
Bram merasa tak suka dengan perlakuan yang Saga berikan kepada Luna.Ditengah-tengah lamunannya Luna menawari air kepada lelaki itu."Mau minum?" Ucap Luna.Bram terkejut,kemudian ia mengambil satu botol air mineral dari tangan Luna."Makasih." Ujar Bram tersenyum.
"Berapa lama lagi kita sampai?" Tanya Saga kepada Angga.
"Gak lama lagi bos,paling 2 sampai 3 jam lagi kita sampai." Jawab Angga kembali.
"Jika kamu lelah kita bisa gantian menyupir." Bram menawarkan jasa kepada Angga.Namun Angga menolak."Tidak usah.Aku masih sanggup ko." Ucapnya sambil tersenyum.
" Bagaimana kalau aku yang menggantikan?" Pinta Luna.
"TIDAK..!!" Saga dan Angga pun menolak secara bersamaan.
"Kenapa?!Aku bisa nyetir ko." Ujarnya lagi.
"Pokoknya tidak..!!" Ucap kedua lelaki itu kembali.
"Kamu temani saja aku disini,biar Angga yang bawa mobil." Ujar Saga.Karna ia merasa tidak rela jika Luna duduk berdekatan bersama Bram.Sedangan alasan Angga tidak mengijinkan gadis itu menyetir karna ia tidak ingin mati muda sebelum ia menikahi kekasihnya tersebut.
"Apa kalian takut ia?Aku janji gak akan bawa dengan kecepatan tinggi lagi." Pinta Luna dengan wajah memohon.
"Sekali tidak tetap tidak." Ujar Saga.Luna langsung menyilang kan kedua tangan nya diatas perut dengan
Wajah cemberutnya.
"Kalau kamu cemberut kaya gini aku suka."Ujar Saga sengaja menggoda."Ish,gombal." Ujar Luna kesal.Saga pun terkekeh gemas.Mobil terus melaju kencang menuju kota J,dan tak terasa mereka sudah berada dikota J."Oh iya,kamu tinggal dimana?Biar kita antar kalian terlebih dahulu." Ujar Angga kepada Bram. "Aku tinggal di apartemen Santika.Kalau kalian tinggal dimana?" Kini Bram balik bertanya. "Kalau aku tinggal di jalan Sudirman." Jawab Angga.Bram hanya memanggut kan kepala.Sebenarnya bukan itu yang ia ingin dengar.Ia ingin mengetahui tempat tinggal Luna. Gadis yang sudah mengambil hati putrinya dan dirinya.Sejak kehadiran Luna hatinya menjadi hangat kembali."Akh,tak masalah yang pasti aku sudah mendapatkan nomor ponselnya." Batin Bram.
__ADS_1
Angga telah menghentikan mobilnya disebuah apartemen tempat Bram tinggal."Akhirnya kita sudah sampai." Ujar Angga.Bram mulai keluar dari dalam mobil untuk menggendong anaknya yang sedang tertidur dipangkuan Wina.Sedangkan Angga membantu mengeluarkan koper milik Bram."Makasih untuk segalanya."Ujar Bram yang membungkukkan badan." Sama-sama,kita semua pamit undur diri." Ucap Angga,Wina,dan juga Luna.Kini Saga merasa lega karna bagi lelaki itu Bram adalah seorang pengganggu.
"Ko ketawa-ketawa sendiri sih? " Ujar Luna yang merasa heran." Memang aku gak boleh tertawa ia?" Kini Saga membalikan pertanyaan." Iya,nggak juga." Jawab Luna enggan berdebat.
"Kita antar mereka terlebih dahulu apa gimana nih?" Tanya Angga kepada Saga.
"Kita sementara nginap di rumah mereka saja." Titah Saga.
"Apa?! Nggak ada,enak aja. Nanti kalau digerebek masa gimana.?" Luna merasa keberatan dengan perkataan lelaki itu." Memang nya kita ngelakuin salah apa sampai digerebeg masa?" Tanya Saga yang mengerutkan alisnya.
"Iya,nanti kita disangka kumpul kebo oleh semua orang." Ujar Luna malu-malu.
"Akh,Luna_Luna...tubuh ku lelah.Rumah ku disita oleh paman ku.Jadi aku bingung harus tinggal di mana.Ia sudah kalau kamu gak ngijinin kita tinggal.Kita tinggal didalam mobil aja." Ujar Saga dengan memasang wajah memelas.
Angga ingin tersenyum namun ia tahan karna Wina terlebih dahulu mencubit pahanya."Iya sudah,tapi mas janji ia bilang sama RT/RW disana.Aku gak mau ada masalah kedepannya." Ujar Luna.
Angga melajukan kendaraannya dengan cepat sehingga tak membutuhkan waktu lama kini mereka sudah berada didepan rumah tersebut."Alhamdulillah... akhirnya sampai juga." Luna serta Wina tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena telah sampai tempat tujuan setelah seharian penuh berada didalam mobil.Iya walau kadang mereka meluangkan waktu hanya sekedar beristirahat selama perjalanan.
Para gadis itu pun segera turun dari mobil. "Barang-barang biar aku yang bawa aja yang. Kalian masuk duluan saja." Ujar Angga. Kemudian Angga segera menurun kan semua barang-barang. " Bos bisa turun sendiri kan?" Tanya Angga yang cengengesan. "Kamu mau aku pecat hah?" Jawab Saga kesal. "Cepat bantu aku turun." Ucapnya lagi.
" Tapi kan bos mereka su..." Angga menghentikan ucapannya ketika melihat Luna keluar.
" Kok kamu keluar? Ada yang ketinggalan?" Tanya Angga.
"Aku cuma mau bantu bawa barang-barang ko." Ujar Luna.
__ADS_1
"Kamu dorong pak Saga saja,biar barang-barang aku yang bawa." Angga menyerahkan Saga kepada Luna. Dengan sigap gadis itu pun membawa Saga memasuki rumah.Sedangkan Angga mengeluarkan koper dan menyusul mereka.
__ADS_1