Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 10


__ADS_3

Semenjak kejadian makan siang bersama waktu itu, hubungan Ivan dan Anita kian dekat. Radit pun ikut senang mendengarnya. Dia terkadang iri melihat proses pendekatan yang dilakukan oleh Ivan kepada Anita, jelas mereka akan sangat bahagia karena memang saling menyukai, berbeda dengan dirinya dan Almira yang hanya cinta sepihak, tapi walaupun begitu dia selalu ingin membuat Almira bahagia.

__ADS_1


Hingga tak terasa empat bulan telah berlalu, usia kandungan Almira sudah menginjak tujuh bulan dan badannya pun sudah kelihatan semakin berisi. Radit semakin memberi perhatian kepada Almira meski terkadang sikap Almira masih cuek. Al, kandungan kamu kan sudah besar, gimana kalau kita membeli perlengkapan bayi? ajak Radit di hari liburnya. Bukankah masih terlalu dini buat beli perlengkapan bayi ? menurut aku nggak kok Al, kita bisa membelinya sedikit dulu, sekalian kita jalan jalan kata Radit. Almira pun menyetujui lagipula dia juga bosan berada di rumah terus. Mereka pun pergi ke mall dengan menaiki mobil yang baru di beli Radit, walaupun dengan cara kredit, Radit memutuskan untuk membeli mobil, karena khawatir dengan Almira yang kerja dengan menaiki sepeda motor, dia juga lah yang sekarang mengantar jemput Almira .

__ADS_1


Setelah sampai di mall mereka kemudian menuju ke tempat perlengkapan bayi. ada banyak sekali perlengkapan bayi di sana, mereka berdua pun bingung harus beli apa saja, hingga salah satu pelayan di sana menghampiri pasangan muda tersebut. Apa ada yang bisa saya bantu? tanya pelayan tersebut. begini mbak, kami sedang mencari perlengkapan bayi untuk bayi yang baru lahir, kata Radit. mbak pelayan tersebut kemudian mengantar mereka ke tempat perlengkapan bayi khusus untuk bayi yang baru lahir. di sini kalian bisa milih perlengkapan bayi yang kalian butuhkan, saya sarankan untuk belinya dalam jumlah yang sedikit dulu, takut mubazir nanti karena bayi itu cepat sekali tumbuhnya kata pelayan tersebut. Almira dan radit pun memilih perlengkapan yang mereka butuhkan nanti, tanpa sadar mereka saling bercanda melihat perlengkapan bayi yang lucu lucu, bagi yang melihatnya akan mengira kalau mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan sangat serasi. Tak terasa waktu pun cepat berlalu, mereka memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu sebelum pulang. Kamu pasti sudah lapar banget ya Al? maaf ya aku sampai lupa ngajakin kamu makan kata Radit, untuk apa kamu minta maaf dit, kan bukan salah kamu juga, aku juga terlalu asyik memilih pakaian bayi tadi kata Almira. saat sedang menuju salah satu resto tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Tama yang sedang bersama temannya. Eh lihat deh Tam, bukannya itu Almira mantan kamu? wah gak nyangka ya sekarang dia lagi hamil, pantesan saja dia nikah buru buru, karena hamil duluan ternyata, padahal waktu pacaran sama lo dia kan jaga diri banget kata teman Tama. Mendengar perkataan temannya membuat Tama emosi, pasalnya saat pacaran dengannya dia tidak pernah sampai melewati batas, walaupun sebenarnya Tama sangat menginginkannya tapi Almira selalu menolak, dengan alasan takut dosa, dia hanya bisa mencicipi bibir Almira saja. Tama kemudian menghampiri mereka.

__ADS_1


Tama, kata Almira terkejut melihat Tama

__ADS_1


Jadi ini yang kamu bilang dulu yang hanya berteman dengan si brengsek ini? Lalu ini apa kamu tiba tiba menikah dengannya dan kemudian hamil , benar benar kamu wanita murahan Almira, di depan aku saja kamu sok suci, padahal sebenarnya ****** kata Tama emosi, mendengar perkataan Tama membuat Almira ingin menamparnya, tapi sebelum dia menamparnya, sebuah bogem mentah sudah melayang ke wajah tama, siapa lagi yang melakukannya kalau bukan radit, dia kemudian mencengkram kerah bajunya dan berkata tak kalah emosi, Jaga perkataan elo ya, Almira bukan wanita seperti yang lo katakan, Almira adalah wanita yang paling baik dan suci yang pernah gue kenal. Almira hanya bisa menangis, dan berkata cukup radit sebaiknya kita pergi saja dari sini kata Almira, sebelum jadi tontonan banyak orang. Almira segera membawa radit menjauh. Mereka berdua tidak jadi makan dan memutuskan untuk pulang, kejadian tadi membuat nafsu makan Almira jadi hilang. sesampainya di mobil Almira masih menangis, dia masih tidak menyangka Tama akan tega mengatakan hal sehina itu kepadanya. Radit mencoba menenangkan Almira dan memeluknya Almira juga tidak menolak. maafkan aku ya Al, gara gara aku kamu jadi mendapat hinaan seperti ini kata radit dalam hati. sedangkan Almira, dia merasa begitu nyaman berada dalam pelukan radit.

__ADS_1


__ADS_2