CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 32


__ADS_3

Malam itu ditempat lain terlihat Mira dan juga ayahnya sedang membicarakan Saga. " Aku gak mau jika aku harus bersama lelaki yang cacat seperti itu ayah." Ujar Mira dengan kesal. " Lagian juga seluruh harta milik Saga sekarang sudah dibekukan oleh om Ryan." Ucap Mira kembali.


" Tapi itu semua demi kamu, jika Saga mau menikahi kamu maka harta Saga akan kembali seperti semula." Ujar Anton kepada anaknya. " Ia tapi aku juga ga mau menikahi orang cacat seperti itu. Masih mending aku cari cowo lain yang lebih kaya dari dia." Gerutu Mira.


" Kamu harus menikahi Saga, setelah itu kita rampas hartanya. Dan kamu bunuh dia" Ujar Anton, kemudian dia pun pergi meninggalkan putrinya sendirian diruang tamu. Mira duduk merenungi tentang saran dari ayah nya tersebut. "Hmm, sebaiknya aku harus cepat menyelesaikan ini dengan cara ku sendiri." Pikir Mira didalam hati nya. Kemudian Mira pun pergi menuju kamarnya.


Bunyi ponsel milik Mira tiba-tiba berdering, ia menatap nama yang berada didalam layar ponsel tersebut. " Bram?! " Dengan cepat wanita itu langsung mengangkat panggilan tersebut.


" Ngapain lagi kamu ngehubungi aku?" Tanya Mira dengan sinis.


" Aku hanya kangen dengan kamu, terutama Ayumi dia terus saja memanggil nama kamu." Bram mencoba membujuk Mira agar ia bisa kembali lagi bersama mereka.


" Denger ia, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Lagian Ayumi itu adalah sebuah kesalahan yang kita lakukan dimasa muda. Jadi, aku tidak ingin mengakui dia." Kemudian Mira pun mematikan ponselnya kembali.

__ADS_1


Ponsel pun berdering kembali, namun kali ini Mira menonaktifkan ponselnya. " Aku tidak akan mengakui dia sampai kapan pun." Gumam Mira.


BRAM PROV


" Papah, yumi mau mama." Ujar anak kecil tersebut.


Bram hanya bisa menghela napas panjang, ia sebenarnya tidak ingin menghubungi mantan kekasihnya itu setelah apa yang telah Mira lakukan kepadanya. Ayumi terus saja merengek dihadapan Bram, yang membuat ia tidak tega melihat nya. " Iya-iya, kamu jangan nangis ia...papah sekarang coba hubungi mamah." Mendengar perkataan Bram, kini wajah anak kecil tersebut menjadi bahagia.


" Yeey, mama..." Celoteh anak itu dengan semangatnya.


" Ngapain lagi kamu ngehubungi aku?" Tanya Mira dengan sinis


" Aku hanya kangen dengan kamu, terutama Ayumi dia terus saja memanggil nama kamu." Bram mencoba membujuk Mira agar ia bisa kembali lagi bersama mereka.

__ADS_1


" Denger ia, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Lagian Ayumi itu adalah sebuah kesalahan yang kita lakukan dimasa muda. Jadi, aku tidak ingin mengakui dia." Kemudian Mira pun mematikan ponselnya kembali.


" Mana pah, yumi mau dengel cuala mama." Ucap anak tersebut dengan ciri khas suara cadelnya.


Bram mencoba menghubungi Mira namun panggilannya gagal karna ponsel milik Mira kini tidak aktif. "Maaf ia sayang mama lagi sibuk, katanya nanti mamah akan hubungi papah buat bicara sama kamu." Ucap Bram yang berbohong. "Sekarang sudah malam, kamu tidur dulu ia." Kini Bram mengajak Ayumi untuk masuk kedalam kamarnya. Walau dia tau bahwa kini didalam anaknya tersebut merasa sedih. " Baik…" Ucap Ayumi dengan wajah sedih nya.


Setelah Ayumi tertidur, Bram mulai menghela nafas." Maaf kan papah ia sayang. Papah belum bisa buat yumi bahagia." Ujar Bram sambil mengelus rambut anaknya tersebut. " Tapi papah janji, papah akan selalu berusaha buat Yumi senang dan bahagia." Ucapnya kembali.


Kemudian ia mulai keluar dari kamar anaknya tersebut menuju kamar nya." Apa aku harus mulai cari pengasuh anak ia, supaya aku dengan leluasa ninggalin Yumi tanpa khawatir." Pikir lelaki itu. Lalu Saga mulai mencari-cari informasi seputar pengasuh anak kecil,


Di lain sisi Mira yang tidak bisa tidur kini memutuskan untuk pergi ke klub malam untuk menghilangkan segala beban pikirannya. Kemudian Ia minum alkohol tersebut tanpa henti yang membuat dirinya kini kehilangan kesadaran." Hei nona, kamu sendirian aja ia." Ujar salah satu pengunjung klub tersebut. Melihat keadaan wanita itu tak berdaya, akhirnya lelaki tersebut membawa Mira menuju hotel yang tak jauh dari tempat tersebut. " Hei, apa kamu sangat kaya?" Oceh Mira sambil merangkul lelaki tersebut. " Kamu tenang saja, aku akan memberikan mu uang setelah kamu melayaniku dengan baik." Ucap lelaki tersebut. Mira pun tertawa dengan jalannya yang sempoyongan wanita itu pun masuk kedalam kamar bersamalelaki tersebut dan melakukan apa yang diinginkan oleh lelaki tersebut sampai ia benar-benar puas terhadap Mira.


Pagi pun menjelang Mira merasakan sakit disekujur tubuhnya," Argh, sakit banget badan ku." Gumamnya. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, kemudian dengan cepat ia membalikan badannya dan melihat ada lelaki tua yang kini tengah tidur seranjang." Siapa kamu?!" Bentak Mira. Lelaki tersebut pun bangun." Kamu tenang aja, saya akan membayar mu." Kemudian lelaki itu memberi uang yang lumayan kepada Mira.

__ADS_1


Mira bergegas mengambil uang tersebut, kemudian ia mengambil baju miliknya dan memakainya. Walau perasaannya sedikit kesal terhadap lelaki tua itu namun ia merasa senang karna si tua tersebut mmembayar dirinya dengan uang yang cukup banyak.


__ADS_2