Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 1 Putus


__ADS_3

Aku tidak pernah menyangka kalau hubungan yang aku jalani selama 5 tahun dengan Tama pacarku harus berakhir begitu saja, padahal aku sangat berharap bisa bersama dengannya dalam ikatan pernikahan, tapi takdir berkata lain, mungkin dia memang bukan jodohku.

__ADS_1


Eh Al, ngelamun aja,ngemikirin Tama ya?? kata Anita sepupuku, Anita telah jadi teman curhatku, hanya padanya aku selalu berkeluh kesah tentang hubunganku dengan Tama. eh nit, bikin kaget aja, emm iya sih nit ak lagi mikirin Tama, apa semudah itu dia melupakanku?? udahlah Al, kalau kamu masih berharap pada Tama, yuk ke rumahnya saja, aku anterin, ajak Anita, dan aku pun mengangguk, aku berharap hubunganku dengan Tama dapat diperbaiki. Sesampainya di rumahnya, kami beruntung karena Tama sedang ada di rumah, dia kaget melihat aku dan Anita datang.

__ADS_1


Mau apalagi kamu datang kesini?? bentaknya padaku. Jangan kasar gitu dong tam, Almira kesini mau bicara sama kamu, kata Anita. udah gak ada yang perlu dibicarakan lagi nit, semua udah jelas, aku sudah tahu semuanya, Almira telah menduakanku dengan teman kerjanya kata tama penuh emosi. Nggak tam, aku gak pernah menduakan kamu, Aku dan Radit cuma teman, kataku sambil menangis. Ah udahlah simpan air mata buaya kamu itu, kamu pergi berdua kan pada malam tahun baru, bahkan kamu berbohong pada ibumu pergi denganku, kalau cuma teman gak mungkin kamu akan pergi berdua saja sama dia kata Tama. aku hanya bisa menangis, karena memang benar aku pergi dengan Radit pada malam tahun baru itu, karena itu permintaan terakhir radit kalau dia tidak akan menggangguku lagi kalau aku pergi dengannya, iya memang Radit suka padaku walaupun dia sudah tahu aku punya pacar, dan dia pun juga tahu Tama, karena Tama sering antar jemput aku, tapi sepertinya Tama tidak akan mau dengar penjelasanku lagi. Sambil nahan tangis aku dan Anita pun pergi dari rumah Tama.

__ADS_1


Keesokan harinya di kantor, moodku benar-benar gak bagus, banyak kesalahan yang aku perbuat karena tidak fokus. Al, kenapa mukanya jadi kusut gitu, habis diputusin pacar ya?? begitu aku nengok ternyata si biang kerok Radit yang menyapa aku, Bukan urusanmu, kataku ketus, sambil berjalan melewati nya, tapi dia tetap ngejar aku, sambil berkata, berarti benar dong perkataanku kamu putus dengan pacarmu, berarti aku ada kesempatan dong buat dapetin kamu? sambil nahan amarah, ingin rasanya aku tonjok mukanya yang udah jelek itu biar tambah jelek, Mau aku putus apa enggak itu bukan urusanmu? dan sampai kapan pun aku gak akan pernah sudi jadi milikmu kataku dan berlalu dari hadapannya. Cepat atau lambat kamu pasti akan jadi milikku Almira, batin Radit.

__ADS_1


Sebulan sudah berlalu, sejak putusnya hubunganku dengan Tama. saat di rumah ibuku bertanya, kok akhir2 ini Tama gak pernah berkunjung kerumah lagi Al, hubungan kalian baik-baik saja kan. Kami udah putus bu, sebulan yang lalu, jawabku sambil menunduk. Kok bisa sih Al, padahal ibu sudah anggap Tama seperti anak sendiri, kata ibuku sedih. ya mungkin jodoh kami emang sampai disini bu kataku sekedarnya tak ingin membahas lagi, Aku berangkat kantor dulu ya bu kataku sambil mencium tangan ibuku, iya nak hati-hati.

__ADS_1


__ADS_2