
Disisi lain Adi sedang merencanakan sesuatu untuk merebut Luna dari tangan Saga, Ia berfikir sangat keras hingga akhirnya seseorang memasuki ruangan kerjanya. “ Kamu mikirin apa sih, aku panggil-panggil dari tadi ga nyaut.” Ucap Dini yang tiba-tiba sudah duduk disamping lelaki itu.
“ Aku lagi mikirin sesuatu nih.” Ucapnya. “ Mikirin apa?” Tanya Dini yang penasaran. Adi langsung merubah posisi duduknya. Kini ia duduk berhadapan dengan wanita itu. “Kamu tau Luna?” Tanya Adi pada Dini.
“ Luna siapa?” Ucap Dini. “ Hmm, itu mantan aku yang bertubuh gemuk.” Jelas Adi.
“ Ohh, si jelek itu.Memang kenapa dengan dia? Kamu mau morotin dia lagi?” Ucap Dini bersemangat.
“ Justru aku ingin memberitahu mu kalau Luna sekarang adalah kekasih Saga. Mantan kamu.” Ungkap Adi dengan sengaja.
“ Hahaha…jangan ngarang kamu, mana mungkin Saga ku menyukai gadis jelek kaya dia.” Ucap Dini tak percaya.
“ Iya itu terserah kamu mau percaya atau tidak, yang pasti aku melihat dan mendengar nya sendiiri." Kemudian Adi bangkit dari kursinya.
Dini menahan Adi, agar lelaki tersebut tidak keluar. “ Tunggu, kamu mau kemana?” Ucap Dini sambil memegang pergelangan tangan Adi.
“ Aku mau pulang.Kamu mau ikut?” Ajak Adi yang mengedipkan sebelah matanya kepada Dini. Dini yang mengerti gelagat dari lelaki tersebut kemudian dia pun ikut pergi bersama Adi.
“ Kita mau kemana nih?” Tanya Dini. “ Ada deh, nanti kamu juga tau sendiri.Aku lagi bosen di kafe aja.Ditambah sekarang kafe lagi sepi." Ucap Adi
__ADS_1
Dini pun tersenyum kemudian dia mencoba menghubungi Saga untuk menyeldiki kebenaran dari ucapan lelaki tersebut.
" Kamu mau ngehubungi siapa?" Tanya Adi sambil menyetir.
" Saga…" Jawab Dini. Adi menyunggingkan senyumnya mendengar perkataan wanita disampingnya.
Dini mencoba menghubungi Saga kembali setelah panggilannya ditolak oleh Saga." Kenapa? Ditolak ia." Sahut Adi yang meremehkan. Dini hanya mentap sinis lelaki disebelahnya.Sedangkan Adi yang sedari tadi menyetir, akhirnya ia tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal wanita disampingnya.
" Kamu tenang saja aku akan memikirkan cara agar kita bisa hidup mewah seperti dulu." Ujar Adi yang berusaha membuat wanita disampingnya itu dapat tersenyum.
" Memangnya apa rencana kamu?" Tanya Dini.
" APA?! Kamu masih suka dengan sijelek itu?" Tanya Dini yang tidak rela jika lelaki disampingnya harus kembali lagi kepada Luna.
" Memangnya ada yang salah?Sekarang dia dekat dengan bos besar dikota ini, jadi aku ingin memanfaatkan dia. Agar bisnis kafe ku lebih berkembang dan memiliki banyak cabang dimana-mana." Ujar Adi yang mulai menyusun rencananya tersebut. " Udah lah aku gak percaya kalau Saga skarang menyukai sijelek itu. Dan aku juga gak akan mengijinkan kamu untuk balikan kembali pada si jelek itu." Ucap Dini dengan tegas.
" Memangnya kenapa?Aku juga tidak melarang kamu berhubungan dengan lelaki lain." Ucap Adi.
" Ini beda, karna sekarang aku sedang mengandung anak kamu." Jawab Dini, yang membuat Adi menghentikan mobilnya secara mendadak.
__ADS_1
" Hehehe…itu gak mungkin.Kita memang tinggal satu atap, tapi kita jarang melakukan nya.Ditambah kamu sering sekali pulang malam dalam keadaan mabuk.Bahkan aku suka melihat kamu masuk dan keluar dari hotel dengan lelaki lain.Jadi, itu jelas-jelas bukan anak ku." Ujar Adi yang tak terima dengan pernyataan Dini.
" Ini jelas-jelas anak kamu.Aku sudah telat tiga bulan." Ujar Dini meyakinkan lelaki itu. " Aku ingin kembali pada Saga hanya untuk menguras hartanya saja.Untuk bekal kita Di." Imbuh Dini.
" Nggak mungkin." Gumam Adi yang masih tak percaya.
" Aku memang suka pulang malam, tapi aku krja untuk mencukupi kehidupan kita. Dan aku juga selalu menyuruh langganan ku memakai pengaman." Jelas Dini.
Mendengar penjelasan dari wanita tersebut bukannya merasa senang, justru ia semakin ilfil dibuatnya.Selama ia berpacaran dengan Luna tak sedikit pun gadis itu berani tidur dengan dirinya, apalagi orang lain.Bahkan dirinya pernah mengajak Luna untuk melakukan hubungan intim namun ditolak dengan alasan jika ia belum sah menjadi istrinya.
" Pokoknya aku gak mau mengakui anak itu sebagai darah daging ku." Ucap Adi dengan sinis.
" Kenapa sih kamu itu gak percaya, ini jelas-jelas anak kamu." Ucap Dini sambil meraih tangan lelaki tersebut.
Adi menepis lengan wanita itu dan mengusir wanita itu dari dalam mobilnya.Ia tetap tidak ingin mengakui jika anak tersebut adalah darah dagingnya.
Setelah Dini keluar dari dalam mobil miliknya, Adi segera melajukan mobilnya itu menuju kediaman Luna. Agar gadis itu mau menerimanya kembali. " Semoga saja Saga sudah pergi dari sana." Pikirnya dalam hati.
Dini merasa marah, setelah apa yang telah ia lewati kini lelaki tersebut malah menuruninya dijalanan dan yang lebih parahnya lagi Adi ingin kembali kepada Luna si gadis jelek. " Argh…!!! Luna lagi…luna lagi.Liatin aja aku akan buat perhitungan sama sijelek itu." Ucapnya kesal yang kemudian menghentikan taxi untuk kembali ke apartemen milik mereka berdua.
__ADS_1