
Pagi menjelang, udara dingin mulai memasuki celah jendela kamar tersebut.Alaram terus berdering, namun Luna tak juga membuka mata. “ Lun, Alam kamu berdering tuh." Ucap Wina yang baru saja keluar dari kamar mandi. Luna membuka mata nya secara perlahan, sambil merenggangkan tubuh nya diatas kasur. “ Kamu mau kemana?” Tanya Luna sambil merubah posisinya menjadi duduk ditepi ranjang.
“ Aku mau lari-lari pagi.Ikut yuk.” Ajak Wina
“ Iya sudah, tunggu sebentar, aku mau solat dulu.” Luna segera bangkit menuju kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu.Sedangkan Wina menunggu Luna disofa ruang tamu.
Sembari menunggu, Wina sibuk membalas pesan dari kekasihnya tersebut. Dan ia juga menceritakan kejadian semalam yang menimpa Luna kepada kekasihnya itu.
Tak sampai sepuluh menit Luna pun keluar dari kamar dengan pakaian lengkap jogging nya. “ Yuk, kita kemana sekarang?" Tanya Luna yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang Wina.
“ Duh, bikin kaget aja.” Ucap Wina sambil mengelus dada.
" Kamu yakin nih ? " Tanya Wina yang gak percaya dengan perubahan dari teman nya tersebut.
" Yakin lah, memang nya ada yang aneh iya?" Luna balik bertanya.
" Iya nggak sih, aku takutnya nanti kaya yang sudah-sudah. Kamu pakai baju itu tapi bukan nya olahraga,malah ngumpulin makanan lagi." Ledek Wina menahan tawanya.
" Hmm, mulai deh." Ucap Luna.
" Hahaha...iya sudah kita langsung keluar yuk." Ajak Wina yang mendorong punggung sahabatnya tersebut sambil tertawa lepas.
Setelah semuanya sudah siap, mereka keluar dari dalam rumah dan bersiap untuk lari-lari pagi. " Win,jangan lupa pintu sudah dikunci belum?" Tanya Luna untuk memastikan keamanan tempat tinggalnya.
__ADS_1
" Iya, aku sudah kunci ko." Jawab Wina. Kemudian keduanya pun segera berlari-lari pagi mengelilingi kompleks perumahan tempat tinggalnya.Dipertengahan jalan ia bertemu dengan sekumpulan ibu-ibu komplek yang sedang membicarakan mereka berdua.
" Sutt...ada mereka tuh." Ucap Mumun salah satu ibu-ibu disana yang kebetulan melihat kearah mereka.Seluruh mata pun tertuju pada mereka berdua.
" Hem,dasar tukang gosip." Ujar Wina dan Luna secara bersamaan. Dan akhirnya mereka tertawa bersama.
" Aduuh, tumben olahraga berdua." Tanya Sumi salah seorang ibu tersebut.
Wina dan Luna pun sengaja berhenti sejenak " Ia nih,biar badan dengan pikiran kita pada sehat semua bu." Jawab Luna sekaligus menyindir mereka.
" Ia bu,dari pada aku dan Luna ngomong-ngomongin orang yang gak ada faedahnya mending kita olahraga aja." Tambah Wina.Kemudian mereka pun lanjut lari kembali.
" Ihh,sombong banget sih tuh orang.Cuma ngontrak aja sombong." Ujar Mimih si ibu biang gosip tersebut. Dan mereka yang mendengar pun mengiyakan nya.
" Berhenti dulu yah,aku cape banget." Luna pun berhenti dan mulai mengatur nafas nya yang sudah tidak beraturan karna kelelahan.
" Baru aja sampai sini udah cape sih." Ucap Wina.
" Cape win,masa gak cape sih liat nih keringat aku sudah bercucuran." Luna pun memperlihatkan baju yang basah tersebut kepada Wina.
" Hehehe...iya sudah kita istirahat sejenak.Nanti kita lanjut lagi." Ujar Wina yang duduk disebelah sahabatnya tersebut.
Mereka akhirnya istirahat sejenak dipinggir jalan tersebut.Seketika Luna terperanjat dan terkejut saat ia mengingat jika hari ini ia akan ada janji bertemu dengan Saga di alamat yang telah lelaki itu berikan.
__ADS_1
" Iya ampun aku lupa." Tiba-tiba saja Luna berdiri dan berbalik ke arah Wina.
" Kenapa?! Bikin kaget aja deh." Ucap Wina.
" Hari ini aku ada janji ketemuan dengan pak Saga jam sepuluh pagi." Ujar Gadis tersebut.
" Iya sudah kita langsung pulang yuk." Wina pun menarik tangan Luna.
" Maaf ia,gara-gara aku aktifitas olahraga pagi kamu keganggu." Ucap Luna.
" Gak papa tenang aja ko.Lagian aku juga mau ketemuan dengan Ang.." Wina langsung menghentikan perkataannya tersebut dan menatap kearah Luna.
" Siapa?" Tanya Luna.
" Ahh,bukan siapa-siapa.yuk pulang." Kini Wina lari terlebih dahilu menuju kediaman mereka.
" Tunguuu...!!! " Luna menyusul Wina yang sedang lari dari belakang.
Wina tertawa dan menambah laju larinya.Luna yang merasa kesusahan berlari karna berat badan nya berusaha mempercepat laju larinya untuk menyusul sahabatnya tersebut.
Kumpulan ibu-ibu itu melihat dua sahabat itu sedang kejar-kejaran dan mereka kembali menertawai keduanya. " Liat tuh,benarkan apa yang saya bilang, kalau mereka berdua ga bakalan tahan lama olahraganya." Ucap salah satu dari mereka.
Wina dan Luna tak memperdulikan omongan mereka, Luna malah dengan sengaja melambaikan tangan nya kearah segerombolan ibu-ibu tersebut. " Haii,ketemu lagi..." Teriak Luna sambil berlari. Para ibu-ibu disana saling pandang dan merasa dipermalukan oleh tingkah Luna.
__ADS_1