
"Apa?! kamu udah gila ia.Liat,badan kamu aja kaya babon,mana mungkin aku tulus suka dengan kamu.Kekasih ku hanya Dini,sedangkan kamu itu ATM berjalanku agar Dini ku lebih cantik dibanding kamu." ucap Bram dengan sengaja menghina Luna didepan dini.Hati gadis itu sangat hancur ketika mengetahui kekasih hatinya memanfaatkan nya dan memilih wanita lain..Luna hanya bisa mematung tanpa sepatah kata pun.Air matanya mulai megalir deras saat Bram mencium dini lalu pergi meninggalkannya.
" Hiks..hiks..tega sekali kamu Bram." lirihnya.
Teringat dimana masa-masa Bram menyatakan cinta pada dirinya,saat itu hati Luna merasa bahagia,Namun semua kenangan itu sirna bersama rasa sakit yang kian dalam.Rasa cinta yang dulu ada kini berubah menjadi benci.Luna berjanji akan membalas semua perlakuan yang diberikan oleh lelaki tersebut.
Hari berganti dan bulan pun berlalu.Luna kini mulai belajar melupakan lelaki tersebut,ia memulai kembali menata hatinya agar tidak terjerumus kembali kedalam percintaan yang membuatnya merasa muak.
"Lun,tolong gantiin sebentar dong." ucap wina,salah satu rekan kerja Luna.Wina menyerahkan proposal yang ia bawa kepada Luna.
" Loh,bukannya kamu yang harus antar ia." tanya Luna dengan enggan nya.
" Pliss,hari ini aja." pinta Wina dengan wajah memelas yang ia buat.Luna tersenyum simpul melihat mimik wajah yang dibuat oleh sahabatnya tersebut.
" Iya sudah,tapi aku harus antar ini kemana?" tanya Luna sambil mengangkat proposal tersebut.
" Pak Saga..." ucap Wina sambil memperlihatkan deretan gigi nya yang berbehel tersebut.
" APA?!" seketika Wina membekap mulut Luna. " Shuutt....jangan teriak bisa kan? Plisss..nanti aku traktir deh." sahut Wina yang berbisik kearah Luna.
Luna tertawa hambar,ia tau karakter Saga yang sangat kejam dan tegas kepada semua bawahan nya,jika laporan proposal tersebut ada kesalahan maka tamatlah sudah karir nya kali ini.
" Bukan nya aku.." tiba-tiba Luna terdiam saat Angga asisten kepercayaan bosnya tersebut menghampirinya.
" Laporannya sudah selesai kan?" Angga pun menghampiri Wina dengan meminta laporan tersebut.
" Ehh,bukan aku yang buat ko pak,itu Luna." sahut Wina yang melirik kearah Luna.
" Dasar teman keterlaluan." gumam Luna yang menatap sinis ke arah Wina.
Angga menatap Luna dan meminta laporan tersebut,dengan perlahan Luna menyerahkan laporan tersebut kepada Angga.
__ADS_1
" Lain kali kalau disuruh buat laporan jangan lama bisa kan." ucap Angga dengan tegas.
" Bi bisa pak." jawab luna sambil menundukan kepalanya.Melihat bawahan nya tersebut Angga pun meninggalkan ruangan kerja kedua karyawannya tersebut.
" Huf..akhirnya pergi juga,aku tadi udah takut aja loh." ucap Wina sambil memegang dadanya.
Luna menatap sahabatnya tersebut dengan perasaan kesal.Gara-gara sahabatnya itu kini ia akan berurusan dengan pemilik perusahaan itu.
" Ka kamu kenapa?" tanya Wina yang merasa bersalah.Luna hanya diam tak menggubris perkataan sahabatnya karna kesal.Ia pun kembali duduk dan melanjutkan pekerjaan nya tersebut
Tak lama,Angga mendatangi ruangan Luna dengan wajah yang datarnya. " Kamu ikut saya keruangan pak saga." ucapnya dingin.
" Sa saya pak?" tanya Luna dengan takut nya
" Iya." jawab Angga dingin lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.Dengan tergesa-gesa Luna menyusul langkah kaki Angga untuk memasuki ruangan dimana para karyawan disana takut untuk memasukinya.
TOK...TOK..TOK..
Luna hanya bisa menundukan kepala,ia sangat takut untuk menatap Saga. " Mati aku." gumam Luna.Saga menatap gadis itu dengan intens,kemudian tanpa sadar ia pun menyunggingkan senyumnya. " Kamu wanita yang waktu itu narik aku kan?" tanya Saga yang tiba-tiba membuat Luna terkejut dan menatap langsung ke arah Saga.
Luna pun makin terkejut saat menatap pria dihadapannya tersebut, " Ka kamu?!ehh,ma maaf pak." ucap Luna yang kembali menundukan kepalanya.
FLAS BACK ON
Suara ******* terdengar dari dalam kamar tersebut.Saga mulai menghentikan langkah kaki nya,dengan perlahan ia membuka pintu kamar tersebut.
" DINI !!! " teriak Saga saat melihat tunangan nya telah berselingkuh dengan lelaki lain.Saga menarik lengan wanita itu secara paksa dari dalam selimut.Namun seketika matanya membulat karna ia melihat tubuh wanita tersebut tak tertutup oleh sehelai benang pun.
" Saga aku mohon maafkan aku Saga." ucap Dini yang memohon sambil menangis dibawah kaki nya.Saga menatap sinis wanita dihadapannya. " Wanita rendahan seperti kamu sebaiknya mati saja." ucap saga yang tersenyum evil,dan berlalu pergi.
" Sagaaaa..!! hiks...hiks.." wanita itu menangis tersungkur.Bram yang berada diatas ranjang kini menghampiri Dini dan memberikan selimutnya kepada Dini.
__ADS_1
" INI SEMUA GARA-GARA KAMU." teriak Dini yang mendorong tubuh Bram. " Andai saja kamu gak minta bermain diapartemen ku,mungkin sekarang Saga masih bersama ku." ucapnya kembali sambil menangis.
" Sudahlah,lagian kita Saga sangat menyukai mu.Ia tidak akan bisa lepas dari pesona mu." ucap Bram sambil memeluk tubuh Dini.
Mendengarkan ucapan tersebut Dini mulai merasa tenang,ia tersenyum kepada Bram dan memeluk tubuh lelaki tersebut. " Kamu benar Bram,selama aku masih berdiri,aku akan merebut hati Saga kembali.Bagai manapun caranya." ucap Dini dalam hati.
***
Saga melajukan mobil tersebut dengan cepat,untung saja jalanan saat ini sedang sepi jadi ia dengan leluasa meluapkan emosinya dengan mempercepat laju kendaraannya.
" ARGHHH...!!! " Saga berteriak sambil memukul setir mobilnya berulang-ulang.Rencana pernikahan yang telah lama ia susun akhirnya berantakan,setelah apa yang ia lihat.
Saga terus melajukan mobilnya,namun saat ia melewati sebuah jembatan ia melihat seorang wanita yang sedang berdiri diatas jembatan tersebut.Dengan rasa penasaran ia pun memberhentikan mobilnya lalu secara perlahan menghampiri wanita itu.
"Hiks..hiks..kenapa kamu tega,setelah apa yang sudah aku lakukan untuk mu.KENAPA KAMU MILIH DIAAA..!!" ucap gadis tersebut sambil menangis dan berteriak.Saga hanya menatap iba pada wanita itu,dan Saga merasa jika nasib wanita itu sama seperti dirinya saat ini.
Saga hendak meninggalkan wanita itu sendirian disana,namun saat Saga melihat wanita tersebut semakin mendekatkan tubuhnya ditiang jembatan ia mulai panik,dan berlari kearah wanita itu.
" JANGAAAAN..." teriak Saga yang berlari kearahnya.Kemudian wanita tersebut dengan perasaan terkejut akhirnya secara tidak sengaja menarik lengan Saga,hingga tubuh lelaki itu terjatuh disamping wanita itu.
" Aww.." rintih saga memegang pergelangan tangannya yang sakit.
" Ma maaf,tadi saya kira kamu mau jahat sama aku." ucap wanita itu dengan gugup dan takut.
" Ish...kamu udah gila iya,jika aku sampai terjungkal kedalam sungai tersebut aku akan bikin kamu daging cincang." ucap Saga yang menahan sakit disekujur tubuhnya terutama lengannya.
" Saya minta maaf.." wanita itu pun langsung lari dari hadapan Saga.Karna saking takunya ia tidak sadar jika tas yang ia gunakan sudah terjatuh dihadapan Saga.
"Hei berhentii..!! teriak Saga. " Sial,cepet juga lari nya." gumam Saga.
Ketika Saga hendak pergi,ia melihat tas yang sudah terjatuh dijalan tersebut lalu ia membukanya dan tersenyum.
__ADS_1
FLASS BACK OFF