Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 2 Membuka Hati


__ADS_3

Sore itu sehabis pulang kerja, aku menyempatkan waktu ketemu dengan Anita di sebuah cafe, sudah lama rasanya gak pernah ketemu sama dia, banyak hal yang ingin aku ceritakan ke dia, sifat Anita yang ceria dan banyak bicara membuatku sangat nyaman bercerita dengannya, lain denganku yang agak pendiam.

__ADS_1


Hai, Al udah lama nunggu ya?? sorry tadi kena macet, kata Anita yang sudah datang. gak kok nit, aku juga baru sampai jawabku. ngomong-ngomong udah lama ya kita gak ketemu sejak kejadian di rumah Tama kata Anita memulai pembicaraan. iya nit, aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini, banyak kerjaan di kantor. Perasaan Lo gimana sekarang Al, apa udah bisa lupain Tama? tanya Anita. mendengar pertanyaan Anita aku hanya tersenyum, dan menjawab Gimana gue bisa lupa nit, waktu yang gue habiskan sama dia bukan waktu yang singkat, ngelupain dia, bukanlah yang mudah buatku, tiap malam gue slalu nangis jika teringat kenangan bersamanya, kataku tanpa sadar air mataku menetes dan langsung aku hapus. Coba deh lo buka hati lo buat cowok lain, siapa tahu dengan begitu lo bisa lupain Tama kata Anita. Gue masih pengen sendiri dulu nit, lagian kita kan masih 22 tahun banyak hal yang pengen gue lakuin bukan hanya cari pacar dan menikah jawabku. ya kalau gitu mau lo sih, gue dukung aja Al, eh terus gimana tu si Radit apa dia masih ngejar-ngejar lo Al? mendengar nama Radit disebut, aku hanya bisa menghela nafas, jangan ditanya lagi nit, tiap hari dia gangguin gue melulu, tiap malam ngirim sms ke gue, padahal sekalipun gak pernah gue balas, tapi tetep aja tu anak ngirimin gue sms kata-kata gombalnya kataku dengan kesal. Haahahaaa, anita tertawa mendengar ceritaku, masa sih Al, gak ada nyerah-nyerahnya ya tu cowok, kenapa gak lo coba buka hati buat dia Al? ih ogah nit, gara-gara dia juga kan hubungan gue sama Tama jadi berakhir, lagian juga umurnya lebih muda 2th dari gue, ngapain gue pacaran sama bocah kayak dia, jawabku kesal. lo jangan terlalu benci sama dia Al, ingat lo benci itu bisa berubah jadi cinta kata Anita. Amit amit.

__ADS_1


setelah cerita banyak hal kami berdua pun memutuskan pulang. bercerita dengan anita benar-benar membuatku sedikit lupa dengan kesedihanku.

__ADS_1


Di jam makan siang, aku menepati janjiku untuk bertemu dengan radit, sesampainya di cafe, ternyata Radit sudah ada disana menungguku, dan lamgsung melambaikan tangannya ketika melihatku, dan aku pun segera menghampirinya.

__ADS_1


setelah aku duduk, aku langsung berkata Mau bicara apa, langsung aja to the poin gak usah basa basi. Radit tersenyum mendengar kata-kataku dan menjawab, jangan galak-galak gitu dong Al, kita pesan makan dulu aja ya. Gak usah aku gak ada waktu buat lama-lama sama kamu, mending kamu ngomong sekarang atau aku pergi dari sini. mendengar perkataanku, Radit menghela nafas, dan berkata, baiklah jika itu mau kamu, aku hanya ingin mengajakmu buat makan malam besok, sebagai tanda perpisahan, karena sebentar lagi aku mau resign dari kantor buat kerja ke luar negeri. mendengar perkataan Radit seketika hatiku jadi lega, karna pada akhirnya orang yang selama ini ingin aku hindari akhirnya pergi juga, tapi apa aku harus mengiyakan ajakannya ya, pikirku. melihat aku hanya diam, Radit berkata lagi dengan memohon, please ya Al, mau ya, untuk terakhir kalinya. setelah aku pikir mungkin baiknya aku iyakan permintaannya toh juga ini yang terakhir kali nya, namun nyatanya keputusanku saat itu membuatku semakin terjerat bersama Radit.

__ADS_1


__ADS_2