Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 8


__ADS_3

Siang itu di kantin perusahaan, banyak pasang mata yang memandang Radit, terutama kaum hawa yang memandang dengan tatapan kagum. Begitu pula dengan Rina, dia segera menjalankan aksinya untuk mendekati Radit yang sedang makan sendirian. Hai, boleh gak aku ikut duduk disini ? tanya Rina, Radit menoleh dan berkata silahkan mbak duduk saja kata radit. Jangan panggil mbak dong panggil saja Rina dan nama kamu siapa sepertinya kamu karyawan baru di sini? Iya mba, s eh maksud saya Rina,saya Radit, saya baru mulai kerja di sini . Tak berapa lama Anita juga makan di kantin, dia melihat Radit sedang ngobrol dengan Rina. Ganjen banget tu si Rina, sepertinya dia sudah mulai mendekati Radit, gak bisa aku biarkan, bagaimanapun juga Radit suaminya Almira kata Anita dalam hati, dia segera mendekati Radit dan langsung duduk di mejanya. Anita, sapa Radit. Boleh kan aku duduk bareng di sini ? tanya Anita. Tentu saja anita, kata Radit, sedangkan Rina menatap Anita dengan tidak suka. Apa apan sih Anita, kenapa dia ikut duduk di sini, dan kenapa Radit bisa kenal dengan Anita ? kata Rina dalam hati. Apa kalian saling kenal ? tanya Rina. iya dong Rin, Radit ini Suami dari sepupuku aku, kata Anita menekankan pada kata Suami. Rina yang mendengar pun jadi kaget, Apa jadi kamu sudah menikah radit ? Radit mengangguk mengiyakan. Makanya sebelum mendekati orang cari tau dulu apa dia sudah nikah apa belum ? kata Anita dalam hati. sedangkan Rina dia berusaha bersikap biasa kembali padahal dalam hatinya menangis.

__ADS_1


Radit tunggu, kata Ivan ketika radit berjalan ke ruangannya. eh pak ivan, ada apa pak tanya radit sopan, Ivan jadi geli mendengar perkataan Radit. kalau cuma kita berdua lo gak usah bicara sopan gitu dit, apalagi manggil gue bapak, tua banget gue kliatan kata ivan. iya van, gue gak enak aja nanti kalau ada yang dengar, kata Radit. Kalau gitu lo ikut ke ruangan gue bentar ya, ada yang mau gue tsnyakan kata ivan. Radit mengangguk mengiyakan, sesampainya di ruangan Ivan, Radit langsung bertanya ke Ivan. Mau ngomong apa van? ehm gini dit, tadi gue lihat di kantin lo lagi ngobrol sama Anita, Lo kenal sama Anita ? tanya Ivan. Kirain mau ngomongin apa, Iya gue kenal sama Anita, dia itu sepupu istri gue van jawab radit. Emang kenapa lo nanyain Anita tanya radit. ehm, sebenarnya gue udah lama suka sama Anita dit, kata Ivan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. terus kenapa lo gak deketin dia? gimana mau gue deketin karena gue sering liat Anita di antar sama cowok pasti itu pacarnya, jadi gue hanya bisa suka dalam diam kata Ivan. Nanti gue akan coba cari tahu, apa Anita sudah punya pacar apa belum, kalau sudah berarti Anita emang bukan jodoh lo, Gue saranin jangan pernah memaksa kan perasaan lo terhadap orang yang tidak menyukai lo, jangan sampai lo bernasib sama kayak gue van, kata Radit panjang lebar dengan tatapan sendu. Emang hubungan lo sama Almira istri lo gak baik baik saja dit bukannya istri lo lagi hamil ? tanya ivan penasaran. Sepertinya dia masih mencintai mantannya van, salah gue juga sih merebut dia dengan cara yang tidak benar kata Radit. Ivan hanya berkata gue gak tau apa yang lo lakuin ke Almira dulu dit, dengan dia bisa menjadi istri lo mungkin jodohnya Almira itu emang lo, bukan mantannya, mengenai perasaannya lo emang harus bersabar, bukankah cinta itu bisa tumbuh dengan sering bersama dan seiring berjalannya waktu? apalagi saat ini istri lo lagi hamil, berikan dia terus perhatian kata Ivan bijaksana. mendengar perkataan ivan, Radit hanya tersenyum dan berkata wah gak nyangka gue dapat nasehat cinta dari seorang yang jomblo. Ah sialan lo gue serius juga kata ivan kesal. Gue harap lo bisa berjodoh dengan Anita kata Radit dengan sungguh sungguh. Setelah obrolan panjang mereka selesai, Radit kembali ke ruangannya, dia kemudian ngirim chat ke Almira.

__ADS_1


Sayang, lagi ngapain? sibuk kah? sudah makan belum? jangan sampai lupa makan ya.

__ADS_1


Setelah sampai rumah, Radit melihat Almira sudah ada di rumah. kamu sudah di rumah Al? sudah makan belum? apa mau aku belikan sesuatu tanya Radit, Gak usah aku sudah beli makan tadi kata Almira ketus. mendengar perkataan Almira Radit tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat untuk menarik perhatian Almira, tiba-tiba dia teringat kalau dia belum cerita tentang Anita. kalau bercerita tentang Anita pasti membuat Almira jadi tertarik mendengarnya bathin radit. Oh iya Al, aku belum sempat cerita ke kamu kalau perusahaan tempat kerja aku sekarang adalah perusahaan tempat Anita bekerja kata Radit. dan benar saja mendengar kata Anita disebut, membuat Almira menoleh ke Radit. Apa? jadi kamu sekarang satu perusahaan dengan Anita? tanya Almira. Iya dan apa kamu tau, ternyata ada orang yang menyukai Anita begitu lama kata Radit. Apa Anita tau kalau orang yang kamu maksud menyukainya tanya Almira penasaran. Tidak, dia tidak berani mengatakannya karena katanya Anita sudah memiliki pacar. Almira lalu berkata, Setau ku sih, Anita belum punya pacar. Lo katanya dia sering melihat Anita diantar cowok, kalau bukan pacarnya terus siapa ? kata Radit. Oh, dia itu bukan pacarnya Anita, namanya Ardi, Ardi itu emang suka sama Anita tapi Anita tidak, dia cuma menganggap Ardi sebagai teman aja kata Almira menjelaskan. Kamu yakin Almira tanya Radit? yakinlah, antara aku dan Anita tidak ada rahasia, dan satu lagi Anita pernah bilang dia menyukai salah satu atasannya tapi dia gak berani mengungkapkan karena dia cuma pegawai biasa kata Almira. Atasannya ? kamu tau gak namanya siapa? tanya radit. bentar aku ingat ingat dulu, kalau gak salah sih namanya Ivan, iya ivan katanya dia merasa kagum di usia yang masih terbilang muda dia sudah bisa menjadi seorang manager kata Almira. mendengar kata Almira Radit pun tersenyum, dan tiba tiba tertawa kecil, Almira jadi heran melihatnya, dan bertanya kamu kenapa Radit kenapa tiba tiba tertawa? kamu gak salah minum obat kan tanya Almira. Mendengar pertanyaan Almira, Radit menghentikan tawanya dan berkata, Kamu tau orang yang aku maksud yang menyukai Anita adalah Ivan, Ivan itu teman aku. Almira kaget mendengarnya, jadi itu berarti mereka sebenarnya saling menyukai dong? kata Almira. Radit mengangguk. kini giliran Almira yang tertawa senang. Melihat Almira tertawa membuat Radit ikut tersenyum, belum pernah dia melihat Almira tertawa lepas begini. Semoga aku bisa selalu melihat tawamu yang seperti ini Almira, batin Radit.

__ADS_1


__ADS_2