CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 53


__ADS_3

Ketika kedua sahabat tersebut sedang asik berjalan tiba-tiba saja dari arah berlawanan seorang lelaki menatap heran terutama ia memfokuskan diri untuk menatap wajah Luna. " Sepertinya aku ngerasa gak asing dengan wanita yang berada disebelah Wina." Pikir lelaki tersebut didalam hatinya. Dengan rasa penasaran akhirnya ia segera menghadang kedua sahabat tersebut.


" Hai..." Sapa lelaki itu.


Wina merasa terkejut dengan kehadiran lelaki itu,beda hal dengan Luna,ia merasa kesal ketika menatap kembali wajah lelaki yang sudah menghianatinya. " Andi?! Ngapain kamu disini?" Tanya Wina dengan ketus.

__ADS_1


" Ini kan tempat umum,lagian aku berhak dong mau kesini kapan aja." Ujar Andi sambil tersenyum kearah Luna.


" Kamu,Sepertinya aku pernah lihat...tapi dimana ia?" Ucap Andi didepan Luna. Ia jelas saja Andi tidak mengenalinya,karna saat ini Gadis itu terlihat sangat berbeda dari biasanya. Ia yang sekarang lebih merawat tubuhnya dibanding saat bersama lelaki itu. Maka tak heran jika Andi kini tak mengenali perubahan dari mantan kekasihnya tersebut.


"Hahaha....kenapa kamu sekarang menyesal kan?" Ujar Wina seraya menghina. Mendengar perkataan Wina kini Andi semakin bingung dibuat nya. " Maksud kamu apa?" Tanya Andi sambil mengerutkan kening nya. " Sudah lah itu gak penting,yang terpenting sekarang kita jauhi dia saja.Sebelum dia bikin masalah pada kita." Wina segera menarik tangan Luna,perasaan gadis itu kini bercampur aduk setelah melihat lelaki tersebut. Untung saja Wina membantunya dalam membalas rasa sakit hati nya.jika tidak.

__ADS_1


Deg..jantung Luna seketika berhenti ketika nama nya disebut oleh lelaki itu. "Ehh,kamu bisa gak gak usah teriak-teriak ditempat umum begini. Kenapa kamu nyesel sekarang? Perlu kamu tau ia Luna yang dulu itu sudah hilang yang ada sekarang Luna yang gak mau diganggu kamu lagi." Ujar Wina yang merasa emosi ketika nama sahabatnya disebut oleh mulut lelaki yang telah menyakiti Luna.


"Aku gak bicara sama kamu,aku ingin bicara dengan dia." Andi berjalan melewati Wina dan segera menghampiri Luna yang sedang berdiri mematung menatap kearah nya. " Benar kamu Luna,aku benar-benar minta maaf. Saat ini aku sudah memutuskan Dini. Kamu benar dia wanita yang tidak baik. " Ujar Andi panjang lebar. Namun saat dirinya ingin meraih tangan gadis itu. " Cukup ndi,sekarang jauhi aku. " Luna menepis lengan Andi dan segera bergegas menghindari lelaki tersebut. Namun bukan Andi namanya,ia semakin tertantang dengan sikap Luna. Ia menyunggingkan senyuman disudut bibirnya,kemudian ia pun segera membuntuti Luna secara diam-diam. "Gila kamu ia Lun,kenapa sih kamu masih aja masang muka kaya gitu sama dia." Ujar Wina dengan kesal.


" Muka kaya gimana? Perasaan muka aku biasa aja tuh." Jawab Luna dengan hati-hati. Ia tau saat ini sahabatnya sedang kesal,ia gimana lagi Andi memang telah menyakitinya,namun lelaki itu juga adalah cinta pertama nya.Walau sekarang hatinya masih sakit namun pacaran selama 5 tahun dengan nya tak mudah begitu saja melupakan kenangan saat bersamanya. " Ia muka kamu biasa aja,tapi sikap kamu tuh." Wina pun meluapkan rasa kesal nya.

__ADS_1


" Hehehe...iya,nanti kalau aku ketemu dia apa perlu aku pukul dia biar kamu puas." Ledek Luna kepada sahabatnya itu. " Boleh,tapi pukulnya pake wajan ia." Ujar Wina,kemudian mereka pun tertawa bersama. "Ahh,rasanya aku merasa sangat bersyukur bisa memiliki sahabat seperti dia." Batin Luna. Mereka pun berjalan menyusuri setiap toko pakaian yang berada didalam mall tersebut. " Win,aku mau kesini sebentar ia." Tunjuk Luna disalah satu toko busana muslim. Wina merasa heran karna baru kali ini sahabatnya tersebut memilih pakaian muslim tersebut. " Kamu yakin?" Tanya Wina penasaran. " Kamu gak lagi kesambet kan?" Imbuhnya lagi. Mendengar perkataan Wina,kini Luna pun tertawa. " Nggak,aku memang sudah lama ingin memakai baju seperti itu. " Jawab Luna. " Saga gimana?" Tanya Wina.


" Tenang,justru Saga yang suruh ko." Jawab Luna sambil menunjukan deretan giginya. " Owh ia aku lupa,Saga kan tipe laki-laki posesif. Setiap jengkal tubuh kamu itu sangat berharga." Ledek Wina. Luna pun tertawa terbahak. Sambil memasuki toko tersebut Luna segera melihat baju gamis yang terjejer rapih. " Lun,aku mau liat tas disana." Tunjuk Wina kearah toko tas yang berada tak jauh dari sana. "Oke,kita ketemu di restauran biasa ia." Jawab Luna. Ia tau kebiasaan sahabatnya tersebut jika sudah memilih barang pasti akan sangat lama. " Oke.." Wina segera berjalan kearah toko tas.


__ADS_2