
" Duuh,kenapa harus orang ini sih." gumam Luna sembari meremasi jari-jari tangannya.
" HEI...!! " sentak saga yang membuat gadis dihadapannya ingin kabur dari nya.
" Ma maaf pak. " ucap Luna sambil membalikan badan dan lari.
Melihat Luna yang ingin melarikan diri dari hadapannya,dengan cepat saga pun langsung menutup pintu tersebut dan berbalik kembali kearah Luna.
" Kamu ingin kabur lagi ia." ucap saga sembari menunjukan senyum evilnya.
" Ma maaf kan saya pak.Saya gak tau kalau itu Bapak.Jangan pecat saya pak." kali ini dengan spontan nya Luna menggenggam lengan Saga.
" Kamu?!" Saga merasa terkejut,dan dengan cepat ia melepaskan genggaman tangan tersebut.
" Ehh,maaf pak." ucap gadis itu dan kembali menundukan wajahnya.
Saga berjalan menuju meja kerjanya,disana ia mengeluarkansebuah tas yang mana tas tersebut adalah milik gadis dihadapannya.
"Ini,bukankah ini tas punya kamu?" ucap Saga yang langsung menyerahkan pada gadis yang masih diiam seperti patung tersebut.
" Loh,bukannya.." Luna merasa heran,namun ia tidak ingin menanyakannya karna malu.
" Owh iya,untuk pengajuan kamu menjadi model perusahaan ini,saya sudah menandatanganinya.Jadi,mulai besok kamu sudah mulai bekerja sebagai model,bukan lagi dibagian pelayanan." ucap Saga.
"Apa?! " Luna pun membulatkan matanya,ia merasa takpercaya dengan apa yang diucapkanoleh atasannya tersebut.
" Bapak gak becanda kan?badan saya gemuk,mana bisa saya menjadi model di perusahaan ini.Pokok nya saya gak mau jadi model" tanya Luna dengan hati yang tak percaya.
" Terserah kamu,kalau kamu ngundurin diri berarti kamu harus ganti rugi 3X lipat nya uang gaji kamu sebagai model." ujar Saga yang tersenyum puas karna telah membalas perlakuan gadis tersebut.
" A apa?!" ucap Luna dengan lesu.
" Gimana? " kini Saga pun mengeluarkan kertas perjanjian kontrak kepada Luna.
__ADS_1
" Hmm,iya sudah pak." jawab Luna.
Kemudian Saga mengeluarkan selembar kertas kosong pada Luna untuk ia tandatangan.
" Loh ko kertasnya kosong pak?katanya saya harus tandatangan kertas kontrak." tanya Luna penasaran
" Ia kamu tanda tangan aja,soal isinya nanti saya kabarin lagi sama kamu." jawab Saga yang menyunggingkan senyuman.
Dengan hati yang masih ragu,akhirnya luna pun menandatangani kertas kosong tersebut.Saga yang melihat merasa sangat puas,dengan senyum yang sulit untuk diartikan tersebut Saga memiliki seribu cara untuk membalaskan rasa sakit disekujur tubuhnya karna gadis tersebut telah membantingnya.
" Sudah pak." sahut Luna
" Kalau begitu,mulai besok kamu datang ke alamat ini.Disana ada seseorang yang akan melatih kamu." ucap Saga dingin.
" Baik pak." dan akhirnya Luna pun bisa bernafas lega keluar dari ruangan yang membuat dirinya tak bisa berkutik sedikit pun.
Saga tertawa lepas melihat gadis dihadapannya tak bisa berbuat apa-apa.Ia pun segera menghubungi Angga untuk mengurus semua rencananya untuk gadis yang telah membuat dirinya tanpa sadar terus menerus memikirkannya.
" Owh,jadi itu semua ide gila kamu?" kesal Luna
" Hehehe...aku lakuin ini demi kamu loh." Ucap Wina yang menyandarkan tubuhnya dibahu Luna.
" Ia gara-gara kamu aku jadi terikat kontak kerja jadi model diperusahaan ini." ucap nya ketus.
" Apa?! model?" Wina merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya tersebut.
" Iya,kamu puas sekarang..?" ujar Luna dengan kesalnya.
" YEEEEESS..." teriak Wina yang kegirangan mendengar berita tersebut.
" Owh,aku tau kenapa kamu sampai sesenang ini,kamu sengaja kan mempromosikan iklan dan mengorbankan sahabat mu sendiri? " ucap luna yang menyipitkan matanya untuk meminta penjelasandari Wina.
" Hehehe,bukan seperti itu,aku mengajukan proposal memang karna iklan,tapi iklan untuk produk yang akan lounching di akhir tahun ini.Tapi aku bangga kalau kamu yang akan menjadi model nya." ujar wina sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
Luna hanya bisa diam,dan menghelanafasnya panjang. " Padahal aku suka dengan pekerjaan ku yang sekarang.." gumamnya.
" Hmm,nanti aku tlaktir kamu makan deh,Oke." ucap Wina seraya mengangkat ibu jarinya.
" Iyaa.." Luna pun segera menyelesaikan pekerjaannya,karna mulai besok ia sudah mulai pekerjaan nya yang baru ia itu sebagai model.
Wina diam-diam menuju ruangan Angga,ia merasa senang jika niatnya dan kekasihnya tersebut kini berjalan dengan mulus.Kekasih?!, ia mereka berdua adalah sepasang kekasih.Namun demikian,tidak ada seorang punn didalam perusahaan tersebut yang mengetahui tentang hubunngan mereka termasuk Saga dan Luna.Mereka berdua sengaja berniat untuk menjodohkan Luna dengan Saga karna satu alasan yaitu demi kebaikan masing-masing orang yang mereka sayangi.
" Makasih iya ka,kamu sudah mau membantu rencana ku." ucap yang Wina yang tersenyum kepada kekasihnya tersebut.
" Gak masalah,selama rencana itu baik aku akan selalu dukung kamu." Angga pun menggenggam kedua tangan kekasihnya tersebut.
" Win,apakah sekarang aku sudah boleh melamar kamu?" Angga kini mempertajam pandangannya kearah kekasihnya itu.
"Hmm,aku sih mau nya secepatnya.Tapi.." Wina menghentikan kata-katanya tersebut karna ia teringat tentang janji nya tersebut saat di panti bersama Luna.
" Tapi kenapa?" tanya Angga penasaran.
" Tapi aku ingin lihat sahabat ku hidup bahagia dan memiliki pasangan yang sangat menyayanginya,setelah itu aku bisa tenang." Ucap Wina sedikit terbawa suasana saat dirinya teringat janji disaat Luna dan dirinya hidup di panti asuhan.
Saat tinggal di panti asuhan Wina dan Luna mengalami hidup yang serba kekurangan,Mereka berdua saling berpegangan tanggan untuk menjalani kehidupan ini..Hingga saat itu,Luna mengorbankan dirinya putus kuliah dan bekerja di toko kueh demi membantu Wina melanjutkan kuliahnya.
Wina merasa berhutang budi,Sehingga ia berjanji didalam hatinya bahwa ia tidak akan menikah jika Luna belum juga menemukan pasangan yang benar-benar mencintai dia.
Melihat kekasih dihadapannya merasa sedih Angga pun memeluk Wina dengan sangat erat. " Maaf,jika aku sudah membuat mu sedih." ucap Angga sambil mencium pucuk kepala Wina.
" Aku yang seharusnya meminta maaf,Tapi aku.."
" Shutt,kamu lanjutkan apa yang menjadi tujuan kamu,Aku akan setia menunggu kamu dan dukung kamu sepenuhnya. " Ucap Angga yang mendaratkanjari telunjuknya pada bibir Wina.
Wina merasa tersentuh dengan perkataan yang diucapkan oleh kekasihnya tersebut,karna selama ini ia belum pernah merasakan perasaan yang sangat nyaman terhadap setiap lelaki yang ia jumpai selain Angga.Wina pun mengecup pipi Angga dan segera pergi dari ruangan tersebut dengan perasaan malu.
JANGAN LUPA IA UNTUK TINGGALKAN JEJAK SAAT MEMBACA CERITA AUTHOR,DENGAN CARA LIKE,AND VOTE...SUPAYA AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM BERKARYA.MAKASIIIIIHHHH. ^^
__ADS_1