Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 6


__ADS_3

Aku masih tidak menyangka diriku bisa hamil anaknya Radit, dan itu artinya aku tidak akan bisa berpisah dengannya, haruskah aku mempertahankan pernikahan ini demi anak yang aku kandung? tanyaku pada diri sendiri. apa yang sedang kamu pikirkan Almira? kenapa melamun? tanya radit yang tiba tiba datang. Gak ada aku tidak memikirkan apapun, kataku ketus. tiba tiba saja Radit membungkuk di depanku, dan berkata Maafkan aku ya al, gara gara aku belum diterima kerja kamu jadi harus menanggung semuanya sendirian, apalagi saat ini kamu sedang hamil. Aku janji mulai sekarang aku akan berusaha lebih giat lagi untuk mencari pekerjaan. Aku hanya mengangguk, syukurlah kalau dia mengerti kata ku dalam hati. Oh ia Al, apa kamu tidak menginginkan sesuatu,? biasanya kan katanya orang hamil itu sering pengin sesuatu yang asam asam gitu? tanya radit. Gak ada dit, aku belum pengin makan apa pun. Ya sudah, nanti kalau kamu pengin makan sesuatu bilang ke aku ya, biar nanti aku belikan kata Radit sambil tersenyum, dan sekarang istirahat saja gak usah kerja dulu. Iya dit, aku juga udah ijin tadi lewat telpon kalau aku gak bisa kerja hari ini. Handphone Radit pun berdering tertera nama ivan yang memanggil. Bentar ya Al, aku angkat telepon dulu.

__ADS_1


Halo van, jawab radit, halo bro, gue mau tanya lo udah kerja belum ? tanya ivan. Belum van, kenapa emangnya? Gini di perusahaan gue sedang lagi nyari karyawan di bagian IT, kan cocok sama lo dit, lo mau gak ? Mau van, mau banget kata radit sumringah. Ya udah lo kirim cv lo lewat email ke gue ya, nanti biar gue rekomendasiin lo ke atasan gue, dijamin bakal diterima. Makasi banget ya bro, oke nanti gue kirim CV gue ke email lo. Ya udah gue tunggu, besok lo udah bisa interview kesini sebagai formalitas aja. Oke bro, thanks ya kata radit mengakhiri percakapan. Setelah itu Radit langsung mengirim CV nya ke Ivan. Akhirnya aku bisa dapat kerja, Aku harus segera beritahu Almira kata radit senang dan segera menemui Almira di kamar. Sesampainya di kamar Radit melihat Almira ternyata sudah tidur, dia mendekati Almira dan mencium keningnya, cantik banget walaupun lagi tidur gumam radit. setelah itu dia keluar dari Kamar, dan ternyata Almira belum tidur, dia hanya menutup matanya sebentar, kemudian dia meraba keningnya yang habis dicium radit, perasaan apa ini, kenapa rasanya nyaman sekali ketika Radit mencium keningku? gumam Almira. Gak mungkin aku sudah ada rasa sama dia, ini pasti bawaan bayi, iya pasti bawaan bayi kata almira sembari menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Keesokan paginya, Aku melihat radit sudah rapi berpakaian Kemeja, seperti orang yang akan wawancara kerja, aku pun bertanya, Kamu mau kemana ? gini Al, aku ada wawancara kerja hari ini, doa in aku ya, biar lolos wawancara kata Radit aku pun mengangguk, oh iya Al, gimana penampilanku apa sudah rapi ? mendengar pertanyaan radit aku pun melihatnya dengan seksama, tanpa sadar aku langsung mendekatinya dan membetulkan dasi nya yang agak miring, wajah kami benar benar dekat untung aja aku tidak terbawa suasana dan berkata dasinya agak miring tadi, dan menjauh dari radit. Aku kembali melihat radit begitu dia pakai jas, sebenarnya wajahnya cukup tampan dan tubuhnya tinggi tak terlihat usianya masih 20th dia sudah keliatan dewasa dari usianya. Apa apaan aku ini, kenapa aku malah jadi muji radit,kata almira dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2