
Bram kini telah selesai membersihkan diri, Lukanya pun kini telah dibalut dan diobati oleh petugas kesehatan yang berada dilokasi kecelakaan. Setelah mobilnya diamankan dan memberikan laporan kepada pihak kepolisian. Kini Bram baru sadar bahwa dirinya tidak mempunyai nomor telephone Luna, untuk mengetahui kondisi putri kecilnya.
" Astaga!! Aku lupa meminta nomor ponsel milik Luna." Bram mulai panik karna sekarang Ayumi berada dengan mereka dan ia tak tau harus ke Rumah Sakit mana untuk menjemput putrinya tersebut.
Diantara kegelisahan tersebut kini ponselnya pun mulai berdering. "Ia hallo." Ucap Bram dengan cepat.
"Papah...!!!" Teriak Ayumi dari sebrang sana.
"Ayumi?! Kamu dimana sekarang?" Ujar Bram.
" Yumi di lestolan dengan ante Una. Teyus disini juga ada Om Caga, Om Angga, dengan ante Wina." Ujar anak itu dengan girangnya.
"Iya sudah bilangin ke tante Luna, papah minta lokasi kalian ia." Ujar Bram kepada putrinya.
"Ote (OK) " Kemudian Ayumi menyerahkan ponsel kepada Luna.
"Ia mas ada apa?" Ujar Luna dengan gugup karna mendapatkan tatapan mengerikan dari Saga.
"Aku gak ikutan." Sahut Angga yang kemudian mendapat cubitan dari Wina.
"Tolong kirimkan lokasi kalian ia.Aku akan menyusul Ayumi." Ucap Bram dari sebrang sana.
"Ohh,Oke...aku matikan dulu iya.?" Ujar Luna.
"Oke." Bram mematikan ponselny,Dan tak lama kemudian notifikasi nya berdering.Bram membuka pesan tersebut lalu dengan cepat ia pergi menyusul mereka semua menggunakan taxi online.
__ADS_1
"Kamu bisa gak jangan panggil dia mas.Cukup aku saja yang kamu panggil aku mas." Ujar Saga yang mulai terbakar api cemburu.
"Hmm,memang salah ia?" Ujar Luna yang merasa lucu dengan sikap Saga.
"Aduh,malah pake nanya lagi.Iya jelas salah lah." Sahut Angga yang mulai geram dengan sikap Luna.
" Dih,ko malah Pak Angga yang sewot." Ledek Luna.
" Untung yang kamu gak kaya teman mu." Ucap Angga sambil meraih tangan kekasihnya tersebut.
" Hehehe...Iya deh,nanti aku gak akan manggil mas lagi,melainkan apa iya?" Luna berpura-pura berfikir dihadapan Saga.
"Terserah...!!!" Ujar Saga yang mulai kesal.Luna pun tertawa terbahak-bahak. "Tenang mas,perasaan ku biasa aja ko.Gak lebih." Luna mencoba meyakinkan Saga,kemudian ia meraih tangan Saga dan mengecup nya.
"Ia gak masalah,selama Luna bahagia,aku juga bahagia." Ucap Wina dengan perasaan leganya.
"Sudah-sudah,liat tuh. Malu kan diliatin banyak orang.Ia kn Yumi." Luna yang mulai merasa malu kini mengalihkan pembicaraan mereka semua kepada Yumi.
"Ehh,lihat...bukan nya itu Bram?" Tanya Wina yang kebetulan tanpa sadar melihat sosok lelaki tersebut.
Luna segera melihat kearah pintu masuk.Benar saja Bram kini sedang berjalan kearah mereka.
"Maaf lama iya?" Ucap Bram
"Tidak ko,kami juga belum lama disini.Silakan mau mesen apa?" Ujar Saga.Kemudian Bram hanya memesan jus kepada pelayan.Angga mempersilakan Bram untuk duduk disampingnya." Terimakasih." Ucap Bram yang kemudian duduk.
__ADS_1
"Papah ko lama sih?" Tanya putrinya.
"Ia maaf,tadi papah ada urusan sebentar." Jawab Bram." Ayumi sini duduk sama papah,kasian Tante Luna nanti cape." Ucap Bram kembali kepada putrinya.
" Gak,aku mau ama ante Una aja." Jawab Ayumi dengan menggelengkan kepalanya.
" Gak masalah ko, yang penting Yumi anteng." Luna mengusap lembut pucuk kepala anak itu dengan lembut.Bram hanya menatap takjub dengan sikap gadis itu.Dan ia mengalihkan kembali pandangan nya saat Saga mulai menatapnya.
" Bagaiman kamu bisa kecelakaan?Apa kamu ngantuk?" Tanya Saga kepada Bram.
"Tidak,mobil ku sengaja ditabrak oleh seseorang.Entah apa motif mereka,yang pasti aku dan anak ku selamat dari kecelakaan tersebut." Jawab Bram,sambil mengingat kembali kejadian yang baru saja menimpanya.
"Kamu punya masalah dengan yang lain?Misalnya rekan bisnis atau yang lainnya?" Tanya Saga kembali.
" Aku juga gak tau.Setau aku,aku gak ada masalah dengan rekan bisnis dan lainnya." Jawab Bram yang berusaha mengingat satu persatu permasalahan yang ada.
"Baiklah,jika kamu butuh bantuan ku jangan sungkan." Ucap Saga sambil menggenggam tangan Luna.
"Makasih atas perhatian nya." Ujar Bram.
"Ohh iya,kita kan satu arah pulang nya.Lebih baik kamu ikut dengan kita aja.Ia kan mas" Ujar Luna sambil menatap kearah Saga.
'I iya,kamu pulang bareng kita aja.Kebetulan kita satu arah." Ucap Saga dengan canggung.
" Kalau tidak merepotkan kalian,aku gak masalah."Jawab Bram.Selain ia ingin mengenal Luna lebih dekat,ia juga ingin menjaga keselamatan anak nya.
__ADS_1