
Pagi ini Luna sudah memulai aktifitas nya untuk membereskan semua barang-barang yang akan dibawa pulang kembli. " Hei, ayo bangun..." Luna terus menggoyangkan tubuh Wina yang masih tertidur pulas. " Sebentar lagi ia, ngantuk banget nih…" Ucap Wina yang masih memejamkan mata.
" Ihh, ayoo bangun...!! " Luna segera menarik lengan Wina sampai tubuh gadis itu terduduk dari tidurnya.
Wina hanya bisa membuang nafas panjang. " Aku ingin ke kamar Pak Saga dulu sebentar. Awas aja kalau kamu tidur lagi." Ucap Luna." Iya...iya...aku mandi sekarang deh." Jawab Wina. Walau tubuhnya masih terasa lemas dan ngantuk ia mulai turun dari ranjangnya segera menuju kamar mandi. " Eh iya, jangan lupa bereskan kembali perlengkapan mandi ku iya." Imbuh Luna sebelum keluar dari kamar tersebut.
" Iya...bawel." Gumam Wina. Untung saja ucapan itu tak terdengar oleh Luna, jika tidak mungkin gadis itu akan mengejar Wina dan memukulinya. " Hah?! Apa?" tanya Luna. " Gak apa-apa...sana gih. Katanya mau kekamar Saga." Jawab Wina sambil mengibaskan tangannya. Mendapatkan perlakuan seperti itu Luna langsung memajukan bibirnya dan keluar.
Disepanjang jalan Luna masih memikirkan tentang perkataan Saga yang ingin segera menikahinya." Apa dia benar-benar ingin menikahiku ia? Tapi...ah sudahlah." Gumamnya.
BRUGH...!!!
" Maaf-maaf...aku gak sengaja." Dengan spontan Luna meminta maaf sambil membungkukan badan nya.
" Makannya lain kali kalau jalan pakai mata. Paham !!! " Ucap wanita itu dengan sinis. Luna pun terus meminta maaf. Kemudian wanita itu menatap kearah Luna.
__ADS_1
" Kamu?! Ngapin kamu disini?" Ujar wanita itu. Luna yang terkejut langsung menegakan posisi tubuhnya.
" Mira?" Ucap Luna dengan heran.
" Ngapain kamu disini? Ahh...aku tau kamu disini pasti untuk menggoda lelaki kaya karna sekarang Saga sudah miskin." Ucap nya sambil tertawa menghina.
" Apa? Kalau kamu bicara itu sama aku kamu salah orang. Justru aku disini sedang menikmati malam bersama dengan Saga." Luna pun tak ingin kalah dari perkataan wanita itu.
" Oh iya? Kalau gitu apa kamu dengan Saga sanggup membayar biaya hotel ini? Perlu kamu tau ia, hotel ini diperuntukan untuk orang-orang kaya." Wanita itu melipat kedua tangannya dan menyungginggan senyuman sinisnya.
Mira merasa marah mendengar perkataan Luna, kemudia ia menarik lengan Luna sehingga tubuh gadis itu kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh. " Aduh…!! " Luna meringis kesakitan. Melihat Luna yang terjatuh Mira segera menghampiri Luna untuk menarik Rambut gadis itu. Kemudian Luna segera bangkit dan mendorong tubuh Mira hingga wanita tersebut mundur beberapa langkah.
Kini perkelahiannya pun tak terelakan. Luna yang tak mau kalah oleh wanita itu terus berusaha melawannya dengan sekuat tenaga. Hingga keduanya pun dipisahkan oleh keamanan disana. Saga yang melihat keributan tersebut kini mulai menghampiri Luna yang sedang berdiri dengan rambut acak-acakan dan wajah yang tergores akibat cakaran dari kuku wanita tersebut.
" Kamu gak apa-apa?" Tanya Saga. Mira yang melihat Saga segera memeluknya dan meminta perlindungan dirinya dari gadis bar-bar tersebut. Melihat Mira memeluk Saga Luna segera membuang muka." Ciih, ratu drama mulai beraksi." Gumamnya kesal.
__ADS_1
" Kamu tau gak, tadi dia itu menghina kamu, dia bilang kamu sekarang cacat dan sudah jatuh miskin. Jadi, aku tidak terima. Aku bicara baik-baik bukannya dia menyadari salahnya, eh malah nyerang aku." Mira berusaha mendapat perhatian Saga, dan ingin menjatuhkan gadis tersebut dihadapan Saga." Terus tadi dia juga bilang katanya dia bosen semalaman tidur dengan kamu. Jadi, dia keluar untuk mencari lelaki lain yang lebih hebat dan bisa membuatnya puas."
Saga langsung menatap Luna dan berkata, "Apa semalam aku kurang hebat?" Tanya Saga sambil mendekatkan wajahnya kearah Luna. Melihat Saga berada dipihak nya Mira merasa senang dan menyunggingkan senyuman nya.
" A apa?! Kalau ia memang kenapa?" Jawab Luna sedikit gugup. Seketika wajahnya pun memerah.
" Kalau begitu kita buktikan nanti malam, apa aku hebat atau tidak." Bisik Saga. Ucapan Saga sontan membuat Luna merasa tak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa terdiam.
"Bos semuanya sudah selesai, jadi kita tinggal berangkat saja." Kini, mata Angga mengarah kepada Mira." Kamu disini? Ngapain?" Tanya Angga penasaran.
" A aku sedang dalam urusan bisnis." Jawab Mira. " Owh… Loh, wajah kamu kenapa?" Angga juga menanyakan tentang wajah Luna yang luka.
" Habis gulet dengan ratu iblis." Jawab Luna dengan spontan, sehingga Saga dan juga Angga pun menahan senyumannya." Untung ada Saga kalau tidak..." Gumam Mira kesal.
" Kamu mau pergi kemana? Aku bantu dorong kamu ia." Ucap Mira yang berpura-pura manis dihadapan Saga.
__ADS_1
" Tidak usah, aku mau Luna yang mendorong ku." Jawab Saga. Kemudian dia pun menggenggap lengan Luna dan mengecupnya. Luna menyunggingkan senyumnya lalu berjalan menjauhi wanita itu." Bye...bye…" Tanpa sepengetahuan Saga, Luna sengaja menoleh dan menjulurkan lidahnya kepada Mira yang sedang menatapi tajam kearahnya.