
"Makasih iya sudah nemenin aku belanja." Ujar gadis tersebut.
"Gak masalah,malah aku dan anak ku merasa sangat senang sekali bisa bertemu dengan mu." Ucap Bram yang tersenyum lebar. Luna tersenyum kaku kala Bram menyentuh tangan nya. Dengan perlahan Luna menarik lengannya. "Maaf.." Ujar Bram dengan penuh penyesalan. "E_enggak papa." Tawa Luna. "Owh iya,apa kalian mau mampir? Kebetulan aku mau masak buat sarapan yang lain." Ujar Luna. Tanpa fikir panjang lagi Bram menyetujui dengan perasaan bahagia. "Yumi mau main ke rumah tante Luna?" Tanya Bram. Ayumi pun mengangguk senang. Dan tanpa basa basi lagi Luna pun menuntun perjalanan kedua ayah dan anak tersebut untuk menuju tempat tinggalnya.
"Loh,Luna kemana?" Saga yang baru saja kebangun dari tidurnya kini mencari keberadaan gadis kesayangan nya tersebut. "Owh,tadi dia bilang mau kepasar buat beli stok makanan." Jawab Wina yang kebetulan berada didapur. Mendengar jawaban Wina,Saga segera menuju kearah televisi untuk bersantai. Angga yang kebetulan berada di ruangan tv tersebut segera bangkit dari tidurnya. "Argh,dikira aku siapa." Ujarnya sambil menggaruk leharnya.Kemudian ia pergi menuju dapur untuk mengambil segelas air. "Loh,Luna membawa siapa tuh?" Ujar Angga yang penasaran. Mendengar perkataan Angga,Saga yang berada tak jauh dari dapur tersebut segera keluar ruangan.
"Assalamualaikum..." Luna membuka pintu sambil menjinjing banyak sekali kantong belanjaan ditangan nya. "Kamu sama siapa beb?" Ujar Angga penasaran
"Bukannya dijawab malah nanya." Ujar Luna dengan ketus. Bram kini keluar dari mobil,selain ia menggendong anaknya,ia juga membawa beberapa kantong belanjaan untuk ia makan bersama-sama. Melihat wajah Bram,seketika hati Saga merasa terbakar. Ia Saga mulai terbakar perasaan cemburu.
__ADS_1
"Kenapa sih kamu bawa dia kesini." Ujar Saga yang mulai kesal dengan kehadiran duo bapa dan anak tersebut. "Mas sayang,aku gak sengaja ketemu dia. Udah ah jangan cemberut,nanti cakep nya ilang." Bujuk gadis itu sambil memegang kedua pipi Saga.
"Baiklah,kalau gitu kamu cium aku dulu. Nanti aku gak akan marah lagi." Saga memasang pipi nya agar Luna mencium nya. "Apa?! Gak akan." Luna segera membuka kantong belanjaan nya. "Kenapa gak mau?" Ucap Saga yang menghampiri Luna. "Karna kita belum menikah." Bisik Luna. Kemudian gadis itu pun mulai membersihkan sayuran dan daging ayam yang akan diolah. Saga tersenyum,lalu ia menghampiri Luna. "Baiklah kalau gitu besok kita nikah." Ujar Saga dengan Lantang. Wina yang kebetulan hendak mengambil air untuk menyuguhkan Bram pun terbatuk. "Maaf,aku gak denger." Setelah membuatkan air,kemudian Wina pun segera meninggalkan mereka berdua. "Sudah deh mas kamu jangan ganggu aku. Lebih baik kamu bantuin aku." Luna segera memberikan sayuran yang sudah ditaruh di wadah untuk Saga bersihkan.
"Aku gak tau cara mengupas ini." Ujar lelaki itu sambil membolak-balikkan sayur sawi yang berada ditangan nya.Luna tersenyum lucu melihat tingkah lelaki dihadapannya. "Itu gak perlu dikupas. Aku heran sama kamu mas,kenapa bikin salad aja kamu jago. Giliran sekarang masa suruh bersihkan sayur aja kamu gak bisa sih mas." Ujar Luna meledek.
"Hmm,padahal aku kan lagi ingin manja dg calon istri." Ucap Saga yang mengedipkan sebelah matanya. Luna hanya memajukan bibirnya. "Sejak kapan kamu mulai suka sayuran?" Tanya Saga.
"Kenapa ?!" Tanya Saga kembali.
__ADS_1
"Karna makanan Junk food aku jadi malas makan sayur." Jawab Luna kembali. Mendengar itu Saga hanya bisa menghela napas panjang.
Di ruang tamu Angga dan juga Wina sedang asik mengajak ngobrol Bram dan juga Ayumi. Saat anak kecil itu ingin mencari Luna namun Wina segera mengalihkan nya agar anak itu tidak mengganggu Luna. Karna ia tau saat ini Saga dalam mode cemburu tingkat dewa. Sehingga Wina sengaja mengajak nya jalan-jalan dihalaman rumah.
Sedangkan Luna,gadis itu sedang mempersiapkan makan buat semu orang yang berada disana,aroma masakan sudah menyebar ke seluruh rumah. Sehingga siapa saja yang mencium aroma masakan tersebut akan meneteskan air liur nya. "Hmm,pasti enak nih." Ujar Saga yang sedari tadi berada didapur bersama Luna. "Pasti dong." Ucap Luna dengan percaya diri.
"Yap,semua sudah selesai sekarang tinggal nata meja."
"Tunggu,biar aku saja yang nata meja. " Ujar Saga yang menghadang Luna.
__ADS_1
"Ok, hati-hatilah." Sembari Saga merapihkan meja makan,Luna pun menata semua menu masakan diatas meja. Saga membayangkan jika dirinya seperti sepasang suami istri yang saling melengkapi.