
Sesampainya Isyah di depan ia tidak melihat adanya motor Amit sehingga ia berlari jalan kedepan, sebab ia pikir Amit menunggunya di depan dan sama saja didepan juga tidak ada Amit membuat Isyah cemas.
"Bang Amit, kemana sih. Isa takut Bang ... Hiks, hiks, "ucap Isyah dalam tangisnya.
Amit melihat Isyah dari jarak jauh dan ia langsung tertawa-tawa lalu ia mengirimkan pesan kepada anak buahnya.
💌
(Ken, sekarang sudah cepat kerakan anak buah kita.)
Setelah menyimpan ponselnya anak buah Amit mulai menghampiri Isyah.
"Hay, adik manis ..."ucap salah satu dari anak buah Amit.
Isyah sangat terkejut melihat lima orang dewasa yang menghampirinya dengan sangat takut, ia hendak melangkah kan kakinya dan tangannya di tarik oleh Ken.
"Mau kemana, sayang ..."ucap Ken sambil memegang tangan Isyah.
"Om, jangan ganggu saya. Saya masih SMA, Om!"teriak Isyah yang mencoba melepaskan tangannya.
"Om, Om, saya masih mudah panggil saja Mas ... "ucap Ken yang di susul gelak tawanya dan juga teman-temannya.
Ya Allah, lindungilah hamba jangan sampai masa depan hamba hancur karena mereka semua, Ya Allah, datangkan Bang Amit untuk menolong hamba ... Batin Isyah.
Amit mengirimkan pesan kepada Ken, agar membawa Isyah ke tempat yang sedikit sunyi dari orang-orang.
"Om, lepaskan!"teriak Isyah yang mencoba untuk melepaskan tangannya namun, ia tidak berhasil.
"Jangan mencoba untuk melepaskan diri, karena itu tidak akan bisa, hahaha ..."Ken tertawa-tawa dan juga teman-temannya.
"Bang Amit! Tolong! Tolong!"teriak Isyah sontak saja membuat Amit merasa sangat bersalah.
Aku merasa sangat kasihan padanya, apa aku keterlaluan bisa-bisanya aku mengerjainya dengan cara seperti ini, batin Amit yang menatap Isyah dari kejauhan.
Amit mengikuti langkah anak buahnya setelah mereka sampai di tempat yang sunyi, Amit mulai mendekati mereka namun, ia menunggu Isyah menyebutkan namanya lagi barulah dia muncul.
"Lepaskan saya, Om. Percuma kalian perkosa saya toh, saya sudah tidak perawan lagi!"teriak Isyah sontak saja membuat Amit terkejut.
"Tidak mungkin, tidak ada tanda-tanda dia sudah tidak virgin lagi dan kenapa dia mengatakan hal seperti itu?"ucap Amit dengan sangat pelan sambil menatap kearah Isyah.
"Kami gak peduli, mau kamu masi perawan tau tidak yang kami mau hanya bersenang-senang saja ..."ucap Ken yang di susul gelak tawanya dan juga teman-temannya.
__ADS_1
"Benar-benar saya udah gak suci lagi, Om. Saya udah dua kali ngelakuinnya sama Bang Aril!"teriak Isyah membuat Amit terdiam.
Ini benar-benar gila, Aril sudah merenggut mahkota berharga Isyah dan sudah sebanyak dua kali, aku benar-benar sangat tidak percaya. Dan aku tidak ingin menikahi bekas Aril, batin Amit.
"Kami gak peduli!"bentak Ken membuat Isyah semakin menjerit-jerit.
"Tolong! Tolong!"
Ken sengaja menarik baju Isyah sedikit hanya untuk menakut-nakuti Isyah saja seperti apa yang, di perintahkan oleh bos mereka.
"Bang Amit, Tolong!"teriak Isyah dan Amit langsung keluar dari persembunyiannya.
"Lepaskan Isyah!"terbaik Amit sontak membuat Isyah tersenyum dan menatap wajah Amit.
"Siapa kamu, ini bukan urusan kamu!"ucap anak-anak buah Amit yang mulai menyerang Amit, sedangkan Ken ia bertugas untuk menjaga Isyah agar tidak terlepas dari pegangannya.
"Bang, tolong!"teriak Isyah.
"Sabar ..."ucap Amit yang mulai menyerang anak-anak buahnya dan semuanya terkalahkan olehnya.
"Bos, kabur!"teriak anak-anak buah Amit dan Ken langsung melepaskan Isyah lalu ia berlari pergi dengan sekencang mungkin.
Isyah mengisi kejadian tadi lalu ia berlari memeluk Amit dan menangis tersedu-sedu didalam pelukan Amit.
Ya Allah, jahat sekali hamba pada Isyah terlihat jelas dia sangat ketakutan, batin Amit.
"Iya, Abang disini. Kita pulang?"ucap Amit pelan sambil menghapus air mata Isyah yang berjatuhan.
"Iya, Bang ... "jawab Isyah dengan dan lemas.
Isyah berjalan dengan perlahan menuju motor Amit di parkiran, setelah sampai mereka langsung naik ke atas motor lalu Amit mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"Sa, jangan sedih lagi. Maaf Abang tadi pergi sebentar ada keperluan mendesak,"ucap Amit pelan sambil menoleh kearah Isyah.
"Iya, Bang. Isa cuma trauma aja sama kejadian tadi dan Isa gak marah kok sama Abang ..."ucap Isyah dengan sangat lembut sambil memeluk tubuh Amit.
Ya Allah, aku benar-benar keterlaluan sudah membuatnya trauma seper saat ini aku harus merahasiakan hal ini, batin Amit.
"Sa, jangan bilang-bilang papa tentang tadi ya, kalau papa sampai tahu habislah Abang mu ini,"pinta Amit dengan sangat lembut membuat Isyah langsung menjawabnya.
"Iya, ini semua bukan kesalahan Abang kok, ini semua udah takdir Isa ..."jawab Isyah dengan sangat lembut.
__ADS_1
Sepertinya Bang Amit benar menyesali perbuatannya, dia sudah meninggalkan aku tadi dan apa Bang Amit dengar kata-kata ku tadi ya. Kalau aku sudah gak perawan lagi kalau dia sampai dengar habislah aku ini, batin Isyah.
Amit menghentikan motornya di Swalayan sebab ia ingin membelikan air putih untuk Isyah, agar Isyah lebih tenang dan tidak ketakutan seperti tadi.
setelah membeli air putih Amit langsung kembali dan memberikan air putih kepada Isyah, dan Isyah langsung meminumnya dengan sangat cepat-cepat.
Sepertinya aku berpura-pura trauma aja, biar Bang Amit baik sama aku pasti dia merasa sangat bersalah dengan ku sebab aku trauma. Batin Isyah.
"Bang, kita pulang aja Isa takut sekali bagaimana jika mereka datang lagi, Isa trauma Bang."ucap Isyah yang menirukan suara orang yang ketakutan.
"Iya, sekarang kita pulang,"ucap Amit dengan sangat lembut sambil melajukan kembali motornya dengan kecepatan sedang.
Aku benar-benar merasa bersalah, dia masih enam belas tahun dan aku sudah membuatnya trauma, kau memang brengsek Ami, batin Amit.
Isyah memeluk Amit dengan sangat erat sebab ia akan bersikap seperti orang yang trauma, sesekali ia tersenyum sebab ia tidak kuasa melihat wajah cemas Amit dari spion motor Amit.
Jangan suka marah-marah Bang, jadi aku kerjain kan kayak gini, hehehe. Batin Isyah.
Setelah mereka di rumah Isyah dan ia meminta Amit menggendongnya masuk kedalam kamarnya.
"Bang, Isa takut sekali gendong sampai di kamar ya?"ucap Isyah dengan sangat lembut dan seperti orang yang benar-benar ketakutan.
"Baiklah,"
Amit langsung menggendong tubuh Isyah masukkan kedalam kamar Isyah, setelah sampai ia meletakkan tubuh Isyah dengan perlahan namun. Kakinya tersandung sehingga ia jatuh menimpa tubuh Isyah.
.
.
.
Bersambung.
Gimana ni, Mafia di kerjain balik dong sama anak bau kencur.🤣🤣🤣
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.😘