CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 38


__ADS_3

"Nih aku kembalikan." Ucap Saga sambil mengembalikan ponsel milik gadis itu ketangannya. Luna masih terus menatap Saga. Jantung gadis itu terus saja berdebar, kala melihat wajah Saga yang begitu mulus, putih, dan tampan." Aku tau, dari dulu  kamu sangat mengagumi ku." Ujar Saga yang sangat percaya diri. Perkataan itu sontak membuat Luna tersadar dari lamunan nya." Ihh, siapa lagi yang mengagumi bapak." Jawab Luna. Kemudian gadis itu kembali melihat ponselnya, dan disana sudah terpajang foto dirinya dan Saga." Apaan ini.?" Luna mempertanyakan foto yang telah Saga Upload dimedia sosial miliknya." Foto kita berdu, terus apa?" Jawab Saga dengan santainya." Iya aku tau, tapi kenapa bapak sebarin dimedia sosial milik saya." Ujar Luna. Ia ingin menghapus foto tersebut, namun Saga sekali lagi mengancam gadis itu." Jika kamu berani menghapusnya maka aku akan mencium mu." Melihat gadis dihadapannya merasatak berdaya Saga melebarkan senyumannya." Gadis baik." Ujar Saga kembali sambil mengelus rambut Luna yang tergerai.


Dibalik kekesalannya terhadap Saga, Luna merasa sangat senang karna lelaki itu sudah mulai berbicara kembali padanya." Kenapa kamu natap aku lagi?" Ujar Saga yang melihat gadis itu tersenyum sambil memandangi wajahnya." Gak apa-apa kok. Aku cuma mau bilang bapak itu ganteng kalau lagi tersenyum." Bisik Luna ditelinga Saga.


" Heh, kamu baru tau kalau aku itu tampan ia." Ucap Saga membanggakan dirinya. "Ia bapak itu tampan tapi sayang penyakitan." Ucap Luna setengah berbisik. Saga langsung menatap wajah gadis itu dengan lekat." Kamu pikir saya penyakitan Hah?!" Ucapnya kesal." Yap, penyakit bapak itu udah akut banget." Jawab Luna dengan santai." Bapak mau tau penyakit bapa apa?" Tanya gadis itu kembali." Memangnya apa?" Kini Saga balik bertanya.


"Penyakit narsis, dengan penyakit emosi bapak udah akut." Jawab Luna sambil menahan tawanya. Mendengar jawaban tersebut Saga memajukan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya kearah gadis tersebut." Kamu sudah puas tertawa?" Pertanyaan Saga tiba-tiba saja membuat tubuh gadis itu tak bisa bergerak, ia merasa gugup karna kini wajah Saga sudah berada tepat didepan nya. Matanya sesekali melirik kearah depan untuk meminta pertolongan, namun Angga yang sedang fokus mengemudi dan Wina yang mulai tertidur pun tak mengetahui apa yang sedang mereka lakukan." P pak, bapak mau apa?" Ucap gadis itu dengan gugup.

__ADS_1


" Kamu maunya apa?" Ujar Saga yang semakin mendekatkan wajahnya. Melihat itu Luna akhirnya memejamkan mata dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Saga pun terkekeh kemudan membenarkan kembali posisi duduknya." Kamu pikir aku akan mencium mu?" ucap Saga dengan perlahan. Luna merasa terkejut dan malu. Kemudian ia membuka wajahnya secara perlahan." Ihh, siapa juga yang mau dicium dengan oang tua kaya bapak." Ujar gadis itu." Upss!!!" Luna segera menutup mulutnya kembali.


"Barusan kamu bilang apa?" Tanya Saga yang menyipitkan matanya." Ng nggak ko pak, tadi aku bilang bapa itu sangat tampan." Ucap gadis itu dengan gugup." Owh, bagus kala kamu sadar." Saga mulai memejamkan matanya, suara lagu yang begitu merdu membuat ia merasa rileks hingga akhirnya iapun tertidur pulas.


"Huft, cepet sekali tidurnya." Gumam Luna. Dengan wajah yang berseri-seri ia menatap wajah Saga." Hmm, ternyata kalau lagi tidur gini terlihat sangat tampan." Ujar Luna yang tersenyum. Ia kemudian membuka ponsel dan membuka media sosial miliknya," Siapa juga yang mau ngehapus foto ini." Gumam Luna sambil mengelus foto lelaki itu." Eh, pesan dari siapa tuh?" Luna segera membuka pesan tersebut, ternyata itu berasal dari Andi." Laki-laki itu lagi, malesin ah." Kemudian Luna menghapus pesan tersebut tanpa membacanya terlebih dahulu. Baginya Andi adalah masalalu yang sangat menyakitkan didalam hidupnya.


"Udah gak usah, disupirin dengan kamu bukannya bisa istirahat malah stres saya." Jawab Angga ketus.

__ADS_1


"Ish, iya sudah kalau gak mau gantian mending aku tidur aja." Ucap Luna. Kemudian gadis itu pun bersiap untuk tidur." Yakin nih pak gak mau gantian?" Tanya Luna meyakinkan." Iya seribu persen saya yakin." Jawab Angga kembali." Hmm, iya sudah." Luna pun mulai memejamkan kedua matanya bersiap untuk tidur.


Sepanjang perjalanan Angga masih fokus dalam membawa kendaraannya, Suasana didalam mobil menjadi hening, hanya musik yang kini menemani dirinya disaat semua penumpang tertidur." Yang bangun yang, temenin ngobrol dong." Angga mencoba menggoyangkan tubuh Wina yang tertidur disampingnya." Hmm, aku masih ngantuk yang." Jawab Wina yang masih malas untuk membuka matanya. Angga hanya bisa menghela nafas pajang.


"Jika kamu ngantuk, menepi saja dulu." Ujar Saga dari arah belakang." Baik bos." Jawab Angga yang kemudian menepikan mobilnya ditempat teduh dipinggir jalan. Saga menatap kearah Luna yang sedang tidur dengan kepala menempel kearah kaca. Dengan perlahan ia membenarkan posisi kepala gadis itu.


"Bos lihat ini." Angga menghampiri Saga dan memperlihatkan pesan yang berada diponselnya tersebut. Yang mana pesan tersebut berasal dari Alex. Seketika raut wajah Saga berubah, ia merasa geram dengan semua laporan yang ia terima. Kemudian dengan perasaan marah Saga memberikaan perintah kepada Angga untuk segera menangkap siapa saja yang ingin mencelakai Luna." Baik bos." Angga kemudian menjauh dari arah mobil untuk menghubungi Alex.

__ADS_1


__ADS_2