CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 6


__ADS_3

" Ada apa?!" tanya Saga kaget.


" Pak,lebih baik kita pindah yuk.." ajak gadis tersebut yang sambil berbisik kepada Saga.


" Makanan disini mahal-mahal pak." imbuhnya lagi.Saga pun langsung tertawa mendengar penjelasan dari gadis tersebut." Sstt..ihh,malah ketawa." ucap Luna kesal.


" Memangnya kenapa kalau kita makan disini?Bukankah kamu sendiri yang menyetujui kalau aku memilih tempatnya." ucap Saga


" Hmm,bener juga sih..ngapain juga aku nyetujui orang aneh ini yang milih tempat." Batin gadis tersebut sambil menatap tak suka.


" Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Saga tersenyum simpul." Dari pada kamu terusmenerus menatap ku,lebih baik kamu pilih makanan yang akan kamu makan." ucap Saga kembali sambil melambaikan tangan kepada salah satu pelayan.


" Silakan tuan." sahut pelayan tersebut dengan ramah.


"Aku ingin pesan yang ini 1 dan untuk minum nya ini." pinta Saga kepada pelayan disana." Kamu mau pesan yang mana?" tanya Saga kepada Luna.


" Aku mau jus strawberry aja." ucap Luna.


" Yakin cuma mesan jus aja?" tanya Saga


" Iya." jawab Luna dengan terpaksa." Mending beli jus di emperan dari pada disini." batin nya.


" Ia sudah,cukup itu saja." ucap Saga pada pelayan tersebut.Kemudian pelayan itu pergi meningalkan mereka.


" Kamu yakin tidak ingin makan?" tanya Saga kembali pada gadis dihadapannya.


" Nggak,kebetulan aku sudah kenyang." jawab Luna ketus.Saga terkekeh mendengar perkataan Luna.

__ADS_1


" Kenapa sih nyari tempat untuk makan aja harus mahal kaya gini." gerutu Luna


" Kamu tadi bilang apa?" tanya Saga yang memang tidak begitu jelas mendengar ucapa dari Luna.


" Gak ada apa-apa ko pak,Oh iya,ponsel ku mana pak?" Luna pun teringat kembali pada ponselnya yang dirampas oleh Saga.


" Nanti aku kembalikan." jawab Saga tidak senang.Lelaki itu takut jika nanti gadis di hadapannya tersebut menghubungi mantan pacarnya kembali.Entah mengapa ia tidak suka dengan hal itu.


" Aku mau memberitahu teman ku kalau aku pulang telat." ucap Luna kepada Saga.


" Teman laki-laki atau perempuan?" tanya Saga penuh selidik


" Iya ampun pak,aku ini mau ngehubungi Wina teman satu kontrakan.Dia juga karyawan diperusahaan bapak ko." ucap Luna yang menjelaskan kepada Saga.


" Emm,ini." Dengan berat Saga pun mengembalikan ponselnya kepada Luna.


Luna mengecek ponselnya,ternyata disana sudah ada sepuluh panggilan tak terjawab,serta tiga puluh pesan dalam aplikasi nya.


" Aduuh.." Luna merasa terkejut ketika ponselnya diambil oleh Saga." Ihh,bapak apa-apaan sih?!" ujar Luna kesal,Ia ingin mengambil kembali ponselnya,Namun dengan cepar Saga menatap tajam gadis tersebut,sehingga gadis itu mengurungkan niatnya.


" Terserah bapak aja deh." gerutu Luna dengan pasrah.


Tak lama pesanan mereka pun tiba,pelayan segera menata menu tersebut diatas meja dengan semenarik mungkin.Kemudian pelayan tersebut undur diri setelah semua menu sudah tersaji rapih diatas meja Saga dan Luna.


" Makasih.." ucap Luna kepada pelayan tersebut.


" Pak dimakan dulu tuh." ucap Luna kepada Saga yang masih sibuk mengutak katik ponselnya.

__ADS_1


" Nih..jangan sekali-kali kamu menghubungi lelaki itu.Aku tidak suka." ucap Saga menatap kepada Luna sambil mengembalikan ponsel itu kepada Luna.


Luna langsung mengambil ponsel miliknya dari tangan lelaki itu dengan penuh tanda tanya." Maksud pak Saga apa?" kini gadis tersebut memberanikan diri untuk menanyakan maksud perkataan Saga.


" Ia didalam kontrak kerja kamu tidak boleh menerima atau menghubungi lelaki mana pun." ucap Saga gugup.


" Ohh..kalau itu sih saya paham ko pak.Lagian saya juga udah males sama laki-laki itu." jawab Luna.


" Bagus lah." gumam lelaki itu.


Saga mulai menyantap makanan yang sudah tersaji di meja,sesekali ia menatap ke arah wajah gadis itu dan tersenyum.


Luna sibuk membalas pesan dari sahabatnya tersebut.


" Kamu lagi chat dengan siapa?" tanya Saga penasaran.Karna sedari tadi ia melihat kalau gadis tersebut tersenyum dengan sendirinya.


" Aku sedang balas pesan dari Wina." jawab Luna sambil memperlihatkan ponselnya pada Saga.Lelaki itu pun menganggukan kepalanya.


Luna merasa jika Saga kini lebih over protektif kepadanya.Padahal ia hanya seorang atasan bukan nya seorang kekasih atau pun keluarga.


" Benar-benar aneh.." batin Luna yang menatap kearah Saga.


"Ngapain juga dia ngatur-ngatur hidup aku,pacar bukan,suami bukan,keluarga juga bukan." imbuh gadis itu didalam hatinya. " Hmm.." Luna pun menggelengkan kepalanya.


" Kamu sudah puas mandangin aku? " Ujar Saga setelah selesai menghabiskan makanan nya.


" Apa?! mana mungkin aku berani menatap wajah bapak.Aku cuma membayangkan,seandainya ada cowo tampan datang dan menghampiriku kemari,betapa bahagianya aku." ujar Luna yang tertawa.

__ADS_1


" Jangan terlalu menghayal berlebihan,lihat badan mu..mana mungkin ada lelaki yang tiba-tiba datang kemari." ucap Saga dengan nada tak suka.


" Ish,emang apa salahnya ngehayal.." gerutu Luna yang menyuggigkan bibir merahnya.Saga merasa senang jika gadis dihadapannya itu menunjukan wajah kesalnya.Baginya gadis tersebut adalah wanita yang paling menggemaskan yang penah ia temui.


__ADS_2