Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira
Bab 4 Pernikahan


__ADS_3

Begitu Anita datang setelah aku telpon, aku langsung memeluknya sambil nangis. Ada apa Al, kenapa kamu nangis? tanya Anita. Aku mau menikah nit, jawabku tergugu, Anita kaget mendengar perkataanku, dan melepas pelukannya dan bertanya, Apa menikah? dengan siapa? dengan radit, jawabku. kok bisa kamu mau nikah sama dia Al, bukankah kamu bilang kamu tidak menyukainya? dan aku pun mulai cerita ke Anita apa yang terjadi padaku semalam bersama radit. Mendengar penjelasanku, Anita jadi geram, dasar Radit benar benar ya bajingan banget tu cowok, bisa bisanya dia pakai cara licik buat dapetin kamu. Aku udah gak tau harus berbuat apalagi selain menyetujui menikah dengannya, seandainya saja aku menolak ajakannya untuk bertemu, mungkin hal ini gak bakal terjadi, kataku sambil menangis. Kamu yang sabar ya Al, kata Anita prihatin, kami pun kembali berpelukan.


Dua hari kemudian, hari pernikahanku dengan radit pun terlaksana. Begitu mendengar kata sah dari para saksi, kami sudah resmi jadi sepasang suami istri, Pupus sudah harapanku untuk mempunyai pernikahan impian dengan orang yang aku cintai, bahkan pernikahan ini pun dilakukan secara mendadak tanpa adanya prewedding seperti pasangan pasangan pengantin lainnya, aku hanya bisa meratapi nasibku yang menyedihkan ini. Sementara radit terlihat begitu bahagia dengan pernikahan ini.

__ADS_1


Malam pun tiba, kalau pasangan pasangan pengantin lainnya sangat menunggu momen ini, lain dengan Almira, dia begitu takut ketika radit mendekatinya..Jangan menyentuhku, walaupun kita sudah menjadi pasangan suami istri aku belum siap untuk melakukan kewajibanku, aku harap kamu ngerti radit, kataku memohon. aku harap radit bisa mengerti, tapi aku ragu melihat apa yang sudah dia lakukan padaku, dia akan tetap memaksaku untuk berhubungan badan dengannya. tapi yang aku takutkan tidak terjadi. Baiklah Almira jika itu keinginanmu, aku tidak akan memaksa sampai kamu benar benar siap nerima aku dan sekarang tidurlah kamu pasti capek kata Radit. Aku jadi lega mendengar perkataannya dan lanjut untuk tidur.


Keesokan harinya, aku sudah bangun pagi pagi, karena saat ini aku tinggal bersama keluarga radit, ada ayah, ibu dan 2 adiknya laki-laki dan perempuan, yang perempuan masih SMA, sedangkan yang laki laki baru lulus Sma tidak enak rasanya kalau bangun kesiangan. Kulihat belum ada orang yang bangun. Aku segera menyiapkan bahan bahan untuk memasak. setelah selesai ibu radit sepertinya sudah bangun dan menghampiriku. lo kamu sudah masak nak? harusnya biar ibu saja yang masak, kamu diam aja kan masih pengantin baru, kata ibunya ramah. tidak apa apa bu, saya sudah terbiasa memasak di rumah. kemudian kami pun makan bersama keluarga lainnya. terlihat ayahnya sudah berpakaian dinas, sepertinya beliau seorang Pns, ayahnya sama sekali tidak menyapaku, sepertinya dia tidak suka dengan keberadaanku sebagai menantunya. aku hanya diam, dan aku juga enggan menyapanya duluan. Aku memilih cuti 1 minggu dari kantor, entah gosip apa yang sudah tersebar di kantor mengenai pernikahanku yang terkesan mendadak ini. Sedangkan radit sudah resign karena akan bekerja ke luar negeri. Sampai di kamar radit menghampiriku. Al, maklumi sikap ayahku ya, sebenarnya beliau ingin menjodohkanku dengan salah satu anak temannya, tapi aku gak bersedia karena aku sangat mencintai kamu kata radit. aku tidak menjawab perkataan radit dan hanya diam. Almira, tolonglah rubah sedikit sikap kamu ke aku, sebentar lagi aku akan berangkat keluar negeri ,kita tidak akan bertemu dalam jangka waktu yang lama, aku mohon sedikit perhatian dari kamu, jangan cuek kayak gini, suka tidak suka kita sudah jadi suami istri kata radit panjang lebar. Bukankah kamu sudah tahu radit, kalau pernikahan ini bukan keinginanku, jadi jangan berharap lebih padaku kataku sambil berlalu meninggalkannya.

__ADS_1


Sepeninggal radit, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan selama cuti di rumah, benar benar canggung tinggal bersama mertua apalagi baru kenal. tetapi untungnya ibunya radit sangat baik padaku, dia sering mengajakku ngobrol, seperti obrolan waktu itu. ibu benar benar tidak menyangka lo kalau radit akan menikah secepat ini, dan ternyata kamu orangnya almira, radit pernah bercerita kalau dia sangat menyukai seorang gadis di kantornya tapi katanya gadis itu sudah punya cowok, karna ibu gak mau liat dia sedih ibu katakan padanya sebelum janur kuning melengkung, kamu masih ada kesempatan untuk miliki gadis itu,jadi jangan nyerah, kata ibunya sambil tersenyum. oh jadi kompornya si ibu ini batinku. aku hanya tersenyum menanggapinya, dalam hati aku berkata, seandainya anak ibu itu tidak hadir dalam hidupku mungkin aku sudah bahagia menikah dengan Tama orang yang aku cintai.


Keesokan paginya,kami sekeluarga kaget melihat radit sudah ada di rumah. apa yang terjadi radit, kok kamu sudah pulang? tanya ayahnya. Aku ditipu sama agen pak, sesampainya disana tidak ada perkantoran yang dimaksud, untungnya aku masih punya sisa uang untuk balik ke Indonesia, kalau tidak aku pasti sudah terlunta lunta di negeri orang kata radit. Ya ampun radit, bisa bisanya kamu kena tipu kayak gini, berapa biaya coba yang sudah hilang, coba aja dulu kamu dengerin bapak untuk jadi Pns, kejadian kayak gini tidak akan terjadi kata ayah radit emosi. iya maaf pak, siapa juga yang mau kena tipu kayak gini dan radit akui radit salah tidak cek dahulu tentang agen tersebut kata Radit menyesal. Ayahnya hanya menghela nafas, tidak tau harus bicara apalagi. dan ibunya berkata, sudahlah pak, jangan diperpanjang lagi, yang penting kan anak kita bisa balik lagi, uang kan masih bisa dicari. Tanpa berkata apa apa lagi ayahnya langsung pergi berangkat kerja. Dan aku tidak tau harus berkata apa, mau nyumpahin tapi suami sendiri. Karena radit sudah resign dari kantor otomatis dia jadi pengangguran sekarang dan lengkaplah sudah derita hidupku sudah nikah terpaksa dan sekarang punya suami pengangguran, ya Tuhan cobaan apalagi ini, rutukku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2