
Almira terbangun mendengar suara alarm dari ponselnya. Dengan sempoyongan Almira berusaha mematikan alarm ponselnya. Sebetulnya Almira masih mengantuk namun ia harus segera bangun untuk mandi besar untuk membersihkan diri karena sudah melayani suaminya di atas peraduan.
Beberapa jam yang lalu.
Pukul setengah satu Faisal bangun dan tangannya yang terampil langsung menelusuri tubuh Almira. Mencari spot-spot yang menyenangkan untuk disentuh. Almira yang sedang tidur dengan lelap merasa ada yang menyentuh tubuhnya secara reflek Almira langsung bangun.
Astagfirullahaladzim. Siapa yang sudah berani menyentuhku, kata Almira dalam hati.
Almira sudah bersiap-siap memegang guling untuk memukul orang yang telah berani menyentuh tubuhnya. Almira langsung membalikkan tubuhnya dan hendak memukul orang yang telah berbuat kurang ajar kepadanya.
Ketika ia hendak memukul orang itu, di bawah cahaya malam yang remang-remang Almira mengintip wajah orang dan ternyata orang itu adalah Faisal. Faisal sedang menatapnya dengan tatapan mata yang lembut dan diselimuti gai-rah.
Mas Faisal sedang apa dia di kamarku. Eh…tapi tunggu ini sepertinya bukan kamarku, kata Almira di dalam hati.
Apa jangan-jangan Faisal telah membiusku dan membawaku ke kamar hotel? Tega sekali Mas Faisal berbuat seperti itu padaku, kata Almira dalam hati.
Almira mencoba mengingat apa yang telah terjadi, hasilnya Almira langsung kaget matanya membelalak dan telapak tangannya menutupi mulutnya. Almira baru ingat jika ia baru saja menikah dengan Faisal. Dan lelaki itu dapat dengan leluasa menyentuh seluruh tubuhnya karena statusnya adalah suami Almira.
“Kamu sudah bangun, Mira?” tanya Faisal dengan suara khas orang bangun tidur.
“Mas tidak tidur?” Almira malah balik bertanya bukan menjawab pertanyaan Faisal.
“Sudah tidak mengantuk lagi,” jawab Faisal lalu memeluk tubuh Almira dan mencium bibir istrinya.
Faisal mencium bibir istrinya dan tangannya bergerilya kemana-mana, mencari spot-spot yang menyenangkan untuk disentuh. Daster Almira beserta pakaian dalamnya dilepaskan begitu saja oleh Faisal dan entah dilempar kemana. Almira cuma bisa pasrah melayani keinginan suaminya. Faisal ternyata benar-benar seorang ahli di atas tempat tidur. Tangan, mulut dan lidahnya tidak berhenti melakukan fo-re-play di spot-spot tertentu sehingga membuat Almira berkali-kali dibuat melayang. Setelah puas melakukan fo-re-play akhirnya Faisal memasukkan bagian tubuhnya ke bagian kewanitaan istrinya. Faisal merasakan nikmatnya daerah kewanitaan Almira yang terasa sempit dan berdenyut.
Dasar Don Juan bodoh di rumah punya istri yang nikmat begini tapi mencari kenikmatan yang lain di luar sana, kata Faisal di dalam hatinya.
Tapi kalau Tomy tidak bodoh maka Faisal tidak bisa memiliki Almira. Mungkin ini memang sudah menjadi takdirnya, Almira memang Allah ciptakan untuk menjadi istri Faisal.
Thank you Tomy. Karena kebodohanmu sekarang Almira menjadi istriku, ucap Faisal di dalam hati.
Faisal terus menerus mendesah karena daerah kewanitaan Almira begitu nikmat bagi Faisal dan akan menjadi candu bagi Faisal.
Akhirnya Faisal sampai ke puncak kenikmatannya, ia menyemburkan berjuta ****** ke dalam rahim istrinya. Setelah itu Faisal tumbang di atas tubuh istrinya.
Setelah tidak merasa lemas lagi Faisal membersihkan daerah kewanitaan istrinya dengan tissue sambil mengecup perut istrinya.
__ADS_1
“Semoga Allah memberikan karunia Nya di sini,” ucap Faisal setelah mengecupi perut istrinya.
“Aamiin,” ucap Almira.
Lalu Faisal menutupi tubunya dan tubuh istrinya dengan selimut. Masih ada waktu beberapa jam untuk tidur kembali sebelum adzan subuh berkumandang.
🌹🌹🌹🌹
Setelah mematikan alarm ponselnya perlahan Almira bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
“Jam berapa sekarang, Mir?” tanya Faisal dengan tiba-tiba.
“Jam setengah empat, Mas,” jawab Almira.
“Hmm sudah waktunya untuk mandi,” kata Faisal lalu bangun dari tempat tidur.
“Mas tidur dulu aja, nanti Almira bangunkan,” kata Almira.
“Mas sudah tidak mengantuk lagi. Ayo kita mandi bareng.” Faisal bangun dari tempat tidur dengan tidak menggunakan sehelai pakaian yang menutupi tubuhnya.
Faisal langsung merangkul bahu Almira dan membawa Almira ke kamar mandi.
Almira sudah bisa membayangkan apa yang akan suaminya lakukan di kamar mandi dan mandi besar mereka pasti tidak akan selesai akibat dari ulah suaminya.
“Mas nggak akan ngapa-ngapain kok. Kita cuma mandi bersama saja,” jawab Faisal.
Almira cuma bisa menghela nafas. Daripada terus berdebat dengan suaminya pasti nggak akan selesai lebih baik ikuti saja keinginan suaminya. Mudah-mudahan benar hanya mandi bersama.
Akhirnya Faisal dan Almira mandi bersama.
Benar dugaan Almira, Faisal terus menerus mengusap tubuh Almira dengan sabun dan tidak mau berhenti.
“Mas, sudah dong menyabuni badan Almira! Nanti Almira bisa masuk angin,” kata Almira.
“Sebentar masih belum bersih,” jawab Faisal yang masih asyik menyentuh tubuh istrinya.
“Mas, ini sudah siang! Sebentar lagi adzan subuh.” Almira terus berusaha mengingatkan suaminya.
__ADS_1
“Iya sebentar lagi. Kamu belum menyabuni badan Mas,” kata Faisal.
Mendengar perkataan suaminya Almira langsung menghela nafas.
Ini kapan selesainya? Tanya Almira di dalam hati.
Akhirnya Almira mengikuti permintaan suaminya yaitu menyabuni badan suaminya. Faisal menikmati sentuhan tangan istrinya. Ia mendesah setiap kali istrinya menyentuh daerah sensitive di tubuhnya.
“Ya terus Mira, ah….nikmat sekali Mira,” kata Faisal sambil mendesah.
Ingin rasanya Almira protes, namun bagaimanapun melayani suaminya adalah ibadah dan Almira tidak boleh menolaknya.
Akhirnya acara sabun menyabuni selesai sekarang waktunya untuk dibilas. Beruntung membilas tubuh dilakukan dengan cepet tidak ada drama sentuh menyentuh.
Keika Almira sedang mengeringkan badannya dengan handuk, Faisal yang sudah lebih dahulu mengeringkan badannya lalu mendekati Almira lalu mengecup keningnya.
“Terima kasih, ya sayang. Kamu pintar melayani suami,” ucap Faisal lalu keluar dari kamar mandi.
Almira termenung mendengar ucapan suaminya. Ternyata suaminya puas dengan pelayanannya, walaupun hasilnya Almira pasti akan masuk angin karena terlalu lama tidak menggunakan baju dan badan dalam keadaan basah.
Almira ke luar dari kamar mandi dan langsung menggunakan baju agar tidak masuk angin. Lalu ia bersiap-siap untuk sholat subuh berjamaah bersama dengan suaminya.
Setelah selesai sholat subuh Almira langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi dan membuatkan bekal untuk Naura.
“Biar Bi Cani saja yang membuatkan sarapan. Kamu tidur lagi saja, kamu pasti masih mengantuk,” kata Faisal ketika Almira hendak ke dapur.
“Nggak apa-apa, Mas. Tidurnya nanti siang saja, kan hari ini kita masih cuti,” jawab Almira.
“Ya sudah kalau kamu maunya begitu. Tapi nanti kalau terasa cape atau pusing, langsung istirahat, ya! Mas tidak ingin kamu sakit karena kecapcean,” kata Faisal.
“Iya, Mas,” jawab Almira.
Almirapun ke luar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk memasak sarapan untuk keluarga kecilnya.
Beruntung di rumah Faisal Almira memiliki banyak assisten rumah tangga, jadi Almira bisa memasak dengan cepat karena banyak yang membantunya.
.
__ADS_1
.
.Don Juan adalah istilah untuk seorang laki-laki yang handal menaklukkkan banyak wanita lalu melakukan hubungan seksual dengan para wanita tersebut.