Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 7


__ADS_3

Radit tiba di Perusahaan yang dimaksud. Sesampainya di sana dia langsung menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan ruangannya Ivan. Saat akan bertanya, alangkah terkejutnya Radit melihat Anita disana, mereka berdua sama sama terkejut. Kamu Anita kan, sepupunya Almira tanya Radit. Iya dan kamu Radit kan, suaminya Almira ? untuk apa kamu berada di sini? tanya Anita agak ketus, dia memang kurang suka sama Radit setelah tahu apa yang dilakukannya terhadap Almira. Radit hanya tersenyum menanggapinya, dan berkata Aku di sini mau ketemu Ivan, untuk wawancara kerja, ruangannya dimana ya Anita ? oh gitu, ruangannya pak ivan ada di lantai 2 terus belok kiri kata Anita. Terima kasih kata Radit dan langsung menuju ruangan yang dimaksud. Sesampainya di ruangan ivan, Radit mengetuk pintu terlebih dahulu, Masuk, terdengar suara dari dalam. Begitu pintu di buka Ivan langsung menyapa Radit, Eh lo udah datang dit, sini masuk dan silahkan duduk. Wah gue gak nyangka ya van, dalam usia muda lo udah jadi Asisten Manager kata radit kagum. Ya semuanya ini tidak luput dari kerja keras gue dit, lo juga bisa nanti kayak gue, kata Ivan. Radit hanya tersenyum mendengar perkataan Ivan. Ayo aku antar ke ruangan HRD untuk wawancara, kata Ivan. Setelah sampai di ruangan HRD, Radit di persilahkan masuk dan wawancara pun berjalan lancar dan Radit diterima di Perusahaan tersebut. Radit sangat senang rasanya dia tidak sabar ingin segera memberitahu Almira. Radit kemudian menelpon Almira tapi tidak diangkat. Apa Almira sibuk ya, sampai tidak angkat telpon dariku batin radit, ya sudahlah nanti saja aku beritahu. Sedangkan di tempat Almira, Aduh perutku mulai mual mual lagi, kalau begini terus, aku tidak akan bisa konsentrasi dalam bekerja, gumam Almira sehabis dari toilet, sampai di meja kerjanya, dia melihat notifikasi panggilan tidak terjawab dari Radit, Untuk apa radit menelponku ? ah gak penting juga, mending aku lanjut kerja supaya pekerjaanku bisa cepat selesai.

__ADS_1


Hari sudah sore dan waktunya Almira untuk pulang. Sesampainya di rumah, Radit langsung bertanya ke Almira, tadi kamu sibuk ya Al, sampai gak bisa angkat telepon dariku ? iya, emang ada hal penting apa kamu menelpon ku? tanya Almira. Aku diterima bekerja Al, dan dua hari lagi aku sudah mulai bekerja kata Radit. Oh. mendengar tanggapan Almira yang cuma berkata oh, sungguh di luar ekspetasi Radit, tadinya dia pikir Almira akan senang dan langsung memeluknya tapi nyatanya malah biasa saja, cuma oh aja Al kata radit kemudian, iya dan selamat ucap Almira, emang apalagi yang mau dia harapkan padaku, apa dia pikir aku akan senang dan memeluknya, jangan mimpi batin Almira. Radit pun cuma bisa pasrah menghadapi sikap Almira, padahal tadinya dengan kejadian semalam Almira akan lebih perhatian padaku tapi nyatanya dia masih saja cuek batin radit. udah iya, kalau gak ada yang dibicarakan lagi aku mau mandi dulu gerah banget, kata Almira dan langsung menuju kamar mandi, tanpa menunggu perkataan dari Radit. Radit hanya menghela nafas, dalam hati dia harus bersabar dalam menghadai sikap Almira sampai dia lupa menceritakan kalau dia satu kantor nantinya dengan Anita.

__ADS_1


Dua hari kemudian, tiba lah saatnya Radit untuk bekerja. Sungguh penampilan Radit sangat menawan dengan pakaian formalnya. sampai spai Almira bengong seperkian detik melihat penampilan Radit, apa apaan aku ini, kenapa aku sampai terpesona tadi melihat Radit batin Almira, Sadarlah Almira , Radit itu bukan orang yang pantas kamu kagumi tetapi pantas untuk selalu kamu benci batin Almira lagi.

__ADS_1


eh liat deh, itu pegawai baru ya? gila cakep benar, gue berasa ngeliat V Bts, kata salah satu pegawai wanita. Iya kayaknya emang karyawan baru deh, mana mungkin kita baru tahu kalau ada cowok setampan ini di perusahaan kita, kata temannya. Semoga aja ya dia belum punya pacar? gak mungkin kayaknya belum punya pacar, masa cowok setampan dia gak punya pacar ? bahkan mungkin dia udah punya istri. jangan sampai udah punya istri, gue kan mau deketin dia, tapi gue juga gak mau dibilang pelakor, kata salah satu karyawan yang bernama Rina. Kebiasaan deh lo Rin, setiap ada cowok cakep mau lo deketin melulu, kasihan tu pacar lo, kata temannya. ya gak apa apa, sebelum kita menjadi istri orang kita itu bebas tau buat memilih asal jangan dengan suami orang aja kata Rina. Mereka masih lanjut mengobrol samb cekikikan, tanpa mereka sadari Anita sedari tadi mendengar obrolan mereka. Dia juga melihat Radit suami sepupunya. Jika di lihat lihat Radit itu emang cakep sih, bahkan lebih cakep dari Tama dan lebih muda lagi, tapi kenapa Almira malah tidak menyukainya gumam Almira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2