
Mobil melaju dengan cepat, dan tak terasa mereka pun tiba di hotel tempat dimana Saga dan Angga menginap.
" Sudah sampai bos." Ucap Angga. Mobil pun berhenti, kemudian Angga membantu Saga untuk turun dari mobil.
"Sementara kita istirahat disini dulu. Setelah itu kita lanjut perjalanan kita." Perintah Saga kepada Angga dan kedua gadis tersebut. Luna dan Wina pun saling pandang." Terus kita tidur dimana?" Tanya Luna.
" Sementara kalian tinggal dikamar Angga." Ujar Saga.
" Bos, ada panggilan dari Alex." Ujar Angga membeikan ponsel miliknya kepada Saga.
Saga memerintahkan Angga untuk mengantarkan kedua gadis tersebut kedalam kamar untuk beristirahat. Kemudian setelah melihat kedua gadis tersebut pergi, Saga menerima panggilan tersebut.
" Tunggu dari tadi, aku perhatikan sikap kamu sekarang ko berubah sih beb." Ujar Wina yang mencoba menghentikan langkah kaki dari kekasihnya tersebut. " Nggakko sayang, sikap aku masih sama seperti dulu." Jawab Angga dengan santai.
" Nggak ko, aku liat sikap kamu berubah. Pasti kamu nyembunyiin sesuatu dari aku ia?" Ucap Wina dengan nada pelan agar sahabatnya tersebut tidak mendengarkan pembicaraan mereka. " Enggak ko, aku hanya cape aja." Angga mencoba menutupi rasa penasaran kekasihnya tersebut dengan mengecup kening nya.
"Tapi masalah Pak Saga..."
" Shutt...sekarang kamu istirahat ia, badan kamu pasti cape." Angga mencoba menghentikan kecurigaan dari kekasihnya tersebut. " Iya sudah kalau kamu gak mau cerita. Pasti itu demi kebaikan Luna kan?" Ucapnya pelan. Angga hanya bisa tersenyum lalu memelukdan mmencium kening Wina. " Sekarang kamu istirahat." Kemudian Angga bejalan kembali menuju tempat Saga.
__ADS_1
Wina menatap punggung Angga dengan perasaan yang gak bisa diungkapkan. " Kamu pasti sangat lelah. Maaf sudah banyak bertanya." Ucapnya dalam hati. Kemudian Wina segera memasuki kamar melihat Luna yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi." Kamu habis mandi?" Ucap Wina
" Iya memang kenapa?" Tanya Luna heran.
" Enggak apa-apa ko." Jawab Wina yang kemudian langsung mmenaiki kasur untuk meluruskan pinggangnya.
" Ihh, mandi dulu gih...baru nanti istirahat." Ucap Luna sambil mendorong tubuh Wina. " Hehehe...nanti aku mandi." Jawab Wina sembari nyengir." Hmm, kamu tuh iya selalu aja gitu." Sungut Luna kesal. Kemudian Luna kembali merapihkan barang yang tadi sempat ia keluarkan.
Saga menoleh kearah Angga yang sedang berjalan kearahnya. " Bagaimana, apa mereka banyak bertanya? " Tanya Saga. " Hmm, nggak bos." Jawab Angga sambil duduk disofa yang berada dikamar Saga. "Baguslah kalau gitu." Ucap Saga. Kemudian Saga berdiri untuk mengambil handuk dan bergegas mandi. " Bos, kaki mu apa tidak sakit?" Tanya Angga yang heran saat melihat Saga bisa berjalan tanpa alat bantu kursi roda. " Memang ada yang aneh?" Tanya Saga sambil tertawa mengejek Angga. " Astaga...! Aku pikir bos memang tidak bisa berjalan." Angga mengusap wajahnya kasar, ia merasa telah dibodohi oleh bosnya tersebut. Sedangkan Saga hanya tertawa sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat.
TOK...TOK...TOK
" Hehehe...maaf bos, terpaksa." Ucap Angga yang kemudian berlari kearah pintu untuk membukakan pintu. " Alex?! Aku kira siapa." Angga mulai lega karna yang hadir bukanlah kedua gadis tersebut.
" Kamu kenapa? Nafas mu seperti orang yang habis maraton saja. " Tanya Alex sambil memasuki kamar tersebut. "Ini semu ulah mu." Ucap Angga kesal. " Aku ?! " Ucap Alex yang merasa heran. Kemudian Alex menatap kearah Saga yang saat itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
" Eh bos, ini semua laporan yang bos minta." Ucap Alex yang menghampir Saga dengan cepat. Saga menatap tajam ke arah Angga yang telah menerobos masuk saat dirinya sedang mandi. Sedangkan Angga hanya bisa nyengir dihadapan bosnya tersebut. " Maaf bos…" Ucap Angga dengan sikap memohon.
" Apa semuanya sudah lengkap?" Tanya Saga. " Sudah ko bos. Dan aku juga sudah menempatkan semua bawahan yang kita percaya. Agar bos dengan mudah memantau pekerjaan dari Rumah." Ucap Alex sambil membantu mendorong kursi roda Saga.
__ADS_1
" Baguslah kalau gitu. Sekarang tinggal tugas kamu dan Angga untuk mengawasi pekerjaan dan juga mengawasi mereka. Ingat jangan sampai rahasia ini bocor." Ucap Saga yang memberikan perintah kepada kedua orang kaki tangan nya. " Baik Bos." Jawab keduanya dengan serempak.
" Owh iya bos, aku juga mendapat info jika ada seorang yang sedang memata-matai mu." Ucap Alex kembali. "Biarkan saja mereka mengikuti ku. Kamu awasi mereka, jika mereka macam-macam maka habisi saja." Ucap Saga sambil menyeringaikan senyumnya.
" Baik Bos." Jawab Alex dengan cepat.
Saga segera bangkit dari kursi roda dan berjalan menuju ranjang. " B Bos ?! " Alex terkejut dengan apa yang ia liat. "Apa?" Tanya Saga menaikan kedua alisnya.
" Kaki mu ?" Tanya Alex. Dari arah belakang Angga tertawa terbahak-bahak melihat wajah teman nya tersebut.
" Iya ampun, apa bos sedang mencari simpati gadis itu? Ucap Alex yang tertawa.
" Lihat saja jika salah satu dari kalian memberitahu kedua gadis itu, akan aku pastika kalian tidak bisa hidup lagi." Ancam Saga kepada kedua bawahannya. " Siiiap bos." Ucap keduanya sambil tertawa. Kemudian Alex pamit undur diri kepada Saga untuk melaksanakan tugasnya kembali.
HALLO SEMUANYA,MAAF IA ATAS KETERLAMBATAN UP NYA.DIKARNAKAN SAAT INI AURHOR SEDANG KURANG FIT..JADI MOHON MAAF SEKALI LAGI. SELAMAT MEMBACA....
MAKASIH BANYAK BAGI TEMAN-TEMAN YANG SELALU MENDUKUNG KARYA AUTHOR,SERTA MEMBERIKAN HATI,LIKE DAN JUGA VOTE NYA.DAN MAKASIH BANYAK JUGA UNTUK YANG SUDAH MEMBACA KARYA AUTHOR.MAAF IA BILA ADA SALAH-SALAH KATA. ^^
__ADS_1