicara, jika begitu dia memang ingin aku menjadi adiknya. Lalu ucapan kak Fia semuanya itu salah besar."gumam Nyia dalam hatinya.


"Nyia, Papa menyuruh mu datang untuk menjelaskan keinginan, Aril yang ingin kamu itu menjadi adiknya."ucap Pak Ben dan Fia langsung menatap tajam kearah Aril.


"Iya, Buk. Bang Aril itu cerita kalau dia pengen sekali memiliki adik wanita akan tetapi dia tidak memiliki. Bukankah kita saudara dan Ibuk jadi adiknya Bang Aril."tambah Erla dan Nyia tersenyum manis kepada Erla.


"Nyia, bukanlah Abang sudah bilang jika, Abang ini sudah menanggap kamu sebagai adik Abang sendiri."sambung Aril dan Nyia semakin tersenyum lebar lain halnya dengan Fia yang menatap tidak suka pada Aril.


"Iya, Nyia mau bukankah Abang Aril itu sudah menjadi Abangnya Nyia sejak, kak Isah menikah dengan bang Amit."jawab Nyia dan Fia membulatkan matanya.


"Anak ini, semuanya ini adalah akal-akalan dia saja sebenarnya dia menyukai mu. Bodoh."batin Fia.


"Kalau begitu semuanya sudah beres, Erla tidak cemburu bukan lalu Nyia akan menjadi adik nya Aril dan Papa harus pergi sebab ada sedikit pekerjaan."ucap Pak Ben dan semuanya menganggukkan kepalanya merek dan Pak Ben langsung bergegas pergi dari sana.


"Nyia, kamu mau kemana?"tanya Aril yang melirik Nyia sudah rapi seperti akan pergi. "Uuummm, itu. Nyia mau mengerjakan tugas sekolah dengan teman-teman."jawab Nyia sambil menatap kearah Fia dan Erla.


"Kakak, pergi dulu."ucap Fia yang bergegas pergi dari sana. "Buk, kalau mau pergi di antar saja sama, Bang Aril."ucap Erla dan Aril tersenyum manis kepada Erla.


"Tidak, nanti merebutkan. Nyia pergi sendiri saja."tolak Nyia sambil bergegas bangun dan Aril juga ikut bangun. "Tidak, Abang tidak bekerja hari ini. Erla, Abang antarkan Nyia kerja kelompok dulu."ucap Aril yang bergegas mendekati Erla dan mengecup kening Erla."Terimakasih, sayang. Karena mu aku bisa pergi bersama dengan calon istri ku."ucap Aril dalam hatinya.

__ADS_1


Nyia dan Aril masuk kedalam mobil dan Aril memasangkan sabuk pengaman Nyia dan ia tersenyum manis, ia juga mencubit hidung Nyia dan Nyia hanya diam saja karena ia sedang bingung. "Bagaimana ini, sebaiknya aku batalkan saja sebelum semuanya tahu tentang hubungan kami."gumam Nyia dalam hatinya.


📥


(Batalkan hari ini, sayang. Sebab bang Aril mengantarkan Nyia dan Nyia beralasan akan menemui teman untuk bekerja kelompok.)


Ken yang sudah rapi langsung terduduk lemas sebab dirinya tidak jadi berkencan dengan kekasihnya. "Ya, tidak jadi pergi dan ini juga untuk keamanan hubungan kami."ucap Ken sambil membaca pesan dari Nyia.


*


*


Nyia dan Aril terus-menerus bercerita sampai di taman dan mereka berjalan menuju tempat yang di tunjukkan oleh Nyia, sesampainya mereka di sana tidak ada siapapun membuat Aril tersenyum licik. "Dimana teman mu?"tanya Aril sambil menatap ke sana kemari.


"Eht, jangan dulu sebab kita sudah terlanjur datang sebaiknya kita duduk di sana saja, sambil menikmati hembusan angin semilir disini."Aril menarik tangan Nyia duduk di bangku yang sudah di siapkan oleh Ken.


Mereka duduk saling berhadapan dan Nyia terus-menerus memikirkan tentang Ken, sebab ia merasa sudah mengecewakan kekasih barunya tersebut."Sebaiknya aku mencari alasan, agar aku bisa mendatangi sayangku di bengkelnya."batin Nyia.


📥


(Sayang, jangan kemana-mana. Sebab Nyia akan menghampiri mu sebentar lagi kirimkan lokasinya.)


Ken langsung mengirimkan lokasinya dan Nyia tersenyum kini ia tinggal mencari alasan saja, agar ia bisa segera pergi dari taman tanpa di ikuti oleh Aril lagi sebab ia akan pergi menemui sayangnya ia. "Bang, Nyia mau pipis."ucap Nyia sambil tersenyum manis dan Aril tersenyum. "Pergilah, dan cepat kembali."ucap Aril dan Nyia tersenyum dan ia langsung pergi.


Nyia berjalan menuju toilet setelah aman ia langsung bergegas pergi menaiki Taksi menuju lokasi Ken, saat ia didalam Taksi barulah ia mengirimkan pesan kepada Aril jika dirinya sudah pergi."Maaf, ya bang."

__ADS_1


📥


(Bang, teman Nyia mengirimkan pesan jika kami akan berlayar bersamanya di rumahnya dan Nyia sudah pergi jangan tunggu Nyia, Bay.)


Aril membaca pesan masuk lalu ia langsung cepat-cepat bangun dan berlari untuk mengejar Nyia, saat ia sampai di mobilnya ia sama sekali tidak menemukan kebenaran Nyia sehingga ia sangat kesal."Sial, kenapa dia membohongiku. Apa dia ingin menemui laki-laki sebab itu dia tidak mau sampai aku menemaninya?"pikir Aril dalam hatinya.


*


*


Nyia sudah sampai dan kini ia langsung masuk kedalam bengkel sebab Ken sudah mengirimkan pesan, ia langsung masuk kedalam dan ia menutup pintu kembali tak lupa ia mengunci pintu tersebut sebab saat ia masuk tidak ada orang yang melihatnya.


"Kayaknya, itu kamarnya sayang."pikir Nyia yang mulai berjalan menuju kamar yang ada didepan matanya.


"Sayang."ucap Nyia sambil membuka pintu kamar dan ia melihat jika Ken tertidur pulas, ia tersenyum dan langsung menghampiri Ken. "Seingat Nyia, tadi dua menit lalu dia mengirimkan pesan jika dirinya ada didalam."ucap Nyia sambil membuka ponselnya dan tangannya di tarik oleh Ken sehingga Nyia terjatuh kedalam pelukan Ken.


"Sayang, aku tidak menyangka jika kita benar-benar berpacaran seperti ini."ucap Ken dan Nyia langsung bangun sebab ia tidak nyaman seperti tadi. "Sayang, sebaiknya kita di luar saja atau di cafe, Nyia takut kita di grebek warga."ucap Nyia dan Ken menyetujuinya sebab ia juga tidak mau terjadi apa-apa pada mereka nantinya. "Kita, ke cafe saja dan kita akan bermanja-manja di sana."ucap Ken dan mereka bergegas pergi dari bengkel menggunakan mobil Ken.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2