CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 36


__ADS_3

"Kamu jangan becanda ia, aku masih mau hidup tau." Ucap Angga." Diih, siapa yang becanda." Ucap Luna kembali dengan memanyunkan bibirnya. Sesekali Luna melirik kearah kedua lelaki tersebut dari kaca yang ada diatasnya, Kemudian ia tertawa terbahak-bahak saat melihat tangan kedua lelaki tersebut saling berpegangan erat." Ngapain kamu tertawa?!" Bentak Saga merasa kesal." Nggak ko, gak nyangka ia ternyata bapak dengan pak Angga sangat romantis sekali." Sahut Luna. Wina yang berada disamping Luna seketika langsung melihat kearah kedua lelaki tersebut dan ikut tertawa. Sontak Saga langsung menyingkirkan keduaa tangan Angga yang sedari tadi menempel padanya." Ini semua gara-gara kamu. Cepat berenti apa kamu mau aku cacat dua kali?" Bentak Saga. Luna hanya tertawa, kemudian ia pun memperlambat laju mobilnya. Luna melirik kepada sahabatnya itu, kemudian ia mengedipkan sebelah matanya karna misi untuk membuat takut kedua lelaki itu telah berhasil.


"Sejak kapan kamu bisa ngendarai mobil?" Ucap Saga.


"Hmm, belum lama sih." Jawabnya polos.


" APA!!! Kamu serius?kalau begitu kamu cepat hentikan mobil nya, karna aku gak mau mati konyol karna mu." Balas Angga yang memaksa Luna untuk segera berhenti.


" WAAAHH...!!!" Teriak Luna dan Wina secara bersamaan.


DEG


Jantung kedua lelaki itu sontak mesasa terkejut dengan teriakan kedua gadis yang berada didepannya." Ada apa?! " Tanya Sagadan Angga secara bersama." Lihat itu, ternyata disana pemandangannya bagus banget. Kita istirahat disana dulu ia." Luna segera mencari parkiran mobil yang pas untuk ia menghentikan lajunya.


" Iya sudah cepat hentikan mobilnya." Ucap Angga yang mulai kesal dengan ulah kedua gadis tersebut.


" Huh, baru kali ini aku merasa kaya orang gila disupiri oleh seorang wanita." Gumam Angga yang masih terdengar oleh Saga." Maksud mu Luna ku itu orang gila hah?!" Bisik Saga dengan nada mengintimidasi.


" Ng Ngak ko bos, Luna mu itu sungguh wanita yang sangat spesial." Ucap Angga yang tak ingin mencari masalah dengan bosnya tersebut. "Spesial bikim masalah, ia." Batin Angga. Kemudian ia tersenyum kearah Saga dan keluar dari mobil yang baru saja berhenti.

__ADS_1


" Bapak gak ikut keluar kan?" Tanya Luna menghampiri Saga.


" Tidak, aku ingin didalam mobil saja." Jawab Saga yang sambil memejamkan matanya.


"Hmm, Baiklah aku kesana dulu ia." Luna segera berjalan menuju tempat yang sangat menarik perhatiannya. Sedangkan Wina, ia sedang duduk bersama Angga dibawah pohon yang tak jauh dari kendaraan yang terparkir.


" Maafin aku ia yang." Ucap Angga sambil memegang kedua tangan kekasihnya tersebut.


" Aku sudah memaafkan kamu ko, justru aku terlalu egois menilai seseorang." Jawab Wina. "Jujur aku merasa takut hal-hal buruk akan menimpa Luna." Imbuh Wina. Angga menatap lembut kearah kekasihnya itu, kemudian ia menggenggam erat kedua tangan Wina." Aku janji pada mu tidak akan ada hal buruk yang akan menimpa Luna."


Wina terharu dengan perkataan Angga." Maaf aku tadi sempat kesal, Kamu tau kan kalau Luna itu sudah seperti adik bagi ku." Ucap Wina kembali.


Dari dalam mobil Saga terus memperhatikan Luna yang sedang berselfi diantara pepohonan. Ia menyunggingkan senyumannya takkala melihat gaya nya yang begitu menggemaskan.


BRUGH...


"Aduh…" Keluh Luna yang merasa kesakitan. Kemudian ia berbalik kearah belakang disana ia melihat seorang anak kecil yang sudah memegangi kakinya yang sakit. Luna menggendong anak tersebut dan membawanya kesebuah kursi yang tak jauh dari tempatnya menggambil gambar. Sambil memangku tubuh mungil anak itu, Luna melihat kearah kaki anak tersebut," Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Luna dengan lembut. Anak kecil itu hanya mengganggukan kepala sambil menatap kearah Luna." Owh ia, tante punya ini. Kamu mau?" Tanya Luna sambil mengeluarkan sebungkus permen lolipop dari saku celananya. Dengan malu-malu anak kecil itu mengambil permen yang ada ditangan Luna.


"Nama kamu siapa?" Tanya Luna kembali.

__ADS_1


" Yumi." Jawab anak itu dengan suara pelan dan malu-malu. Luna tersenyum dan mencium gemas wajah yumi yang menggemaskan.


" Papaaaa!!!" Teriak Ayumi dan langsung loncat dari pangkuan Luna." Ehh..." Luna langsung berdiri dan tersenyum kearah lelaki tersebut. "Maaf sudah merepotkan anda." Ucap lelaki tersebut dengan senyum ramahnya." Enggak apa-apa ko, tadi kebetulan yumi gak sengaja menabrak saya." Jawab Luna seadanya.


"Papah…papah…tadi yumi dikacih pelmen dengan tante tantik." Ujar Yumi dengan seara cadelnya.


" Owh iya, kalau gitu Yumi sudah bilang makasih dengan tante belum?" Tanya Lelaki tersebut.


" Hehehe...maacih tante." Ucap Yumi yang tersenyum lucu.


" Owh ia aku Bram." Ucap Bram memperkenalkan diri.


" Luna." Jawab Luna ramah.


" Sayang kamu lama sekali. Ayo kita pulang." Dari arah belakang tiba-tiba saja Saga menghampiri Luna. Ternyata sedari tadi Saga yang sudah memperhatikan Luna dari jarak jauh merasa cemburu dengan kedekatan gadis itu dan lelaki tersebut. Jadi ia memutuskan untuk meminta bantuan Angga untuk mendorong nya ketempat dimana Luna berada.


" Ehh, maaf ia aku harus meneruskan perjalanan pulang. Dadah Yumi..." Ucap Luna yang kemudian mencium pipi gembil anak itu. Bram tersenyum dan terus memperhatikan Luna yang sudah berjalan membelakanginya.


" Papah Yumi mau ikut tanta Una." Ucap Ayumi yang terus merengek digendongan Bram.

__ADS_1


" Ia nanti kita ketemu lagi dengan tante Luna yah." Jawab Bram sambil menenangkan anaknya. Padahal ia sendiri tidak tau apakah dirinya bisa berjumpa kembali atau tidak.


__ADS_2