Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 9


__ADS_3

Keesokan harinya radit memberitahukan kabar gembira ini ke Ivan. ah yang benar lo dit, Anita suka sama gue? lo gak lagi ngerjain gue kan? kata ivan. Sumpah van, Anita benar suka sama lo,buat apa juga gue ngerjain lo, Almira sendiri kok yang bilang kata Radit. Nah sekarang lo gak usah ragu lagi buat ngedeketin Anita. Terima kasih ya dit, berkat lo akhirnya gue bisa ngedeketin Anita tanpa ragu ragu lagi. iya sama sama, gue juga ngucapin terima kasih ke elo kata radit. hah terima kasih buat ap?tanya ivan heran, Radit hanya tersenyum dan berkata ada deh. Karena berkat elo dan Anita gue bisa melihat senyumnya Almira batin Radit. Sebagai langkah awal gue mau lo ngajakin Anita buat makan siang di luar, dan gue juga ikut kata Ivan. lo kok gue yang ngajakin bukan lo sendiri ? tanya radit bingung. lo gimana sih, gak mungkin kan tiba tiba gue ngajakin Makan berdua , lagian lo juga kenal Anita kata Ivan. iya juga sih, iya entar gue ajak Anita makan di luar asal lo yang traktir kata Radit. Kalau masalah itu sih gampang terserah lo mau makan apa aja kata ivan. Ya udah sampai jumpa nanti siang, gue mau lanjut kerja dulu kata Radit dan berlalu dari ruangan Ivan.


Saat jam makan siang tiba, Ivan langsung menemui Radit dan mengajaknya makan bersama. sesuai rencana,Ivan dan Radit menemui Anita. Anita, panggil Radit begitu melihat Anita di meja kerjanya, Anita menoleh dan melihat Radit yang ternyata memanggilnya, Radit berjalan bersama ivan menghampiri Anita. Ada apa Radit kata Anita Makan siang bareng yuk, kebetulan bos kita Ivan mau mentraktir kata radit sambil menunjuk Ivan. Anita jadi bingung, kenapa bisa Radit begitu akrab dengan Ivan tapi dia gak mau ambil pusing, kebetulan sekali, ini kesempatanku untuk bisa melihat pak ivan dari dekat batin Anita senang. dia kemudian menyetujui ajakan Radit untuk makan bersama sama. Sesampainya di Restaurant, mereka kemudian duduk bertiga, dan memesan makanan. Anita kamu mau pesan apa? tanya Ivan,sambil menyerahkan buku Menu ke Anita, Anita jadi gugup ditanya sama ivan, dan langsung menunjuk asal makanan yang dipesan. Ivan yang melihatnya pun bertanya kamu yakin mau pesan ini Anita ? Anita pun melihatnya dan terkejut ternyata makanan yang ditunjuknya adalah Sambal Goreng, dia begitu malu, dan segera bilang maksudnya Nasi goreng. Ivan hanya tersenyum melihat tingkah Anita. Untuk menutupi rasa malu nya Anita kemudian pamit pergi ke Toilet. sesampainya di toilet, aduhh malu banget gue, bisa bisanya gue salah pesan makanan kata Anita bicara sendiri ia kemudian merapikan dandanannya ia ingin terlihat cantik di depan Ivan. sepeninggal Anita, Sepertinya Anita sangat gugup tadi van? itu saja udah sebagai bukti kalau Anita itu ada rasa sama lo kata Radit. ah lo gak tau aja dit, gue juga sama gugupnya tadi, untuk pertama kalinya gue begitu dekat dengan Anita kata Ivan. Emang selama ini lo gak pernah ngobrol sama Anita sekedar basa basi gitu ? tanya Radit heran. Ivan menggeleng, gak pernah dit, lagian gue juga jarang keluar ruangan dan setiap gue pulang kantor gue selalu melihat Anita pulang bareng cowok, jadinya gue membatasi diri gue sendiri untuk menjauh. mendengar perkataan Ivan, radit cuma ber oh aja. tak berapa lama Anita pun kembali dari toilet begitupun makanan yang dipesan sudah datang. Mereka makan dalam diam tak ada yang bersuara, Radit melihat Anita dan Ivan secara bergantian, dia pun mempunyai ide untuk meninggalkan mereka berdua sebentar, Kalian berdua lanjut makan dulu, aku mau ke toilet sebentar kata Radit. Mendengar perkataan Radit Ivan ingin mencegahnya, tapi Radit sudah keburu pergi. Kini tinggal Anita dan Ivan, suasana diantara mereka benar benar canggung, tidak ada yang berani memulai percakapan. setelah beberapa menit berlalu, Ivan memberanikan diri untuk bertanya. Anita, nanti kamu pulang sama siapa ? Sendiri pak, saya bawa sepeda motor jawab Anita. Kalau lagi di luar jangan panggil pak dong, aku jadi keliatan tua banget, kata Ivan, mendengar perkataan Ivan Anita jadi tersenyum dan berkata Terus saya harus manggil apa dong? tanya Anita, panggil kakak saja, kak Ivan, lebih enak di dengar, kata ivan. iya kak ivan kata Anita. Kamu gak dijemput sama cowokmu ? tanya Ivan, saya belum punya cowok kak ivan kata Anita. terus yang sering antar jemput kamu itu siapa tanya ivan. mendengar pertanyaan ivan, Anita terkejut, bagaimana kak ivan bisa tau ya, aku sering diantar jemput, apa selama ini kak ivan sering memperhatikanku kata Anita dalam hati. dia itu bukan pacar saya kak, dia hanya teman kata Anita kemudian. Ivan pun tersenyum mendengarnya, walaupun dia sudah tahu dari radit tapi mendengar langsung dari Anita membuatnya menjadi lebih lega. Tanpa sadar mereka pun melanjutkan obrolan mereka tanpa rasa canggung lagi. Sedangkan Radit selalu menyempatkan waktu untuk nge chat Almira walaupun ia tahu kalau Almira tidak akan membalas chat nya.


__ADS_2