CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 52


__ADS_3

Saga saat ini telah sampai dikediaman Max,dengan dibantu sang supir kini Saga menuruni mobil dengan menggunakan kursi Roda. Ia melakukan itu semua karna ia tidak tau siapa saja yang telah mengkhianatinya saat ini. Setelah duduk dikursi roda,kini Saga meminta sang supir untuk menuntun nya memasuki kediaman teman nya tersebut. "Kamu pergi saja,aku ada urusan dengan dia." Titah Saga. Setelah mendengar perintah Saga sang supir akhirnya pergi meninggalkan Saga.


Saga memasuki kediaman max dengan dibantu oleh salah satu security yang berada disana. "Mari saya bantu tuan. Kebetulan tuan max dan ibu sedang berada didalam" Ujar security tersebut. "Baiklah,antar kan aku kepada mereka." Kemudian keduanya pun memasuki rumah mewah tersebut. Kemudian security tersebut membantu mendorong kursi roda Saga menuju ruangan max.


Setelah tepat didepan pintu Saga disambut hangat oleh Max yang memang sedari tadi telah menunggu kedatangan temannya tersebut. Max mengisyaratkan kepada scurity nya tersebut untuk meninggalkan mereka berdua,dan setelah itu Max mengambil alih untuk mendorong temannya tersebut. "Mau sampai kapan kamu akan berpura-pura lumpuh?" Bisik Max dengan tawa kecilnya. "Heh,jika saja itu bukan diri mu maka aku akan memenggal mu." Lanjut Saga. Max pun tertawa mendengar ucapan tersebut,kemudian ia segera membawa Saga memasuki ruang kerjanya. "Aku gak percaya paman mu bisa menyita semua aset milik mu." Ujar Max yang kemudian duduk di sofa. "Tidak semuanya,hanya satu gedung perusahaan yang dia tau." Sela Saga. Max hanya menggelengkan kepala atas sikap sahabat nya tersebut. "Oh iya,tunggu sebentar." Max segera berjalan menuju meja kerjanya. "Aku sudah selediki data yang tadi kamu kasih,ternyata ada seseorang yang ingin bermain dengan mu." Ujar Max sambil memberikan seberkas map yang berisikan data orang-orang yang ingin menjatuhkan sahabat nya itu.

__ADS_1


"Gak sia-sia aku merekrut mu jadi kaki tangan ku." Saga pun menepuk bahu Max sambil tertawa. Kini keduanya pun sedang merencanakan suatu perangkap untuk para perusak.


Sementara keduanya asik dalam menyusun rencana,kini di tempat lain Luna sedang merasa jenuh karna tak ada kegiatan sama sekali . "Hmm,bosen gak sih dirumah aja." Ucap Luna yang mulai jenuh. "Iya kamu pikir aja sendiri,biasanya jam segini kita tuh berada dikantor tapi sekarang malah dirumah." Wina pun merasakan hal yang sama. "Gimana kalau kita jalan-jalan sebentar sebelum dia datang." Ujar Luna. Wina sedikit ragu,karna ia telah diperintah Saga untuk menjaga Luna. "Tapi...." Wina yang masih saja ragu kini menuruti keinginan sahabatnya tersebut. "Hmm,Ok." Jawab Wina dengan hati bimbang. Kini kedua gadis itu sedang bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan.


"Kamu sudah siap belum? Aku tunggu didepan ia." Ujar Luna sambil menuruni anak tangga dan berjalan keluar. "Iya,tinggal pake sepatu saja ko." Jawab Wina dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Iya,aku takut nanti si tua itu menghubungi malah repot deh." Jawab Luna sambil tertawa.


"Hmm,tua-tua juga kamu mau kan." Ledek Wina. Luna hanya menaikan kedua bahu nya sambil tersenyum. "Ayoo cepat naik." Wina memberikan helm kepada Luna. Kemudian mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah menuju pusat perbelanjaan.


Sepanjang perjalanan Luna merasa gelisah. Pasalnya ia keluar rumah tanpa seijin Saga. "Duh ko hati aku jadi takut ia." Ucapnya dalam hati. Sesampainya ditempat mall,Wina menyuruh Luna turun terlebih dahulu,sedangkan dirinya sibuk mencari parkiran motor yang kebetulan saat parkiran dalam keadaan penuh. Wina melajukan motornya secara perlahan,setelah beberapa saat dirinya mencari kini ia berhasil memarkirkan kendaraan nya. " Lama banget sih." Ucap Luna. "Gimana gak lama,dari tadi aku muter-muter cari parkiran." Jawab Wina.

__ADS_1


" Masuk yuk." Luna menggandeng tangan sahabatnya tersebut untuk memasuki tempat yang selama ini ia dan sahabatnya itu rindukan. "Baru kali ini aku ngerasa bahagia lagi bisa datang kesini." Tawa Luna. " Iya gimana gak senang,tiap hari kerjaan kamu kan ngejalanin program pengurusan badan." Ledek Wina sambil tertawa. Luna pun ikut tertawa, "Gak masalah,yang terpenting body aku sudah kurusan." Ucap Luna sambil tertawa lebar.


__ADS_2