
Hari-hari terus berlalu, seiring berjalannya waktu kesehatan Almira mulai pulih kembali. Almira baru saja pulang check up ke dokter bedah saraf dan dokter mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kesehatan Almira. Dan mengenai tengkorak kepalanya yang retak, karena Almira masih muda maka tengkorak kepalanya akan merapat kembali tapi membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sekarang Almira bisa beraktifitas kembali yaitu menjadi sekretaris suaminya. Apalagi sekarang ini perusahaan yang dipimpin oleh Faisal sedang ada masalah. Dan banyak juga yang terkena PHK dan mengundurkan diri, Sehingga mereka harus mencari orang untuk menggantikan posisi yang kosong. Jangankan mencari pengganti karyawan yang di PHK dan mengundurkan diri. Mencari asisten untuk Faisal sampai saat ini belum juga dapat.
Namun sebelum Almira kembali bekerja Almira akan mengajak anak-anaknya liburan untuk beberapa hari sesuai dengan apa yang Almira janjikan kepada anak-anaknya. Almira memutuskan untuk tidak berlibur ke luar kota melainkan liburan di dalam kota yaitu Taman Impian Jaya Ancol. Sengaja Almira memilih Ancol sebagai tempat mereka berlibur agar jika ada urusan kantor yang mendadak, suaminya akan mudah untuk pergi ke kantor. Berbeda jika mereka berlibur di luar kota pasti suaminya akan kesulitan untuk ke kantor karena jaraknya cukup jauh.
Almira menuntun kedua batita kembarnya menuju ke mobil APV premium yang sudah siap di halaman rumah. Sedangkan para pengasuh sedang sibuk memasukkan barang-barang yang dibawa ke dalam mobil.
“Ayo sayang kita masuk ke mobil,” kata Almira kepada kedua batita kembarnya.
Almira mengangkat batita kembarnya satu persatu agar masuk ke dalam mobil, setelah itu baru Almira masuk ke dalam mobil.
“Akbar duduk sendiri, ya! Amelia dipangku Bunda,” kata Almira kepada Akbar.
“Iya, Bunbun,” jawab Akbar.
Untung Akbar menurut sehingga tidak ada drama berebutan untuk di pangku Almira.
Almira mendudukkan Akbar di atas convertible car seat lalu memasangkan seat beltnya. Sedangkan Amelia duduk diatas pangkuannya. Kedua pengasuh Akbar dan Amelia duduk di bangku paling belakang. Naura duduk di depan menemani Ayahnya menyetir.
“Sudah siapa semuanya?” tanya Faisal sebelum memulai menyetir mobil.
“Sudah,” jawab semua orang yang berada di dalam mobil.
“Mbak, barang-barangnya tidak ada yang ketinggalan?” tanya Faisal kepada pengasuh anaknya melalui rear vision mirror.
“Tidak ada, Pak,” jawab pengasuh Amelia.
“Kakak, Akbar, Amelia sudah baca doa belum?” tanya Faisal kepada anak-anaknya.
“Sudah,” jawab Naura.
Almira membimbing batita kembarnya membaca doa sebelum berangkat. Setelah itu barulah Faisal mengemudikan kendaraannya. Perlahan-lahan Faisal memundurkan mobilnya keluar dari halaman rumahnya sambil dipandu oleh
Pak Ali sebagai juru parkir. Setelah berhasil keluar dari halaman rumah, mobil APV premium langsung melaju meninggalkan rumah Faisal.
Akbar dan Amelia terlihat senang melihat jalan-jalanan di ibukota. Namun lama kelamaan mereka tertidur karena ayunan mobil yang berjalan dengan lancar.
__ADS_1
“Loh, kok tidak kedengaran suaranya?” tanya Faisal yang tidak mendengar lagi suara celotehan Akbar dan Amelia.
“Akbar dan Amelia tidur, Yah,” jawab Almira.
“Kok malah tidur, katanya mau jalan-jalan,” kata Faisal.
“Udah cape ngoceh, Yah,” sahut Naura
“Kakak jangan tidur, ya! Kalau jadi navigator tidak boleh tidur,” kata Faisal.
“Kakak tdak tidur, kok,” jawab Naura.
Beruntung lalu lintas saat ini berjalan dengan lancar sehingga mereka bisa cepat sampai ke tempat tujuan.
“Bun, Akbar dan Amelia masih tidur?” tanya Faisal.
“Masih, Yah,” jawab Almira.
“Sudah mau sampai, kok masih pada tidur?” kata Faisal.
“Udah, biarkan saja. Daripada nanti pada rewel,” jawab Almira.
“Bun, kita kemana dulu?” tanya Faisal kepada istrinya.
“Kakak mau kemana dulu?” Almira malah bertanya kepada Naura.
“Kakak mau ke Dufan,” jawab Naura.
“Oke kita ke Dufan.” Faisal mengarahkan mobilnya menuju ke Dunia Fantasi.
Setelah mendapatkan parkir merekapun turun dari mobil. Almira menggendong Amelia yang masih tertidur di dalam pelukannya.
Para pengasuh menurukan stoller Akbar dan Amelia.
“Taruh di stoller saja, Bun. Berat kalau digendong terus,” kata Faisal.
Almira menaruh Amelia di atas stollernya. Lalu Almira mengangkat Akbar dan di taruh di atas stoller. Setelah mengunci pintu mobil merekapun berjalan menuju Dufan. Almira mendorong stoller Amelia sedangkan Faisal mendorong stoller Akbar. Para pengasuh membawakan tas Akbar dan Amelia.
__ADS_1
Dari jauh mereka sudah disambut oleh lagu ciri khas Dunia Fantasi. Tambah mendekat lagu itu tambah terdengar sehingga membuat Akbar dan Amelia terbangun dari tidurnya. Sampailah mereka di tempat pembelian tiket. Karena hari kerja tempat pembelian tiket masuk tidak begitu antri. Dalam waktu lima belas menit Faisal mendapatkan tiket masuk Dufan.
Akbar dan Amelia terlihat begitu senang ketika masuk ke dalam Dufan.
“Kakak mau naik apa?” tanya Almira kepada Naura.
“Kakak mau naik itu.” Naura menunjuk kea rah permainan Halilintar.
“Kakak jangan naik itu! Berbahaya!” seru Almira.
“Nggak, Bunda. Nggak akan kenapa-kenapa,” kata Naura.
“Ayah! Itu anaknya mau naik itu.” Almira menunjuk ke permainan Halilitar.
“Udah kasih aja. Nanti dia penasaran kalau dilarang,” jawab Faisal.
Dengan berat hati Almira mengijinkan Naura naik permainan halilintar. Naura ditemani oleh kedua pengasuh Akbar dan Amelia. Sedangkan Almira dan Faisal menunggu di depan tempat permainan.
Akbar dan Amelia melihat kereta halilintar yang sedang berjalan di relnya.
“Uihhhh!” teriak Akbar ketika kereta itu terbalik mengikuti jalur relnya.
“Nda…keletanya jalannya telbalik,” seru Amelia.
“Tata naik itu, Bunbun?” tanya Akbar.
“Iya,” jawab Almira.
“Ihhh celem!!!” teriak Akbar dan Amelia.
Kedua batita itu asyik melihat permainan halilintar. Setelah dua puluh menit lamanya akhirnya Naura keluar bersama para pengasuh. Mereka keluar sambil tertawa-tawa, sepertinya mereka terlihat senang sekaligus jantungan karena memicu adrenalin.
Setelah itu mereka mencari permainan yang lain, sesekali mereka mampir ke permainan yang bisa dinaiki oleh Akbar dan Amelia.
Mereka bermain hingga sore hari. Permainan terakhir yang dinaiki oleh Naura adalah arum jeram. Sehingga membuat baju Naura dan para pengasuh bertambah basah.
“Sudah mainnya! Bajunya sudah pada basah nanti masuk angin. Sekarang kita pulang ke hotel,” kata Almira ketika melihat baju Naura dan para pengasuh sudah basah.
__ADS_1
Merekapun keluar dari Dufan dan kembali ke tempat parkir mobil. Mobil APV premium itu meluncur menuju ke hotel yang sudah dibooking oleh Faisal.
Faisal menyewa dua kamar yang cukup besar dan kedua kamar itu dihubungi oleh connecting door. Agar memudahkan mereka masuk ke kamar anak-anak. Anak-anak tidur bersama dengan kedua pengasuh. Naura, Akbar dan Amelia tidur di atas dan kedua pengasuh tidur di bawah dengan menggunakan ekstra bed. Sedangkan Faisal dan Almira hanya tidur berdua tanpa diganggu oleh anak-anak mereka.