Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 11


__ADS_3

Aku begitu terpukul dan sakit hati banget mendengar kata hinaan yang keluar dari mulut Tama tentang diriku, sehina itukah aku dimatanya ? dan kenapa mendengar belaan dari Radit, membuatku sedikit nyaman, walaupun dia lah yang sebenarnya yang menyebabkan semua ini, tapi tidak bisa aku pungkiri kalau cintanya memang tulus terhadapku. Dan seperti biasa hanya Anita tempat ku untuk berkeluh kesah.


Mendengar ceritanya Almira membuat Anita marah dan geram terhadap Tama, tanpa basa basi lagi dia langsung menemui Tama di rumahnya.


Tama, kamu itu benar benar keterlaluan ya kata Anita marah marah. Apa apaan sih kamu Anita, datang marah marah gak jelas kayak gini kata Tama. ini tentang Almira, aku sudah tahu apa yang kamu perbuat terhadapnya, bisa bisanya kamu menghina Almira di depan umum seperti itu, Almira bukan wanita seperti itu, dan harusnya kamu tahu itu tama. Oh cuma karena itu, kalau bukan namanya perempuan murahan terus apa sebutan untuk wanita yang hamil sebelum menikah, dulu Almira bilang tidak ada hubungan apa apa dengan cowok itu tapi nyatanya apa? dia tiba tiba menikah dengannya dan bahkan hamil kata Tama tak kalah emosi. Kamu tidak akan pernah bisa ngomong seperti itu jika tau kejadian yang sebenarnya teriak Anita. karena tidak tahan lagi Anita akhirnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Almira dia tidak ingin Almira di cap sebagai wanita murahan. Raut wajah Tama seketika berubah mendengar penjelasan dari Anita. Anita kemudian meninggalkan Tama yang masih syok. Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan terhadap Almira, kata Tama dalam hati, dia menyesal telah mengatakan kata kata hina terhadap Almira, dia kemudian memutuskan untuk menghubungi Almira lewat chat.

__ADS_1


Tama : Almira, ini aku Tama, apa kita bisa ketemu ada hal yang mau aku omongin


Almira : mau ngomong apalagi, blm puas kamu menghina aku di depan umum ?


Tama : Bukan begitu Al, Aku hanya ingin minta maaf dan aku ingin minta maaf secara langsung ke kamu, Anita sudah mengatakan semuanya apa yang sebenarnya terjadi

__ADS_1


...****************...


Katakan lah apa yang ingin kamu omongin lagi? kataku ketika bertemu dengan Tama. Tama ingin memegang tanganku tapi segera aku tepis, bagaimanapun juga aku sudah menjadi istri orang. Aku benar benar minta maaf Almira, atas kata kata aku yang kemarin, aku benar benar menyesal, Anita datang menjelaskan semua yang terjadi kata Tama. Tapi kata katamu kemarin sangat menyakitkan Tama, harusnya kebersamaan kita selama lima tahun, membuat kamu tahu bagaimana diriku. Iya Al, aku minta maaf, kalau saja dulu aku percaya padamu, mungkin saat ini kita masih bersama kata Tama. Sudahlah jangan mengungkit masa lalu lagi, mungkin kita berdua memang tidak berjodoh ucap ku. Tapi Al, jujur saat ini aku masih mencintai mu, bercerai lah dengan Radit setelah anak itu lahir, aku tahu kamu tidak mencintai nya, aku bersedia menikahi mu dan menerima anak itu juga kata Tama. Mendengar perkataan Tama, membuatku terkejut, bagaimana bisa dia menyuruhku untuk bercerai dan menikah dengannya, apa dia pikir pernikahan itu main main,? Tidak Tama, aku tidak bisa. Kenapa tidak Al ? apa kamu sudah mencintai Radit ? tanya Tama. Aku tidak tahu, yang jelas aku tidak mau mempermainkan yang namanya pernikahan jawabku. Baiklah jika itu mau mu, aku hanya berharap kamu bahagia dengan pilihanmu kata Tama. Terima kasih Tam, sepertinya tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, kalau begitu aku mau balik ke kantor, jam makan siang ku sudah mau habis, Selamat Tinggal. Tanpa mereka berdua sadari Radit melihat pertemuan mereka tapi tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.


...****************...

__ADS_1


Malam harinya Radit melihat Almira sedang senyum senyum sendiri. kenapa Almira senyum senyum sendiri,? apa karena dia bertemu Tama tadi ya membuatnya tersenyum? pikir Radit raut wajahnya menjadi sedih. sedangkan Almira, sedang memikirkan pertanyaan Tama tadi siang, apa dia sudah mencintai radit? Almira benar benar tidak tahu apakah dia sudah mencintai radit apa belum? tapi mengingat perlakuan Radit padanya selama ini membuatnya jadi tersenyum sendiri, apalagi saat dirinya mengalami ngidam, Radit benar benar perhatian kepadanya, dia selalu menuruti apapun yang dimintanya. Almira, terdengar radit yang memanggilnya, Ada apa? jawab Almira gugup, dia takut kalau Radit mengetahui kalau dia sedang memikirkan dirinya. Almira sampai gugup gitu, pasti dia takut kalau aku mengetahui kalau dia lagi memikirkan Tama mantannya, pikir radit. kenapa kamu jadi gugup gitu Al? apa yang sedang kamu pikirkan? tanya radit. Aku tidak gugup kok, aku hanya kaget tiba tiba kamu memanggil tadi kata Almira. jangan bohong Al, aku sudah tahu semuanya ? mendengar kata radit membuat Almira berpikir, hah? radit tau kalau aku sedang memikirkan dirinya ? Tadi siang aku melihat kamu bertemu dengan Tama lanjut Radit, Almira jadi terkejut dan Radit melanjutkan perkataannya, Maafkan aku yang telah memisahkan kalian berdua, sekarang aku benar benar sadar kalau cinta tidak bisa dipaksakan dan aku hanya ingin selalu melihatmu tersenyum seperti tadi Almira dan aku yakin penyebabnya pasti Tama. Setelah anak ini lahir, aku akan bebaskan kamu untuk memilih berpisah, biar aku yang menjaga anak ini dan aku juga mau jujur sama kamu, kalau sebenarnya aku tidak pernah merekam malam kejadian itu yang aku gunakan untuk mengancam kamu Al, Aku benar benar minta maaf kata Radit berlinang air mata. Mendengar perkataan radit membuatku tidak tahu harus berkata apa, aku benar benar tidak menyangka radit telah membohongiku selama ini.


__ADS_2