CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 58


__ADS_3

Setelah kepergian Alex,Yusuf segera menjalankan tugas nya. Ia bergegas menuju perusahaan milik keluarga Setiawan.


BRUG...!!!


Seorang lelaki bertubuh besar dengan sengaja menabrak tubuh Yusuf. " Woa,rupanya dia gak seperti yang aku bayangkan." Lelaki itu pun tertawa lebar . "Benar,kamu saja yang bereskan dia." Ujar salah satu dari mereka. "Siapa kalian? Lebih baik kalian cepat pergi dari hadapan ku sebelum aku membereskan kalian semua." Ujar Yusuf. Sontak saja ucapan Yusuf tersebut membuat ketiga orang tersebut tertawa terbahak-bahak. Dan salah satu dari mereka menghampiri Yusuf,namun saat ia hendak mencengkram kerah baju milik Yusuf,dengan cepat Yusuf menangkis kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga dibelakang.


" Berhenti !!! Serahkan bukti itu !" Bentak seorang lelaki bertubuh kekar yang kini tengah menghadang jalan Yusuf. " Untuk apa aku menyerahkan nya pada mu,lagian aku gak ada urusan dengan mu." Jawab Yusuf dingin. " Minggir, jangan halangi jalan ku. " Ujar Yusuf dengan tatapan sinisnya.


" Justru itu menjadi urusan ku. Jadi berikan itu pada ku segera." Lelaki itu memberikan kode kepada seseorang yang kini sudah berada dibelakang Yusuf.

__ADS_1


" Jadi kalian ingin bermain dengan ku? Baiklah , aku akan ikut bermain dengan mu. " Yusuf kemudian menggulung lengan bajunya. Tak ada sedikit pun perasaan takut di mata lelaki tersebut,walau kini dirinya sudah terkepung oleh tiga orang lelaki bertubuh kekar tersebut. " Ahh,menyebalkan. Kalian sangat mengganggu." Gumam Yusuf. Akhirnya ketiga orang tersebut segera menyerang Yusuf. Dengan sigap Yusuf segera menghindar dan menyerang balik.


BRUUUK !!!


Satu persatu dari mereka kini telah jatuh tersungkur. " Hanya segitu? Aku kira kalian semua lebih tangguh karna badan kalian besar. Tapi hanya segitu saja kemampuan kalian. " Yusuf kemudian pergi meninggalkan ketiga lelaki tersebut dihalaman parkir.


"Apaaa?! Dasar kalian gak berguna. Kenapa hal begitu saja kalian gak bisa ngatasin." Teriak lelaki tersebut dari dalam ruangan nya . Dengan perasaan marah lelaki itu mulai membanting semua benda yang berada dihadapannya. "Argh!!! Apa yang haru aku lakukan sekarang." Gumam lelaki tersebut yang tak lain adalah Anton. Dalam keadaan gusar pintu ruangan nya pun kini terbuka. " Loh kenapa semua barang berantakan?" Tanya Mira dengan mata terbelalak melihat ruangan kerja ayah nya tersebut berantakan. " Ada apa pah?" Tanya Mira kembali. Belum sempat Mira mendapatkan jawaban dari ayah nya tersebut,pintu kerja Anton terbuka. Disana Anton melihat asisten pribadi Ryan beserta anak buahnya memasuki ruangan kerja Anton. " Tuan Anton, Pak Ryan kini sudah menunggu anda." Kemudian kedua orang tersebut menghampiri Anton setelah diberi kode oleh asisten pribadi Ryan.


" Tu_tunggu apa yang kalian lakukan." Mira mencoba menghadang kedua orang yang ingin menangkap ayah nya. "Aku tidak akan ikut dengan kalian. Berani sekali kalian memperlakukan aku seperti ini. Akan aku laporkan kalian semua pada Ryan." Ujar Anton kesal atas perlakuan anak buah Ryan.

__ADS_1


" Kenapa?! Apa kamu masih belum puas membodohi ku?" Ryan kini muncul dihadapan Anton. Sehingga membuat lelaki paruh baya itu pun terkejut. " Ryan? Ada apa ini? " Tanya Anton yang berusaha tenang. Ryan pun menyunggingkan senyumnya. " Ternyata kamu masih berpura-pura juga. Baiklah,sekarang kamu boleh masuk." Ryan memanggil polisi yang sejak tadi berada diluar ruangan tersebut. " Silakan tangkap dia." Perintah Ryan. Anto


n mulai berontak kala polisi memborgol kedua tangan nya. " Apa yang kamu lakukan, lepas !! " Teriak Anton. Namun para petugas kepolisian tersebut tak menggubris teriakan Anton. Bahkan mereka menyeret Anton yang mulai berontak dan memasukannya kedalam mobil tahanan.


Mira memohon kepada Ryan untuk melepaskan ayahnya, " Ku mohon lepaskan papah ku om." Ujar Mira. Ryan menatap sekilas lalu pergi meninggalkan Mira yang sedang berusaha mendekatinya. " Urus semuanya,dan tangkap semua orang yang sudah bekerja sama dengan dia. Sira semua harta benda mereka jangan ada yang tersisa sepeser pun." Ucap Ryan dengan tegas kepada asistennya. " Baik Pak." Jawab asisten tersebut. Ryan kini pergi dari hadapan anak buahnya tersebut.


Kini suasana di perusahaan tersebut menjadi kacau,semenjak Yusuf memberikan bukti rekaman tersebut kepada Ryan,semua orang yang berhubungan dengan Anton kini telah ditangkap satu persatu. Tak sedikit dari mereka merasa terkejut dengan apa yang terjadi. " Apa yang kalian lihat ?! Cepat kembali bekerja." Ujar salah satu karyawan disana. Setelah mendapat teguran mereka semua pun kembali ke pekerjaan masing-masing.


Hallo gimana kabarnya nih semoga sehat semua ia,jangan lupa jaga kesehatan...makasih yang sudah kasih semangat dan juga koment yang bikin author semangat kembali. Love you untuk kalian semua...SALAM SEHAT SEMUA...

__ADS_1


__ADS_2