CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 34


__ADS_3

Mira mengepalkan kedua telapak tangan nya." Liat aja, aku pasti akan membalas semuanya. Dasar perempuan sialan." Ucap Mira yang merasa kesal. Kemudian Mira berjalan keluar dari hotel tersebut dengan perasaan kesal.


" Bos aku nyusul Wina sebentar." Ucap Angga


" Oke, aku dan Luna nunggu didepan." Ujar Saga yang kemudian meminta Luna untuk mendorong kursi rodanya kembali.


" Apa kamu tidak apa-apa?" Saga menatap wajah gadis itu dengan seksama." Aku gak apa-apa ko tenang aja." Ujar Luna. Gadis itu mencoba merapihkan rambutnya yang sempat berantakan. Saga tersenyum ketika melihat gadis itu sedang merapihkan rambutnya. " Jika kamu terus berkelahi, mungkin berat badan mu akan cepat berkurang." Saga sedikit menahan tawa nya.


" Terus aja bapak ledek aku." Luna duduk disamping Saga sambil bersungut kesal


" Hahaha…kalau kamu seperti itu rasanya aku ingin sekali mencium mu." Saga mencubit hidung gadis itu dengan gemas.


"Ihh, dasar tua mesum." Gumam Luna sambil mengusap hidungnya yang terasa sakit.

__ADS_1


" Maaf ia sudah menunggu lama…" Ucap Angga dari arah belakang Saga. Angga tersenyum kearah Saga yang sedari tadi menggandeng tangan kekasihnya tersebut.


" Kita sudah bisa check out sekarang kan?" Ujar Luna dengan penuh semangat.


" Kamu bersemangat sekali, Apa jangan-jangan kamu sudah tidak tahan agar aku segera menikahi mu.?" Ucap Saga sambil memainkan alis nya." Wajah kamu kenapa Lun?" Tanya Wina yang taksengaja melihat wajah sahabatnya tersebut." Biasa pagi-pagi ratu iblis sudah ngajak bertarung." Celoteh Luna. Wina mengerutkan alisnya,"Siapa?" Tanyanya lagi. "Tuuh, tunangan nyapak Saga." Jawab Luna sambil berbisik. Angga menyentuh dan memberikan isyarat kepada kekasihnya untuk segera pergi. "Owh maaf…" Wina segera mengambil barang-barangnya menuju keparkiran mobil.


" Mobil sudah siap bos." Ujar Angga.


Luna hanya menanggapi dengan memanyunkan bibirnya, kemudian iapun mendorong Saga menuju parkiran mobil. Sesampainya diparkiran, Angga membantu Saga untuk naik kedalam mobil. "Bos, kenapa tidak naik sendiri saja. Jika begini terus aku akan mati karna kelelahan." Bisik Angga yang tertawa kecil.


" Jika kamu berkata sekali lagi, Aku akan memecat mu dan membuat mu sengsara seumur hidup." Balas Saga sambil berbisik. Sontak Angga pun tertawa simpul menanggapi perkataan Saga. Dengan sedikit berlari Angga menuju bagian kemudi dan mulai melanjutkan perjalanan menuju kota J.


" Owh ia bos, semalam Alex memberikan ini." Angga mengambil paper bag yang berada disampingnya yang kemudian ia serahkan kepada Saga." Alex bilang semua perangkat sudah diperbaiki." Imbuh Angga.

__ADS_1


Angga mengambil lalu membukanya," Apa semua perangkatnya sudah diperbaiki?" Tanya Angga sambil membolak balikkan ponsel miliknya. "Sudah bos, kerusakannya memang tak terlalu parah." Jawab Angga. Saga mengecek satu persatu prangkat ponsel miliknya. Kemudian ia mengirim pesan kepada Alex, untuk segera menjalankan misi yang telah ia berikan. Mobil melaju kencang dijalanan yang sepi. Sehingga para gadis yang berada didalam serasa diayun dan tertidur lelap.


" Kamu kapan akan menikahi kekasih mu tersebut?" Ucapan Saga membuat Angga merasa salah tinggkah." Ehm, rencananya secepat nya bos." Ujar Angga sambil mengusap tengkuk lehernya yang tak terasa gatal." Jika kamu sudah mantap segera nikahi dia. Jangan ditunda lagi." Ujar Saga menasehati. "Ia bos, apa bos juga akan menikahi Luna?" Tanya Angga mencoba mengorek tentang perasaan Saga.


" Urus saja urusan mu, jangan campuri urusan ku." Jawab Saga yang tak ingin bicara banyak tentang perasaannya.


"Dasar mau menang sendiri." Gumam Angga kesal.


"Jangan Lupa dengan rencana kita." Ujar Saga sambil merapihkan rambut gadis itu yang sempat menutupi semua wajahnya." Oke bos." Jawab Angga yang masih fokus kearah jalan." Tolong ambilkan obat luka didalam kotak itu." Tunjuk Saga. Angga membuka kotak yang berada didepannya dan memberikan obat luka itu kepada Saga. Dengan perlahan Saga mengolesi obat diwajah Luna yang sedang terlelap. Ia sengaja tidak ingin membangunkan gadis itu." I Love You..." Bisik Saga ditelinga gadis itu. Saga membenarkan posisi kepala Luna kemudian ia mencium kening gadis itu dengan lembut. Namun tak disangka, kini seulas senyum itu muncul dari sudut bibir nya.ketika melihat saliva gadis itu mengalir dibahunya sampai mengenai pakaian yang ia kenakan.


"Jika saja itu bukan kamu, aku pastikan dia akan membayarnya dua kali lipat." Batinnya.


Angga menatap bosnya dari balik kaca yang berada diatasnya. Kemudian ia pun tersenyum bahagia, karna rencana perjodohan yang dilakukan oleh dirinya dan juga kekasihnya tersebut berjalan lancar." Kuharap Luna bisa menjadi yang terbaik bagi dia." Batin Angga yang sesekali masih menatap kearah kedua sejoli tersebut.

__ADS_1


__ADS_2