
Pada pagi ini keluar Pak Salam sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju rumah baru mereka yang bersebelahan dengan rumah, Pak Ben Atmajaya ya, mereka akan bekerja dengan Pak Ben sebagai tukang bersih-bersih di rumah Pak Ben.
"Pak, apa sebaiknya kita jangan terima tawaran mereka untuk bekerja disana?"tanya Bu Jima dengan sangat ragu-ragu.
"Mak, jangan seperti itu bukankah pak Ben mengatakan kalau dia ingin berbesanan dengan kita. Apa salahnya kita menerima kebaikannya bukankah kita juga akan bekerja disana,"jelas Pak Salam kepda istrinya.
"Mak, Pak, ayo mobil pak Ben sudah sampai tu,"ucap Fia yang sudah bersiap-siap meninggalkan rumahnya yang penuh dengan kenangan indahnya bersama dengan keluarganya.
"Ayo, Fia siang nanti jemput Nyia soalnya Bapak mau melihat apa saja yang akan Bapak kerjakan di rumah Pak Ben."ucap Pak Salam kepada Fia.
"Siap, Pak."jawab Fia.
Keluarga Pak Salam bergegas pergi menuju rumah baru mereka menggunakan mobil yang di kirimkan oleh Pak Ben.
..
Isyah sedang sarapan bersama dengan Pak Ben dan juga dengan Aril yang selalu tersenyum manis kepada Isyah.
"Sa, udah kamu coba produk pemutih yang kita beli semalam?"tanya Pak Ben kepada Isyah.
"Udah, Pa. mungkin dua bulan baru Isa putih soalnya produk BPOM."jelas Isyah sambil meminum segelas susu hangat.
"Em, dimana Amit kok dia belum turun juga. Kamu gak telat Sa?"tanya Pak Ben sambil melirik kearah kamar Amit.
"Enggak, Pa. Soalnya udah selesai ujian juga."ucap Isyah sambil merapikan tas sekolahnya.
"Loh, kan semalam kita udah beli tas sekolah yang baru bukan?"tanya Pak Ben sambil melihat tas sekolah Isyah yang lama.
"Kan, ini masih bagus, Pa. Kalau bapak liat pasti dia sedih sebab ini tas kesayangan bapak. Isyah gak mau lihat bapak sedih,"ungkap Isyah.
"Ya, tidak apa-apa. kalau sudah tidak bisa pakai kamu pakai saja yang baru ya."ucap Pak Ben dengan sangat lembut.
"Pa, aku saja yang mengantarkan Isyah ya?"tawar Aril ia ingin mengantarkan Isyah ke sekolah sebab ia berniat jahat pada Isyah.
Belum sempat Pak Ben menjawab Amit datang dan langsung memotong ucapan Pak Ben.
"Kau tidak usah repot-repot, untuk mengantarkan Isyah sebab itu sudah menjadi tugas ku."ucap Amit yang menatap tajam kearah Isyah.
Tumben kutub Utara ini baik banget, kalau baik kayak gitu kan ganteng lo bang Amit, batin Isyah.
"Malah bengong lagi, cepat aku akan terlambat."ucap Amit dengan sangat dingin dan berlalu pergi.
__ADS_1
"Pa, Isa pergi dulu ya."ucap Isyah sambil mencium tangan Pak Ben dan tangan Aril.
Setelah sampai di luar ia langsung naik ke atas motor sport milik Amit, entah mengapa Amit tidak mau mengendarai mobil ia lebih memilih untuk mengendarai motor sport miliknya.
"Bang, kenapa Abang tidak mau naik mobil?"tanya Isyah dengan sangat lembut namun, Amit tidak memperhatikan ucapannya dan ia malah mengebut.
Isyah merasa sangat takut sehingga ia memeluk Amit dengan sangat erat membuat Amit terdiam.
Pelukan ini membuat aku sangat nyaman, eh. Amit kau tidak boleh luluh pada si kencur ini kau harus menjalankan rencana mu. Iya rencana mu, batin Amit.
Setelah sampai di Sekolah Isyah anak-anak murid langsung menghampiri mereka dan langsung meledek Isyah.
"Sugar Deddy, mau kali di bonceng kayak Isyah ..."ucap Anak-anak murid tersebut dan ada beberapa orang juga tertawa.
"Sa, aku pergi dulu ..."ucap Amit yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Kalian semua gak ada kerjaan lagi, selain ngurusin kehidupan Isyah?"tanya Wiwit yang baru sampai.
Wiwit adalah teman satu bangku Isyah yang sangat baik pada Isyah selama ini bahkan mereka sudah bersahabat sejak kecil.
"Huuh ..."ucap anak-anak murid yang berlalu pergi.
"Sa, kamu itu sahabat aku yang terbaik."ucap Wiwit.
"Aku bakalan cerita semuanya, sebab kamu udah dua hari gak masuk Sekolah,"ucap Isyah yang mulai berjalan menuju taman.
"Aku sakit Sa, mungkin aku sudah gak lama lagi."ucap Wiwit yang mengikuti langkah Isyah.
Isyah duduk di bangku taman bersama dengan Wiwit.
"Wit, kamu jangan ngomong kayak gitu lagi aku gak mau dengar lagi."ucap Isyah yang meneteskan air matanya.
"Sa, kamu tahu aku ini dari lahir memang penyakitan,"ungkap Wiwit.
"Tetap aja, kamu gak boleh bicara kayak gitu lagi, sekarang kita ceritakan tentang aku aja."ucap Isyah yang mengalikan pembicaraan.
Isyah menceritakan kejadian yang ia alami kepada Wiwit sahabat terbaiknya dan Wiwit langsung tersenyum.
"Semoga kamu sama Aril bahagia, kapan-kapan kenali sama aku ya."ucap Wiwit dengan sangat bahagia.
"Iya, aku tuh udah pacaran sama dia dan kayaknya mala aku nikah sama dia bukannya sama Abang nya, si kulkas dua pintu itu."ucap Isyah dengan sangat kesal saat ia mengingat-ingat kembali wajah Amit dan sikap Amit padanya.
__ADS_1
"Pamali benci sama orang berlebihan, takutnya jodoh lo ..."ucap Wiwit dan Isyah berlari dan di kejar oleh Wiwit.
...
Keluarga Pak Salam sudah sampai di rumah Pak Ben dan para pelayan disana membantu Pak Salam membereskan barang-barang mereka, Pak Salam akan tinggal di rumah samping Pak Ben yang memang untuk para pelayan disana.
Rumah pelayanan aja gede banget, apa lagi rumahnya pak Ben, batin Fia.
"Pak, itu rumahnya pak Ben?"tunjuk Fia pada rumah yang sangat besar yang berada di sampingnya.
"Iya, dan adikmu sangat beruntung bisa menjadi anak angkatnya pak Ben."ucap Pak Salam sambil menyusun barang-barangnya.
"Fia, kamu bantu Emak bereskan barang-barang kita biar Bapak nemuin pak Ben."ucap Bu Jima sambil mengangkat beberapa barang miliknya.
"Siap, Mak."jawab Fia yang bergegas membantu Emaknya membereskan barang-barang mereka.
Pak Salam bergegas pergi menuju rumah Pak Ben yang sangat luas ia masuk kedalam dan ia duduk di lantai, sambil menunggu Pak Ben sampai yang di panggil oleh pelayan disana.
Pak Ben sampai dan melihat Pak Salam duduk di lantai ia langsung membangunkan Pak Salam.
"Pak, ini juga rumah Bapak sebab kita akan berbesanan."ucap Pak Ben dengan sangat lembut.
"Saya jadi gak enak, sama Pak Ben."ucap Pak Salam dengan sangat gugup sambil duduk di sofa mahal milik Pak Ben.
"Kita adalah keluarga, Isyah anak saya dan juga anak Bapak."ucap Pak Ben dengan sangat lembut.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘
__ADS_1