Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
53.


__ADS_3

Setelah sholat magrib Faisal mengajak keluarganya untuk makan malam di Restaurant BDJ, yaitu sebuah restaurant seafood yang cukup terkenal di Ancol.


“Selamat malam, untuk berapa orang, Pak?” Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka.


“Untuk tujuh orang,” jawab Faisal.


“Mari ikut saya, Pak.”


Faisal dan keluarganya mengikuti pelayan itu. Malam itu restaurant sedang ramai oleh pengunjung yang sedang makan malam sehingga meja terlihat penuh semua.


“Bunbun, lihar ada kepiting,” seru Akbar menunjuk ke aquarium.


“Bukan kepiting Akbar, itu lobster,” ralat Naura.


“Lobtel?” tanya Akbar.


“Iya, itu lobster. Kalau kepiting agak bulat dan lebar,” jawab Naura.


“Akbal mau liat lobtel,” ujar Akbar.


“Nanti dulu ya, sayang. Kita pesan makanan dulu,” kata Almira.


Akhirnya mereka sampai di meja kosong. Merekapun duduk di meja itu. Kemudian sang pelayan memberikan daftar menu kepada Faisal.


“Bunda mau pesan apa?’ tanya Faisal kepada Almira.


“Terserah Ayah dan Kakak saja,” jawab Almira.


“Bunbun.” Akbar menarik baju Almira.


“Apa sayang?” tanya Almira kepada Akbar.


“Mau lihat lobtel,” jawab Akbar.


“Boleh,” kata Almira.


“Mbak, tolong temani Akbar lihat lobster,” kata Almira kepada pengasuh Akbar.


“Iya, Bu.” Pengasuh Akbar menuntun Akbar menuju aquarium tempat lobster yang masih hidup.


“Amel uga au liat,” kata Amelia sambil berusaha turun dari tempat tidur.


“Mbak, temani Amelia,” kata Almira kepada pengasuh Amelia.


“Iya, Bu.” Pengasuh Amelia menuntuk Amelia menuju aquarium.


Almira memandangi Faisal dan Naura yang sibuk berdiskusi memilih makanan yang akan mereka pesan. Setelah memesan makanan Naura menyusul adik-adiknya melihat binatang laut yang masih hidup.


Cukup lama juga mereka menunggu hidangannya matang, mungkin karena restaurant itu penuh oleh pengunjung.


Setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya makanan yang mereka pesanpun datang. Naura dan adik-adiknya kembali ke tempat duduk masing-masing.


Almira menyuapi Akbar dan Amelia, sedangkan para pengasuhnya di suruh makan duluan.


“Hmm enak, ini apa Nda?” tanya Amelia sambil mengunyah makanan.


“Itu lobster, yang tadi Amelia lihat di aquarium,” jawab Almira.


“Bunbun, liat Tata mamam apa tuh?” Akbar menunjuk ke arah Naura yang sedang memegang capit kepiting.

__ADS_1


“Oh….itu capit kepiting,” jawab Almira.


“Akbal uga mau mamam kepiting,” kata Akbar,


“Kepiting susah diambil dagingnya. Nanti kalau Akbar sudah besar bisa makan sendiri,” kata Almira.


Setelah selesai menyuapi Akbar dan Amelia, giliran Almira makan. Sambil menunggu Bundanya makan Akbar dan Amelia kembali melihat ke aquarium dengan di temani oleh pengasuh mereka.


Setelah semuanya selesai makan merekapun kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Sesampai di hotel Almira langsung menyikat gigi dan mencuci muka Akbar dan Amelia. Setelah itu Almira mengganti baju batita kembar itu. Barulah Akbar dan Amelia naik ke tempat tidur dan bersiap-siap untuk tidur.


Almira membimbing doa mau tidur kepada Akbar dan Amelia.


“Tidur, ya sayang. Besok kita mau jalan-jalan lagi.” Almira mengecup kening Akbar dan Amelia satu persatu.


“Iya, Bunbun,” jawab Akbar.


“Iya, Nda,” jawab Amelia.


“Kakak jangan lupa sholat isya dulu sebelum tidur,” kata Almira kepada Naura.


“Iya Bun, ini mau wudhu. Di kamar mandinya ada Mbak,” jawab Naura.


“Ya sudah, Bunda ke kamar dulu.” Almira menuju ke kamar sebelah kemudian menutup connecting door dan mengunci pintunys.


Almira melihat Faisal yang memakai sarung sambil menonton televisi


“Mas sudah sholat isya?” tanya Almira.


“Belum, lagi nunggu kamu,” jawab Faisal.


“Pakai ini, Mir.” Faisal berikan lingerie kepada Almira.


Almira kaget ketika suaminya memberinya lingerie.


“Mas dapat darimana?” tanya Almira.


“Mas bawa dari rumah. Mas taruh diantara tumpukan baju Mas,” jawab Faisal.


“Ya sudah. Almira pakai.” Almira membawa lingerie ke kamar mandi.


Ketika Almira keluar dari kamar mandi Almira langsung mengambil mukenah dan memakainya dengan terburu-buru. Ia takut suaminya langsung beraksi ketika melihatnya memakai lingerie.


Faisal tersenyum simpul melihat istrinya terburu-buru memakai mukena agar tidak terlihat olehnya. Padahal dari tadi Faisal menunggu istrinya keluar dari kamar mandi. Begitu mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Faisal langsung pura-pura memainkan ponselnya. Setelah istrinya selesai memakai mukenah Faisal langsung pura-pura main ponsel lagi.


“Mas, ayo sholat dulu!” kata Amira.


Faisal meletakkan ponselnya di atas nakas lalu menghampiri istrinya untuk sholat berjamaah.


Setelah selesai sholat dan berzikir, Faisal berbisik pada Almira,”Kita main sekarang, ya.”


Dengan malu Almira menganggukan kepalanya. Faisal langsung membuka sarungnya, kemudian membantu membuka mukenah istrinya. Tanpa aba-aba Faisal menggendong istrinya dan membawanya ke atas tempat tidur.


Faisal mengecup kening Almira.


“Baca doa dulu, sayang,” bisik Faisal.


Setelah membaca doa Faisal langsung melancarkan aksinya. Almira hanya bisa pasrah melayani suaminya, karena suaminya sudah libur seminggu akibat dari Almira yang sedang haid. Dan sekarang saatnya suaminya buka puasa.

__ADS_1


Setelah Faisal menyemburkan ribuan benihnya ke dalam rahim istrinya, Faisal langsung mengecup kening istrinya.


“Semoga kita diberi keturunan yang sholeh dan sholeha,” ucap Faisal.


“Aamiin ya robialamin,” ucap Almira.


Kemudian Faisal ambruk di atas tubuh istrinya.


Almira membelai rambut suaminya.


“Mas, apa Mas menginginkan anak dari Amira?” tanya Almira.


Faisal mengangkat tubuhnya dan memandang Almira.


“Mas, ingin kamu bisa merasakan hamil dan melahirkan agar kamu bahagia karena memiliki anak dari rahim sendiri,” jawab Faisal.


“Almira sudah bahagia memiliki anak-anak yang cantik-cantik dan ganteng," kata Almira.


“Kebahagiaanmu akan bertambah sempurna jika memiliki anak dari rahimmu sendiri,” kata Faisal.


“Bagaimana jika Almira tidak bisa hamil?” tanya Almira dengan sedih.


“Kamu bisa hamil! Akan Mas buktikan kalau suamimu ini perkasa dan bisa membuatmu hamil,” jawab Faisal.


“Tapi harus kita barengi dengan doa. Jika kita rajin berdoa dan dibarengi dengan usaha insya Allah doa kita akan dijabah,” kata Faisal.


“Aamiin, semoga Allah mengabulkan permintaan kita,” ucap Almira.


“Sudah malam sudah waktunya kita tidur,” kata Faisal.


Faisal bangkit dari tempat tidur lalu membersihkan senjata kenikmatannya dengan tissue setelah itu Faisal membersihkan areal kewanitaan Almira dengan menggunakan tissue. Kemudian Faisal berbaring di samping istrinya dan menyelimuti tubuhnya dan tubuh istrinya dengan selimut. Almira tertidur di dalam pelukan suaminya.


*****


Pukul setengah tujuh pagi Faisal mengajak anak-anaknya berenang.


“Nggak kepagian, Mas?” tanya Almira ketika mengambilkan celana renang milik suaminya dari dalam tas.


“Justru enak berenang pagi-pagi airnya masih bersih,” jawab Faisal.


“Tapi anak-anak belum makan. Apa nggak akan masuk angin berenang dengan perut kosong?” kata Almira.


“Nggak akan masuk angin. Anak-anak sudah terbiasa berenang pagi-pagi sebelum sarapan,” jawab Faisal.


Almira sadar kalau dia adalah pedatang baru sehingga ia belum tau apa saja yang menjadi kebiasaan suami dan anak-anaknya.


“Nih, ganti celananya dulu.” Almira memberikan celana renang kepada Faisal.


Faisal mengganti celananya di dalam kamar mandi.


“Almira kalau masih mengantuk tidur lagi aja, nggak usah ikut,” kata Faisal ketika keluar dari kamar mandi.


“Almira ikut saja, Mas. Almira mau lihat anak-anak berenang,” jawab Almira.


“Ya sudah kalau mau ikut. Nanti Mas suruh pihak hotel untuk mengantarkan sarapan kita ke kolam renang. Jadi kamu bisa lihat anak-anak berenang sambil sarapan,” kata Faisal.


“Iya, Mas.”


Sebetulnya Almira masih mengantuk dan ingin tidur kembali. Begitu melihat suaminya menggunakan celana renang yang cukup ketat dan memperlihatkan bentuk tubuh bagian bawah, Almira merasa tidak rela suaminya dipandang oleh perempuan-perempuan lain. Sehingga mau tidak mau Almira harus ikut dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2