CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 46


__ADS_3

Suasana terasa hening kala kedua gadis itu sudah memasuki kamar.Angga dan juga Saga kini tidur disofa ruang tamu.Saga tidur dengan wajah menghadap langit-langit.Wajah nya yang tampan,dengan hidung mancung,dan bibir merahnya membuat semua kaum hawa tergila-gila dan ingin memilikinya.


Sambil mengendap-endap perlahan Luna berjalan menuju ruang tamu dan memakaikan selimut kepada Saga. "Iya ampun, kamu tuh ganteng banget sih." Batin Luna yang memperhatikan wajah lelaki itu dengan intens. Gadis itu pun mengulum senyumnya saat memberanikan diri untuk menyentuh wajah lelaki itu.


"Sudah puas menyentuh wajah ku?" Ujar Saga yang langsung membuka kedua matanya. "AHH!!!" Teriak Luna.Saga langsung menutup mulut Luna.Saat gadis itu mulai tenang kembali Saga pun membuka bekapannya tersebut. "Bapak belum tidur?!" Tanya Luna.Saga langsung mengecup bibir Luna. "Ihh,apaan sih,main cium-cium aja." Ujar Luna kesal.


"Itu karna kamu sudah salah menyebut panggilan untuk ku." Jawab Saga dengan memainkan kedua alisnya.


Lun hanya menggelengkan kepalanya lalu bangkit. "Hai mau kemana?" Tanya Saga meraih pergelangan tangan Luna.


"Aku mau ke kamar, Ngantuk." Jawab Luna sambil menarik kembali tangannya. "I Love You honey." Ujar Saga yang memperlihatkan deretan gigi putihnya. Luna tersenyum dibuatnya kemudian ia pun segera pergi menuju kamarnya. Saga merasa puas karna bisa mengenal Luna.Ia pun segera  untuk tidur kembali.


Pagi menjelang,namun kedua lelaki tersebut masih tertidur pulas.Luna dan Wina melakukan kegiatan seperti biasa nya. Setelah mengerjakan ibadah sholat subuh Wina segera membangunkan kekasihnya." Win sekalian tolong bilang sama pak Angga bangunkan pak Saga juga. Aku mau ke pasar dulu beli bahan-bahan makanan." Ujar Luna.Wina pun menganggukkan kepalanya.


Luna segera menuruni anak tangga untuk bergegas pergi ke pasar. Ia segera menaiki sepeda motor kesayangan nya dan melaju menuju pasar. Sepanjang perjalanan gadis itu mengikuti irama musik yang ia dengar melalui ponselnya.Tina di lampu merah,sebuah mobil mewah kini tengah berhenti tepat di samping motor Luna. "Ante Una!!!" Suara teriakan anak kecil itu membuat Luna merasa terkejut.Dan langsung menoleh kearah sumber suara. "Hei cantik,mau kemana?" Tanya gadis itu. Belum sempat dijawab kini lampu sudah berubah menjadi hijau,Luna segera melajukan kendaraan nya sambil menunjuk kearah depan untuk menghindari kemacetan. Bram segera melajukan mobilnya dan mengikuti laju kendaraan gadis itu.


Luna segera memberhentikan kendaraannya diparkiran depan pasar,Sedangkan Bram memberhentikan mobilnya di depan mini market yang kebetulan berada disebelah pasar.Luna segera menghampiri anak perempuan itu. "Hai sayang,Ayumi mau kemana nih?" Tanya Luna sambil memainkan kedua pipi anak tersebut. "Yumi au cali ante Una." Jawab anak itu dengan manja nya. "Cari Tante Luna? Kenapa?" Tanya Luna kembali.


"Tadi pagi pas dia bangun dia nangis langsung cariin kamu. Jadi aku ajak saja dia keliling kota. Biar gak nangis lagi." Ujar Bram. Luna langsung memeluk anak itu dan mencium kedua pipinya. "Kalau tante Luna gak ada Yumi jangan nangis ia. Kasian kan papah ia sayang." Ucap Luna. Anak itu langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Yumi gak mau angis lagi." Ujar anak itu.Luna pun tersenyum.


"Kamu mau kemana?" Tanya Bram.


"Aku mau belanja.Biasa buat stok selama seminggu." Jawab Luna.


"Oh iya,jika Yumi nangis nyariin kamu,aku boleh kan bawa Ayumi ke rumah kamu?" Ujar Bram dengan hati-hati.Ia takut nanti Luna tak nyaman dengan perkataannya.

__ADS_1


"Boleh banget,nanti aku kirimin alamatnya ia." Ujar Luna. Bram merasa sangat senang mendengar jawaban gadis itu. "Oh iya,aku ke pasar dulu ia. Sayang tante Luna pergi belanja dulu ia.Ayumi sama papah dulu,Ok?" Ujar Luna. Namun anak itu tak mau berpisah darinya sehingga Bram memutuskan untuk ikut masuk kedalam pasar bersama Luna. Walau ini pertamakali baginya,tetapi ia sangat menikmati momen tersebut. "Seandainya Saga yang berada disini, mungkin sangat seru." Ucapnya dalam hati.


***BRAM PROV ***


" Yumi au ante Una." Tangisan anak itu membuat ku sangat frustasi. Namun aku belajar bersikap tenang demi anak ku itu. "Yumi sayang,Tante Luna sudah pulang.Nanti kita cari Tante Luna iya,asal Yumi gak nangis lagi Ok.  Aku berusaha membujuk Ayumi agar ia tak nangis lagi. Hmm,baru kali Ayumi dekat dengan seseorang.Biasanya setiap kali aku kenalkan dia dengan yang lain,ia selalu menolak.Kemudian aku segera memandikan Ayumi sebelum kita pergi keluar.


"Aciik,Yumi mau ketemu ante Una." Ujar anak itu dengan riang nya. Aku menciumi kedua pipi gembul nya dan ku letakkan dia di kursi depan.Dan benar saja dugaan ku sepanjang perjalanan anak itu terlihat sangat bahagia,Sambil bernyanyi ia menggoyangkan kedua tangan mungilnya.Tepat di depan lampu lalulintas aku memberhentikan mobil,kebetulan saat itu lampu berwarna merah. "Ante Una!!!" Teriak anak itu dari dalam mobil.Aku merasa terkejut,lalu aku membuka kaca mobil.Dan benar saja ternyata itu adalah Luna." Papah buta pintu Yumi mau ke ante Una."


"Nanti ia,liat banyak kendaraan tuh." Aku mencoba meyakinkan anak ku. Untung saja anak itu sangat patuh,sehingga membuat ku tak banyak menjelaskan. Lampu lalulintas berubah menjadi hijau.Luna memberi ku isyarat agar aku mengikutinya. Dengan perasaan bahagia,aku membuntuti kendaraan gadis itu dari belakang.


"Papah belenti,ante Una udah berhenti." Ayumi sangat semangatnya saat melihat Luna datang menghampiri dia.Kami pun berbincang-bincang sejenak sebelum Luna memutuskan untuk berbelanja.


"Yumi mau gendong ante Una."


" Yuk kita pulang." Ujar gadis itu sehingga aku tersadar dari lamunanku.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2