
Matahari kian terik saat Adi mencoba kembali menuju Rumah kontrakan Luna. Mobil pun telah ia parkir tak jauh dari gang masuk tersebut.” Semoga saja lelaki itu gak ada disana.” Ucap Adi yang penuh harap.Ia terus berjalan hingga ia sampai didepan rumah tersebut.” Akhirnya, laki-laki tersebut gak ada.” Ucapnya yang tersenyum puas.
Adi mulai menggetok pintu rumah tersebut.namun tak juga dibukakan pintu. “ Aneh, kenapa sepi ia, padahal ini kan hari minggu.” Ucapnya dalam hati. “ Apa mereka keluar ia…” ujarnya kembali.
“ Lagi cari siapa mas?” Tanya salah seorang wanita yang tak lain adalah mimin.
“ Ohh, saya mau ketemu dengan Luna.” Sahut Adi.
“ Luna dengan teman nya sudah pindah tadi pagi mas, Dia dibelikan rumah dengan tunangannya.” Ucap mimin kepada Adi.
“ Apa tunangan?!” Ucap Adi yang terkejut.
“ Iya, tunangannya orang kaya loh mas.Udah gitu ganteng lagi."Kata Mimin sambil mengacungkan jempol nya kearah Adi.
Adi terdiam sejenak, kemudian dia menanyakan alamat baru Luna kepada Mimin. “ Mba tau alamat Luna yang baru?” Tanya Adi penuh selidik.
“ Wah, saya gak tau mas.Soalnya aku gak terlalu deket dengan dia.Udah dulu ia mas, aku mau kewarung.” Ujar Mimin sambil pegi meninggalkan Adi.
Adi menghela nafasnya panjang-panjang.Harapan ia untuk dekat kembali dengan Luna pun sirna. “ Ahh, pindah kemana kamu Lun. Mana ponsel kamu juga gak aktif lagi.” Keluh Adi.Kemudian dia pun pergi dari sana.
Didalam rumah baru tersebut Luna dan Wina sedang sibuk merapihkan serta menata ruangan yang akan mereka tempati. Tiba-tiba saja bel rumah berbunyi, "Siapa iya?Masa Saga sih…” Tanya Luna kepada Wina.
Wina hanya mengangkat kedua bahunya.Dengan rasa penasaran akhirnya Luna turun kebawah untuk membukakan pintu.
CKLEK…
__ADS_1
Luna membuka kunci, kemudian membuka pintu tersebut secara perlahan.Disana sudah berdiri seorang pria berperawakan tinggi dan berpakaian modis. “ Hallo, kamu pasti Luna ia.” Ucap lelaki tersebut.
“ Kamu siapa?” Tanya Luna yang merasa heran dengan lelaki dihadapannya.
“ Oh iya, kenalkan nama saya Max.” Ucap lelaki itu sambil mengulurkan tangannya. Luna pun menjabat lengan lelaki tersebut dan menyuruhnya masuk.
“ Saya adalah orang yang akan melatih kamu.Berhubung hari ini kamu baru pindah jadi pelatihan akan dilaksanakan besok.Ingat jangan sampai telat Ok.” Ujar Max panjang lebar.
“ Baik pak.” Ucap Luna.
“ Jangan panggil aku Pak, panggil saja aku Max Ok.” Ucap Max.
“ Hmm, sudah jauh-jauh datang kemari aku kira akan disuguhkan minuman.Ternyata tidak.Iya sudah, aku permisi dulu.” Max pun bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar
Luna yang mendengar itu langsung serba salah.” Bapak mau minum?nanti aku bikinkan ia.” Ucap Luna sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“ Siapa Lun?” Tanya Wina yang baru saja menata dan membereskan ruangan atas.
“ Max…” Jawab Luna yang masih berdiri didepan pintu keluar.
“ Max?! Siapa max?” Tanya Wina kembali.
“ Itu, bawahan Saga. Hmm, gak bos gak anak buah semuanya sama-sama nyebelin.” Ungkap Luna sambil berjalan kearah dapur.
Wina hanya mengerutkan alis, ia tak mengerti dengan ucapan sahabatnya tersebut. “ Kamu laper gak? Aku mau mesen makanan nih.” Tanya Wina.
__ADS_1
“ Boleh deh, aku juga laper." Jawab Luna. Wina pun segera mengeluarkan ponselnya dan memesan makanan diaplikasi online.
“ Kamu mau makan apa? “ Tanya Wina kembali.
“ Apa aja lah, yang penting pedes dan enak.” Ujarnya sambil tertawa. Wina pun tersenyum lalu ia memesan makanan untuk berdua.
TEET…
Bel rumah pun bunyi kembali,” Siapa lagi tuh”. Ucap Luna. “ Gak tau, masa ia pesanan kita cepat sekali sampainya.” Jawab Wina yang tertawa. Luna segera menyuruh Wina untuk membukakan pintu.
Wina pun menuruti perintah Luna, dan segera membukakan pintu.Baru saja Wina ingin membukakan pintu Saga sudah memasuki rumah bersama Angga.
“ Pak Saga?” Ucap Wina sambil menundukan kepala.
“ Mana Luna?” Tanya Saga.
“ Ada, sebentar saya panggilkan.” Wina pun segera berjalan masuk untuk memanggil Luna. “ Siapa Win?” Ucap Luna sambil berjalan keruang tamu.”Ehh, Ko bapak kesini lagi?” Ucapnya dengan spontan.
Saga melirik kearah gadis itu dan dia menghampiri gadis itu dengan kedua tangan berada disaku celananya.
“ Kamu kemana aja, dari tadi saya hubungi kamu gak diangkat.” Ucapnya sambil menatap tajam kearah gadis itu.
“ Aduh bapak ini gimana?saya kan lagi beres-beres menata dan membersihkan rumah pak, ia jadi saya gak tau kalau bapak ngehubungi saya.” Jawab Luna yang tersenyum simpul.
“ Memangnya ada apa pak?” Tanya Luna.
__ADS_1
Bukan nya menjawab Saga malah berbalik dan langsung duduk di sofa ruang tamu, yang mana disana sudah ada Angga dan Wina yang sedang duduk berdampingan.