
pada malam yang telah disepakati, aku datang menemui Radit di restauran yang telah dijanjikan. setelah sampai aku melihat radit sudah menunggu disana. aku langsung menuju mejanya, begitu melihatku dia langsung menyapaku, aku liat sudah ada makanan dan minuman di meja kami, silahkan duduk Al, kamu cantik banget malam ini, puji Radit, oh ia, maaf aku sudah pesankan makanan, semoga kamu suka. aku hanya tersenyum dan berkata ya gak apa-apa makanannya aku suka. kalau begitu kita langsung makan aja sambil ngobrol kata radit dan aku pun mengangguk. aku minta maaf ya Al kalau sikap aku selama ini udah bikin kamu terganggu, aku hanya ingin kamu tahu kalau aku benar benar suka dan cinta sama kamu, apa memang tidak ada harapan untukku bersama kamu al tanya radit memulai obrolan kami. Maaf ya dit, aku benar benar gak ada perasaan sama sekali sama kamu dan aku harap kamu mengerti. mendengar jawabanku radit hanya menatapku dengan tatapan yang sulit aku mengerti, iya al, aku tidak akan memaksa kamu lagi, silahkan diminum al katanya sambil menawarkan minuman, dan aku pun langsung meminum jus jeruk yang ditawarkan olehnya. beberapa menit setelah aku minum, kepalaku mendadak pusing, dan semua yang aku lihat jadi samar. kamu kenapa al, ? tanya radit. kepalaku pusing banget dan tubuhku terasa panas dan gerah jawabku sambil memegang kepalaku, radit kemudian mendekatiku dan langsung merangkul pundakku. kemudian dia membawaku masuk ke kamar hotel di tempat kami makan. kamu mau bawa aku kemana dit? tanyaku, aku benar benar sudah pusing dan tubuhku benar benar sangat gerah, aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi denganku. sudahlah al, kamu ikut aja, aku akan mengobati rasa pusingmu jawab radit. setelah sampai di kamar hotel, aku benar benar tidak bisa mengendalikan tubuhku, aku tiba tiba saja mencium radit dengan rakus, ini bukan seperti diriku, aku mencoba untuk menghentikan tapi tubuhku seolah menginginkan sentuhan radit. sepertinya obatnya sudah mulai bereaksi batin radit, maafkan aku almira, hanya dengan cara ini aku bisa memilikimu. dan radit membalas ciumanku. tapi tubuhku menginginkan lebih dari sekedar ciuman, dan terjadilah apa yang tidak aku inginkan.
__ADS_1
keesokan paginya, aku terbangun dan melihat radit sudah menggunakan handuk bertelanjang dada. aku langsung emosi, meskipun kepalaku masih terasa sedikit pusing. apa yang kau lakukan padaku radit?? teriakku padanya. mendengar almira berteriak radit menghampiriku. tenanglah almira, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu, lagi pula kita melakukannya suka sama suka, kamu sangat liar tadi malam, katanya sambil tersenyum. dasar bajingan kamu radit, kamu pasti telah memasukkan sesuatu ke minumanku kan? tanyaku penuh emosi. Maafkan aku Almira, hanya dengan ini aku bisa miliki kamu, dan aku pasti akan menikahimu sebelum aku berangkat ke luar negeri katanya sambil coba memelukku. Lepas, lepaskan aku, jangan menyentuhku, aku tidak akan sudi menikah denganmu, teriakku lagi padanya sambil mencoba menghempaskan tangannya. Mendengar perkataanku,raut wajah radit jadi berubah dan berkata kamu harus mau Almira, karena kalau tidak video kita berdua semalam akan aku sebar. Mendengar perkataan radit, aku bagaikan disambar petir, apa? kamu merekam kejadian semalam? kamu benar benar bajingan radit, aku benci kamu teriaku sambil menangis. Apa boleh buat Almira, hanya ini satu satunya cara agar kamu mau menikah denganku dan kita akan menikah dua hari lagi, sekarang aku akan mengantarmu pulang dan sekalian juga aku akan bilang ke orang tuamu kalau aku akan melamarmu dua hari lagi. Aku sudah tidak bisa berkata apa apa lagi mau tidak mau aku harus menuruti perkataan radit untuk menikah dengannya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, aku langsung memeluk ibuku sambil menangis. Lo kamu kenapa Al, datang datang kok nangis? dan pergi kemana kamu semalam gak pulang, ibu khawatir. Maafkan Almira bu. Ibuku kemudian melihat Radit dan bertanya, siapa laki laki yang kamu ajak Al, ? dia.. belum sempat aku menjawab, radit sudah menyapa ibuku terlebih dahulu. Perkenalkan bu, saya radit calon suami Almira. ibuku kaget, ah calon suami? tanya ibuku bingung sambil menatap ke arahku. Kemudian radit tiba tiba bersimpuh, maafkan saya bu, saya dan Almira sudah melakukan dosa besar yang dilarang agama dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kami saya akan menikahi Almira bu. mendengar perkataan Radit, aku hanya bisa mencibir dalam hati, pintar sekali dia memutar balikan fakta, seolah olah kami melakukannya karena suka sama suka, kalau bukan karena obat perangsang yang dia masukan ke dalam minumanku mana sudi aku disentuh olehnya. Dan ibuku menatap ke arahku seolah ingin mendengar penjelasan dariku. Maafkan Almira bu , ini salah Almira yang gak bisa jaga diri kataku sambil menangis, ibuku kemudian memelukku. sebentar ya ibu akan memanggil ayahmu dulu. tak berapa lama ibu keluar bersama ayah, ayahku hanya menatap ku dan radit secara bergantian dan berkata, ibumu sudah menjelaskan apa yang terjadi, baguslah kalau nak radit ini mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.Lalu kapan rencana kalian mau menikah tanya ayahku.
__ADS_1
mendadak sekali nak radit ? tanya ayahku. iya pak, karena 5 hari lagi saya sudah harus berangkat kerja ke luar negeri tepatnya ke jepang jawab radit. Kalau nak Radit kerja di jepang, terus Almira nanti tinggal sama siapa? tanya ibu ku. selama saya pergi, Almira akan tinggal bersama keluarga saya bu, besok rencananya saya akan memperkenalkan Almira ke keluarga besar saya kata radit. ya sudah kalau begitu, bapak dan ibu setuju saja, kalau nak radit sudah mempersiapkan semuanya. Rencananya saya hanya akan mengadakan akadnya saja pak bu, karena kalau mengadakan resepsi, waktu tidak memungkinkan kata radit. ya sudah kalau begitu keinginan nak radit, bapak setuju saja, resepsi kan bisa diadakan kapanpun, yang terpenting sudah sah secara agama dan hukum kata ayahku. Iya pak terima kasih atas pengertiannya, dan kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya ijin pamit pulang pak bu, saya juga harus mengabarkan ke keluarga saya tentang pernikahan ini kata radit. iya nak radit, silahkan. kalau begitu saya pamit ya pak, bu ,Almira, sampai berjumpa dua hari lagi.
__ADS_1
Sepeninggal Radit, aku langsung menelpon Anita untuk datang ke rumah, untungnya hari ini hari libur, jadi pasti anita gak sibuk pikirku. Dia pasti kaget mendengar apa yang terjadi padaku yang tiba tiba akan menikah dengan orang yang tak aku cintai.
__ADS_1