CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 51


__ADS_3

Saga merasa marah saat mendengar laporan Alex,setelah menutup panggilan tersebut ia segera mencari Angga. "Sayang,jangan beritahu siapa pun kalau aku sudah bisa jalan. Oke." Ucap Saga. "Iya aku mengerti." Ujar Luna. Kemudian Saga kembali mencari Angga yang kebetulan saat ini masih debat di teras depan rumah bersama kekasihnya Wina. "Angga...dimana kau!!" Saga merasa kesal karna asistennya tersebut tak dapat ditemui diseluruh ruangan. Angga merasa terkejut saat mendengar teriakan Saga,sehingga ia dan Wina melupakan perseteruan mereka. "Yang bos kamu kenapa tuh?" Wina merasa takut,karna baru kali ini ia mendengar kembali teriakan atasan nya tersebut setelah sekian tak mendengarnya. "Bentar ia aku tinggal dulu." Angga segera berlari menghampiri Saga. Sedangkan diluar Wina terus saja membaca doa agar kekasihnya tersebut dilindungi dari amukan Saga.


"I_iya bos ada apa?" Ucap Angga yang merasa terkejut. "Kamu liat ini...!!!" Saga menyodorkan ponselnya kepada Angga. Angga mengambil ponsel tersebut,kemudian ia membaca setiap laporan yang diberikan oleh Alex, "Heh,ternyata dia sudah mulai beraksi. Haruskah kita membersihkan mereka semua bos?" Ujar Angga yang merasa bersemangat. "Kita lihat sampai dimana mereka membobol perusahaan ku. Sekarang kamu pergi ke perusahaan pasang semua cctv,usahakan agar tak terlihat oleh siapa pun ,aku akan pergi menemui Max. Kita bertemu disana." Ucap Saga. Angga mengangguk paham,Lalu tak lama kemudian Angga mengerutkan dahinya,ia baru menyadari jika bos nya tersebut tidak dalam posisi duduk di kursi roda. "Hmm,bos. Sejak kapan anda berdiri seperti itu? Bagaimana jika Luna mengetahuinya?" Ujar Angga yang merasa heran. Saga hanya cuek dan enggan menanggapi perkataan Angga. "Lebih baik kamu pergi sekarang sebelum aku memotong semua komisi mu bulan ini." Ujar Saga dengan dingin. "Baik bos." Angga membuang nafas,tak heran jika bosnya seperti itu,karna ia yakin jika Luna saat ini sudah mengetahui jika bosnya itu sudah bisa jalan. "Dasar bos gila." Gumam Angga. "Kamu bilang apa barusan?" Saga segera menoleh kearah Angga. "Ah,nggak ada bos.Aku permisi dulu." Angga segera meninggalkan Saga sendirian diruang tamu. Kemudian ia pun berpamitan kepada Wina kekasihnya untuk pergi bekerja.

__ADS_1


"Aku pergi dulu ia yang. Kamu hati-hati dirumah. " Ucap Angga.


"Kamu juga hati-hati ia." Angga segera menaiki mobilnya menuju apartemen untuk mengganti baju Sebelum berangkat keperusahaan milik Saga.

__ADS_1


Setelah kepergian Angga tak lama Saga pun berpamitan kepada Luna untuk menyelesaikan permasalahan didalam perusahaan nya. "Kamu hati-hati dirumah. Jika ada yang berkunjung selain aku dan orang yang tak dikenal lebih baik kamu jangan bukakan pintu. Ada sedikit permasalahan dikantor. Aku takut kamu juga akan terlibat. Jadi sebelum aku tiba Jangan bukakan pintu untuk siapa pun." Ujar Saga panjang lebar.


"Baiklah,tapi mas hati-hati ia." Ucap Luna yang masih khawatir dengan lelaki pujaan nya itu. Sebelum pergi Saga pun memerintahkan Wina untuk menjaga Luna selama ia pergi . Di lain tempat seseorang kini sedang mengawasi kediaman Luna yang mana Saga baru saja keluar bersama Luna. Sambil mendorong kursi rodanya, Luna pun membantu Saga untuk menaiki mobil pribadinya yang baru saja datang menjemput. Setelah melihat Saga sudah benar-benar pergi lelaki itu segera menghubungi seseorang untuk memberikan laporan. "Hallo bos,saat ini Saga sudah pergi meninggalkan rumah wanita itu. Apa kah aku harus mengikuti Saga atau tetap mengawasi Wanita itu." Ucap lelaki tersebut kepada seseorang yang berada di sebrang sana. "Tetap awasi wanita itu. Aku ingin tau semua tentang wanita itu." Ucap lelaki tersebut terhadap bawahan nya. "Baik bos." Setelah mendapat perintah tersebut ia segera memutuskan panggilan telephone miliknya.

__ADS_1


"Lun,kenapa ia aku ko merasa heran. Kenapa Saga masih berpura-pura lumpuh padahal dia kn udah gak lumpuh lagi." Ucap Wina yang masih penasaran.


"Aku tadi gak sengaja dengar sih,kalau di perusahaan nya itu lagi ada masalah,Hmm....ada penyusup gitu deh." Ucap Luna dengan perlahan. "Hmm,pantas aja Angga tadi juga menyuruh ku untuk tidak sembarang membuka kan pintu." Lirih Wina. "Kita berdoa saja semoga semua permasalahan orang yang kita sayang dapat selesai dengan cepat." Ucap Luna sambil mengelus bahu sahabatnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2