CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 30


__ADS_3

" Kamu tenang aja, Tuan Ryan orang yang sangat baik. Dia berbicara seperti itu karna belum tau tentang diri kamu." Angga mencoba menghibur hati Luna." Gak apa-apa ko, aku juga gak merasa tersinggung dengan ucapan beliau." Ujar Luna. Sambil menghela nafas panjang kini Luna bangit dari duduknya kemudian masuk kedalam kamar dimana Saga dirawat.


" Bapak butuh apa? Biar nanti aku yang ambilin." Luna menatap ke arah Saga yang sedari tadi hanya diam. Saga masih terus memandangi wajah Luna. " Bapak kenapa? Apa ada yang sakit?" Tanya gadis itu kembali.


Saga menarik nafas dan mengeluarkannya dengan panjang," Ada yang ingin aku sampaikan, sepertinya kaki ku benar-benar sudah tidak bisa berjalan kembali." Ucap Saga. Angga yang kebetulan berada disana mulai mengerutkan kening nya," Apalagi yang direncanakan oleh dia." Pikir Angga dalam hati. " Shut, bapak gak boleh ngomong kaya gitu. Aku yakin kaki bapak akan lekas pulih kembali." Ujar Luna menyemangati. " Oh iya, apa kalian bisa keluar sebentar, aku ingin bicara empat mata dengan asisten ku." Ucap Saga yang kkemudian dibalas anggukan oleh Luna dan juga Wina.


Diluar Wina mulai mempertanyakan tentang hubungan dari sahabatnya tersebut," Gimana? " Tanya Wina yang menggoda Luna. " Gimana apanya?" Ucap Luna yang merasa bingung dengan sikap sahabatnya tersebut.


" Iya hubungan mu dengan Saga? Aku liat kalian sudh ada kemajuan." Ucap Wina yang kini sengaja memainkan alisnya dihadapan Luna. " Hmm, kamu liat sendiri kan paman nya itu seperti apa? Walau Pak Saga telah menyatakan cintanya, tapi aku malah gak PD aja." Ujar Luna dengan memasang wajah sedih.


" Jangan hiraukan perkataan dia, aku yakin paman nya Saga hanya menggertak saja." Ucap Wina.


" Aku tau, tapi..." Luna menghentikan perkataan nya saat melihat Angga keluar sambil mendorong Saga yang duduk di kursi roda," Tapi apa?" Tanya Wina yang penasaran.


" Ada yang aku ingin sampaikan pada kalian." Ujar Angga yang mulai mendekat saambil mendorong Saga.

__ADS_1


" Apa? " Tanya Luna dan Wina secara bersamaan. Angga melirik kearah Saga, kemudian Saga mengganggukan kepala kemudian Angga melanjutkan perkataan nya." Mulai hari ini bos sudah boleh pulang." Ujar Angga. Luna yang mendengar merasa bahagia karna orang yang ia sayang akhirnya bisa pulang.


" Benarkah? " Ucap Luna penuh semangat.


" Benar." Sambung Saga. Luna akhirnya tanpa sadar pun memeluk Saga dengan perasaan bahagia. " Ehem..." Wina pura-pura terbatuk dan melirik kearah kekasihnya sambil tersenyum. Angga membalas senyuman lalu merangkulnya. Wina membantu sahabatnya tersebut untuk merapihkan semua baranng milik Saga, sedangkan Angga kini sedang membayar semua biaya administrasi Rumah Sakit.


Saat semua nya selesai, mereka semua kini pergi meninggalkan Rumah Sakit, namun tanpa  mereka sadari, bahwa mereka semua kini sedang diawasi oleh seseorang.


" Hallo bos, sekarang Saga dan wanita itu telah keluar dari Rumah Sakit." Ucap seorang lelaki yang sedang memandangi Saga dan Luna dari jauh.


" Ikuti mereka terus..." Perintah seorang lelaki dari balik telephone.


" Kita mau kemana dulu nih?" Tanya Luna kepada Angga.


" Kita kehotel dulu, setelah itu kita pulang ke kota J." Sambung Saga. Seminggu lebih tak ketemu membuat Wina rindu tehadap kekasih nya, Kini ia sudah tidak canggung lagi memamerkan kemesraan mmereka dihadapan Saga dan Luna.

__ADS_1


" Lihat dia, apa kamu tidak iri?" Sahut Saga kepada Luna. " Maksud bapa apa? Aku harus seperti Wina yang menyender dibahu Pak Angga?" Jawab Luna dengan polosnya. Wina dan Angga pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Luna. " Kamu itu gimana sih. Pak Saga mau kamu menyender di bahunya." Ucap Wina sampil menepuk pundak Luna. " Owh, bapak mau aku seperti dia?" Lun kini balik bertanya kepada Saga.


Saga hanya menunjukan deretan gigi rapih nya tersebut dihadapan Luna. " Ok..." Ketika Luna sudah bersiap untuk bersandar, kemudian dia duduk tegak kembali. " Eits, tapi jika sepasang wanita dan lelaki yang belum menikah itu tidak boleh untuk bersentuhan," Ucapan Luna membuat Wina tersedak. " Terus waktu diRumah Sakit ko kamu main peluk Pak Saga tuh." Ujar Wina yang meledek kearah Luna.


" Itu karna aku lagi khilaf." Jawab Luna sambil cengengesan.


" Iya sudah kalau kaya gitu gimana setelah kita sampai di kota J kita langsung menikah?" Ucap Saga dengan spontan." APA...!!! " Semua yang berada didalam mobil teriak secara bersamaan. " Kenapa? Ada yang salah?" Tanya Saga dengan serius. " Bapak jangan becanda deh, Lebih baik bapak pikirkan lagi deh, saya takut nanti bapak nyesel. Apalagi badan saya..." Luna menggigit bibir bawahnya ketika ia melihat Saga yang sudah menatapnya tajam. " Kenapa dengan badan kamu? Aku menyukai bukan karna fisik, tapi aku suka dengan kamu karna kepribadian kamu." Ujar Saga kesal.


" Dan aku juga ingin sampaikan kepada kalian, kalau mulai besok aku sudah bukan Saga pemilik perusahaan. Sekarang aku hanyalah orang biasa seperti kalian." Ujar Saga yang sengaja memberitahu kepada semuanya. Luna menatap heran kearah lelaki itu." Maksud bapak apa?" Tanya gadis itu.


" Iya aku seorang pengangguran." Saga balik menatap Luna sambil tersenyum. " Apa itu semua gara-gara aku?" Tanya Luna kembali. Wina yang berada dikursi depan menatap tajam kearah kekasihnya tersebut dengan penuh tanya. Namun Angga hanya memalingkan pandangannya dan memilih fokus menyetir.


" Paman menyuruh aku untuk memilih diri mu apa posisi presedir. Dan aku memutuskan untuk memilih mu. Jadi, kamu mau kan menikah dengan ku?" Ucap Saga kepada Luna.


Sebenarnya dalam lubuk hati Luna ia merasa bahagia karna Saga telah memilih dia, tetapi ia juga merasa sedih karena demi dirinya Saga kini kehilangan pekerjaan.

__ADS_1


" Kenapa diam saja? Kamu gak mau ia dengan keadaan aku saat ini? " Tanya Saga yang tiba-tiba menyadari Luna dari lamunan nya." Hmm, nggak ko pak, aku malah seneng bapak mau milih aku. Tapi...." Luna mulaimengambil nafas dalam dan ia pun mulai melanjutkan kembali perkataannya. " Tapi, apa bapak gak akan menyesal telah melepaskan semua kekayaan bapak?" Ujar Luna yang sedikit ragu dengan lelaki disamping nya itu.


" Kamu tenang aja, aku akan baik-baik aja." Jawab saga tanpa ragu.


__ADS_2