
Luna menatap kepergian lelaki tersebut dari jauh," Kenapa ia, saat dia pergi hati jadi sepi." Ucap Luna dalam hati. Gadis itu masih terus menatap Saga dari kejauhan hingga mobil tersebut melaju pergi. Wina segera masuk kedalam rumah lalu mengunci pintu dari dalam. " Hei bengong aja." Wina mengusap wajah Luna yang sedari tadi hanyamenatap kedepan.
" Ish, kamu tuh win.buat kaget aku aja." Luna mulai duduk dikursi ruuang makan. " Ko pak Saga ngasih aku ini sih." Luna menunjukan Kartu tersebut kepada Wina. " Wah, asik tuh…kamu bisa beli apa aja yang kamu mau." Ungkap Wina sembari tertawa. " Hmm, tapi aku heran deh...aku kan cuma karyawan tapi kenapa dia ngasih semua ini untuk aku. Apa jangan-jangan pak Saga mau jual aku." Luna menatap Wina dengan wajah paniknya.
" Hust, kamu itu aneh-aneh aja kalau ngomong. Aku tau kenapa pak Saga sampai melakukan ini semua sama kamu." Wina mendekatkan wajahnya kearah Luna.
" Memang kenapa?" Tanya Luna sambil mengerutkan kedua alisnya.
" Berarti dia itu suka sama kamu." Wina mengedipkan sebelah matanya kepada Luna sambil mengambil segelas air untuk diminum.
" Hahaha...gak mungkin dia suka sama aku, Kamu lihat kan badan aku besar dan wajah aku pas-pasan, mana mmungkin dia suka sama aku." Luna tertawa kencang mendengar perkataan dari sahabatnya tersebut.
" Hemm, iya sudah kalau kamu gak percaya. Lagian badan kamu gak gemuk kaya dulu." Setelah selesai minum, Wina segera pergi kekamar meninggalkan Luna sendirian diruang makan.
" Apa iya dia suka sama aku? Tapi rasanya mustahil deh. Mana mungkin orang sekaya dan setampan Pak Saga mau menyukai aku yang kaya gini." Pikir Luna dalam hati.
__ADS_1
Luna bergegas naik ke lantai atas untuk menyusul Wina yang sudah berada didalam kamar. " Oh iya, kamu kenapa gak cerita sama aku sih kalau sudah dilamar dengan Angga? Dan kalian kapan pacarannya?ko aku gak tau." Luna mulai merebahkan tubuhnya disamping Wina yang sedang membaca buku.
" Hehehe...sebenarnya aku sudah lama pacaran dengan dia, tapi baru tadi pagi Angga melamar ku." Wina memainkan jari tangan nya sambil memperlihatkan cicin tersebut.
" Pantas aja aku baru liat tu cincin." Ucap Luna.
Disebuah hotel Dini baru saja selesai memadu kasih bersama salah satu pelanggannya." Kamu sungguh luar biasa. Tidak seperti istriku dirumah." Ujar lelaki tersebut.
" Kalau begitu kenapa kamu gak jadikan aku istri, Biar kita bisa main setiap hari sesuai kemauan mu." Rayunya sambil mengusap bulu dada lelaki itu. Lelaki itu langsung bangkit dan langsung menampar wajah Dini. " Lancang kamu. Wanita rendahan sepertimu ingin menjadi istriku." Kemudian lelaki tersebut mengenakan semua pakaiannya dan pergi meninggalkan wanita itu sendiri didalam kamar.
Dini hendak membersihkan dirinya, namun sebelum ia masuk kedalam kamar mandi Adi menghubungi dirinya.
" Adi?! Hehehe...akhirnya laki-laki itu ngehubungi ku." Dan wanita itu pun mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo sayang..." Ujar Dini dengan suara merdunya.
__ADS_1
" Kamu dimana?" Tanya Adi dari sebrang sana.
" Aku sekarang lagi didokter kandungan, Dari tadi siang perut ku terasa sakit, nunggu kamu gak pulang-pulang. Jadi, aku baru selesai periksa." Dini sengaja berbohong kepada Adi untuk mengambil simpati lelaki tersebut.
Mendengar perkataan Dini, sejenak lelaki itu pun terdiam. Kemudian ia menanyakan kapan wanit tersebut akan pulang. " Nih, aku baru saja selesai periksa. Setelah ini aku akan langsung pulang. Sudah dulu ia, aku mau pesan taxi dulu." Kemudian Dini mematikan sambungan telephone nya dengan senyum merekah di bibirnya.
" Sebelum mendapati Saga, lebih baik aku manfaatin dia saja dulu. Lagian Adi gak miskin-miskin juga." Batin Dini. Kemudian wanita itu pergi untuk membersihkan diri.
Dini merias wajah nya kembali sembali seperti semula. Ia menutupi lebam dipipi sebelah kanannya agar tak diketahui oleh Adi. Setelah semuanya selesai ia keluar dari dalam kamar tersebut. " Dini ?! " Ujar salah seorang lelaki dari arah lobby hotel. Wanita tersebut menoleh kesumber suara disana terlihat seorang lelaki dengan postur tubuh tegap dan tinggi serta berkulit putih. Dini berfikir sejenak untuk mengenali lelaki tersebut. Saat lelaki tersebut mulai menghampiri Dini mulai menyapa lelaki tersebut. " Bram?! Iya ampun lama kita gak ketemu." Dini langsung memeluk lelaki tersebut. " Kamu ngapain disini?" Tanya Dini.
" Aku ada urusan kerja, jadi…aku nginap sementara dihotel ini, kamu sendiri ngapain disini? Tanya lelaki tersebut yang sedari tadi menatap wajah wanita itu.
" O Oh, aku baru saja ketemu teman. Wah, kamu sekarang ganteng banget, sampe aku tadi hampir saja gak ngenalin kamu." Ujar wanita itu sambil memegang bahu lelaki tersebut.
" Ahh, kamu bisa aja. Kalau gitu aku permisi ia, nanti kita ketemu lagi." Bram hendak pergi namun Dini menahan lelaki itu hanya untuk meminta nomor ponsel milik Bram.
__ADS_1
Setelah Dini mendapatkan nomor ponsel tersebut, ia berjalan keluar hotel dan menaiki taxsi yang sudah ia pesan. " Gak nyangka, ternyata dia keren juga. Padahal waktu SMA dia gak setampan itu." Ucapnya dalam hati.