
Semua menu makan telah tertata rapih di atas meja,Berkat bantuan Saga pekerjaan Luna menjadi ringan. Luna merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan Saga,walau awalnya lelaki itu sangat jutek dan juga arogan saat menjadi atasan nya,kini sifat lelaki itu justru berbalik 180°. Namun sifat posesif nya itu membuat Luna semakin gemas ketika berada disampingnya. "Aku panggil yang lain dulu ia." Ucap Luna sambil berjalan memanggil semuanya untuk makan bersama. "Hmm,alim....pasti ante Luna yang macak ia." Ujar Ayumi yang tersenyum. Bram pun merasa takjub dengan apa yang dilihatnya. "Gak nyangka,kamu bisa masak juga." Kini Bram memberanikan dirinya untuk berbicara tanpa rasa canggung. Mendengar itu Saga pun kesal, "Kamu salah justru yang masak semua ini itu Mas Saga." Luna tak ingin jika kekasih nya tersebut merasa tak dihargai.Jadi ia sengaja untuk berbohong dihadapan Bram. Bram pun tersenyum canggung. "Ayo,makan...." Luna berusaha mencairkan suasana yang terlihat canggung dan berbeda. "Yumi mau makan dengan ante Luna." Ujar anak kecil tersebut sembari turun dari pangkuan Wina. Disisi lain Saga merasa bahagia jika Lun sudah membuat saingan nya tersebut malu. Tapi disisi lain juga ia masih merasa cemburu karena anak kecil itu masih berhasil mengambil perhatian kekasihnya.
"Kamu kenapa diam aja?" Tanya Lunaa heran saat melihat Wina dan Angga saling memandang satu dengan lain. "Ehh,nggak ko...ayo yang kita makan." Ucap Angga canggung. Ia merasakan hawa yang sangat aneh saat duduk berhimpitan antara Saga dan juga Bram. Seolah-olah bom waktu itu akan segera tiba. "Duh,kenapa juga harus aku yang berada ditengah-tengah mereka." Batin Angga. Kemudian ia secara perlahan mengambil nasi tersebut tanpa ingin membuat kesalahan sedikit pun.
BRAAKK !!!
__ADS_1
Saking gemetar nya Angga tak kuasa untuk mengontrol piring nya. " M_maaf..." Ujar Angga sambil cengengesan. "Kamu kenapa sih?" Tanya Saga heran. Wina dan Luna saling berpandangan kemudian mereka pun tersenyum dibalik tangan mereka. "Lebih baik aku makannya pindah aja ia bos." Angga langsung pindah posisi duduk di sebelah Wina. "Kamu sih bukannya bantuin aku malah natap aku terus." Bisik Angga pada kekasihnya. "Aku pikir kamu tadi menatap ku karna kamu kangen sama aku yang." Ujar Wina yang pura-pura bingung. Angga hanya bersungut kesal terhadap kekasihnya tersebut.
"Gimana beb,masakan aku enak tidak?" Ujar Saga dengan sengaja menekan kata masakan agar Bram mendengarnya. Luna pun tersenyum,ia kemudian menganggukan kepalanya. Walau sebenarnya dialah yang memasak semua menu tersebut.Sedangkan Saga,ia hanya sekedar membantu untuk memotong dan mengupas bumbu saja.
"Wah,sejak kapan bos bisa masak?" Ujar Angga secara spontan.Karna yang ia tau jika bosnya tersebut tidak pernah menyentuh dapur sedikit pun. Mendengar perkataan Angga mata Saga kini berubah seperti orang yang ingin memangsa seseorang.Mendapat tatapan tersebut Angga merasa takut kemudian ia langsung memalingkan wajah nya. "Kamu macem-macem aja sih yang." Bisik Wina. Melihat sahabatnya merasa tak enak hati terhadap dirinya kini Luna pun bersuara. "Wah,Pak Angga baru tau iya. Aku juga baru tau ko,ternyata calon imam ku pandai memasak." Puji Luna dihadapan semua nya. Saga akhirnya tersenyum setelah mendapat pujian tersebut. Berbeda dengan Bram,ia merasa kesal atas segala pujian yang Luna berikan untuk Saga. Bram mencari akal agar dirinya bisa mendapat perhatian Luna. "Ahh iya,kenapa aku gak gunain anak ku sebagai alasan." Batin Bram yang kemudian tanpa sadar ia tersenyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Apakah itu benar?" Tanya Bram kepada Luna. Dengan wajah sedikit bingung,Luna terpaksa mengganggu kan kepalanya dihadapan Bram. Kini wajah lelaki itu terlihat lesu,ia merasa semua harapan nya untuk mendapatkan gadis itu sirna. "Padahal aku sangat menyukai mu Lun,kamu itu cocok sama Ayumi.Dan jarang sekali Ayumi bisa sedekat ini dengan orang lain." Ujar Bram didalam hatinya.
"Ayumi ayo kita pulang,papah lupa jika hari ini papah ada janji." Bram sengaja berbohong agar anak nya tersebut dapat ikut dengan nya. "Gak mau,Yumi mau cama ante Una aja." Ujar anak itu. "Iya udah gak papa ko pak,Yumi masih betah. Bapak pergi aja,nanti kalau sudah selesai bapak bisa kemari lagi." Ucap Luna yang merasa tak enak hati. "Oh gak apa-apa ko,soalnya hari ini aku ada janji untuk bertemu dengan mamih nya Ayumi." Ujar Bram. Mendengar nama mamih nya disebut Yumi akhirnya semangat untuk ikut bersama Bram. Dan tanpa basa basi lagi mereka pun pergi meninggalkan rumah Luna.
Saga bangga karna secara gak langsung ia telah berhasil mengusir lelaki itu dari hadapan nya. Kini ia bisa leluasa untuk menyantap semua hidangan tersebut.
__ADS_1
Gimana kalian lebih setuju Luna dengan Saga atau dengan Bram? Coment dibawah ia....