CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 12


__ADS_3

Luna menaiki mobil milik Saga, sedangkan Wina naik mobil Angga dan para bawahan lainnya. “ Sudah puas memanggil ku kekasih dan tunangan?” Sahut Saga sambil mengemudikan mobil.


“ Hehehe…maaf pak, cuma kali ini aja ko.Soalnya aku kesel banget sama si biang gosip itu.” Ucap Luna sambil cengengesan. “ Eh iya, bapak tau gak kalau yang tadi bicara itu namanya Sumi.Dia masih perawanloh pak.” Ujar Luna.


Kemudian Saga menatap Luna sejenak dan berkata “Lantas apa hubungannya dengan ku? Dan kamu sendiri bagaimana?” Tanya Saga sambil memainkan alisnya. Luna terdiam, kemudian dirinya menutupi sebagian badannya dihadapan Saga. “ Maksud bapak apa? bapak pikir saya perempuan rendahan apa.” Ujar Luna yang mengalihkan pandangan. Saga pun tertawa, semakin lama ia mengenal gadis itu, semakin ia dibuat penasaran olehnya.


Ditempat lain Wina yang sedang duduk disamping Angga pun mulai menanyakan sesuatu tentang Luna. “ Pak, menurut bapak apakah Pak Saga mulai suka sama Luna ia?” Tanya Wina.


“ Ko panggil aku bapak sih kita kan disini cuma berdua.” Ucap Angga. Seketika Wina mencubit paha Angga. “ Ish, coba liat memang nya kita lagi sendiri.” Ujar Wna yang berbicara pelan pada Angga.


Angga tersenyum. “ Kamu tenang aja, dia semua adalah bawahan ku.Jadi, gak akan ada yang berani mengadukan kita pada Saga “Jelas Angga sambil mengusap lembut tangan gadis itu.Wina merasa tersipu atas perlakuan Angga padanya.Kemudian ia pun menanyakan kembali prihal Luna kepada Angga.


“ Pokoknya kamu tenang aja, Luna gadis yang cerdas, lambat laun bos kita akan tertarik olehnya.” Ucap Angga. Wina pun menghela napas dalam-dalam. “ Iya semoga saja.” gumam gadis itu.


“ Oh iya, kapan kamu akan menerima lamaran ku?” Kini Angga pun menanyakan tentang hubungan mereka.


“ Aku…” Ucapan Wina terhenti ketika menatap wajah lelaki disampingnya tersebut.


“ Kenapa? Apa kamu menolak aku?” Tanya Angga yang mulai serius.


“ Nggak ko, aku cuma mau bilang kalau aku siap untuk kamu lamar.” Kini pipi gadis itu berubah menjadi merah muda karna malu. Tanpa aba-aba lagi Angga menggenggam dan mencium tangan gadis tersebut. " Makasih sayang." Ucap Angga yang penuh perasaan. Wina semakin tersipu malu mendengan kata sayang yang keluar dari mulut lelaki itu.

__ADS_1


" Tunggu sebentar.” Angga pun mengambil kotak kecil dari dalam saku celana nya. " Aku selalu membawa ini disaku celana ku, Agar aku kapan saja bisa melamar kamu." Ucap Angga yang membuka kotak tersebut.


Wina merasa terkejut sekaligus bahagia, Ia tak bisa berkata apa-apa lagi.Perasaan bahagia ini sulit sekali diungkapkan oleh gadis itu. “ Apa kamu serius sedang melamar ku?" Ucap nya sekalilagi untuk memastikan.


“ Aku serius, Wina Anggaeni apakah kamu maumenerima lamaranku ini ?" Kini Angga sengaja memperjelas kata-katanya dihadapan para bawahannya.


Wina pun menggangukan kepala dan menerima cincin yang sudah dipersiapkan oleh kekasihnya tersebut. “ Tapi, apakah pak angga akan tau?aku takut jika nanti terjadi apa-apa pada kamu dan Luna.” Ucap Wina yang merasa khawatir dengan orang-orang yang ia sayang.


“ Hahahaha…kamu tenang aja, justru aku melakukan ini karna Saga.Ternyata dia mengetahui hubungan kita, sebelum yang lain mengetahuinya.” Jelas Angga.


“ Jadi, Pak Saga sudah tau?terus Luna apa ia juga sudah tau?” Ucap Wina.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dan harus berhaapan dengan bosnya tersebut, akhirnya mobil pun berhenti disebuah rumah minimalis moderen berlantai dua. “ Wah…apa ini rumah yang akan aku tinggali?” Tanya Luna kepada Saga.


“ Iya, kamu dan Wina akan tinggal disini.Tapi ingat kamu jangan lupa dengan kontrak kita.” Ujar Saga mengingatkan kembali.


“ Iya…iya…gak usah diulang juga aku udah paham ko.” Luna pun turun dari dalam mobil.


“ Apa kamu senang?” Saga pun bertanya pada Luna yang sedari tadi tak hentinya memandang rumah tersebut.


“ Iya, makasih ia bapak Saga yang ganteng dan baik hati.” Ucap Luna yang tertawa ringan. Saga langsung memerintahkan kembali bawahannya untuk membawa barang-barang itu masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Luna berlari kearah Wina yang baru saja turun dari mobil. “ Kita akan tinggal disini.” bisik Luna dengan wajah yang begitu bahagia.


“ Shutt…jangan seneng dulu, kamu ingat isi surat perjanjian tersebut? Bukankah kamu harus mengikuti semua yang diperintahkan oleh pak Saga?” Ujar Wina sambil berbisik dan mencoba  mengingatkan sahabatnya tersebut.


"Hmm, iya sih tapi yang terpenting kita punya tempat tinggal dan gak ngontrak lagi.” Bisik Luna.


" Eh tunggu, sejak kapan kamu pakai cincin ini?” Luna pun mengangkat pergelangan tangan sahabatnya itu.


" Hmm, aku memang sudah lama memakainya.Kamu saja yang baru liat.” Ucap Wina yang merasa gugup.


" Hey kamu, sini aku belum mengijinkan kamu pergi dari sisi ku." Saga memerintahkan Luna yang dekat dengan sahabatnya itu untuk kembali kesisinya.


" Iya ampun pak, aku cuma ngobrol sebentar dengan Wina masa gak boleh." Ucap gadis itu yang menghampiri Saga.


" Ah,kamu lupa dengan isi perjanjiannya? sekali kamu membantah atau protes dengan ucapanku maka kamu akan tidak aku gaji selama tiga bulan." Ujar Saga dengan wajah datarnya.


" Apa?! Yang bener aja pak.Perasaandalam surat perjanjian gak ada kata-kata itu deh." Ucap Luna yang mulai kesal.


" Ada, baru akan aku tulis dalam surat tersebut." Ucap Saga yang langsung memasuki rumah.Luna mengejar Saga yang tak terima dengan ucapannya tersebut.


Wina yang masih berada diluar pun melihat kearah Angga dan tersenyum. " Sepertinya benih-benih cinta mulai timbul dihati Saga." Sahut Angga sambil memainkan kedua alisnya.Keduanya pun tertawa bersama dan mulai memasuki rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2